
"Tidak, Aku tidak bisa mati seperti ini" teriaknya mencoba menghindar namun serangan itu begitu dekat.
Boom.. Duaaar..!
Separuh dari Kota Klan iblis musnah bersama Sou Shang.
"Formasi Dunia Pedang, Aktifkan!" Kubah raksasa segera mengurung seluruh kota, Teriakan kepanikan mulai menggila dan mereka berlarian, Beterbangan, masing masing mencari keselamatan karna mereka yakin jika tetap bertahan akan mati.
Tapi yang mereka tidak tau, Formasi itu sulit untuk ditembus.
"Teknik Pedang tanpa Wujud, Seribu Pedang!" Zhang San menatap semua iblis itu dengan tersenyum, "Akan ku musnahkan semuanya, Agar tidak adalagi dendam dilain hari" dia pun segera mengarahkan ribuan pedang untuk berhambur secara acak ke setiap tempat membunuh para Iblis. Entah itu masih kecil atau yang sudah tua dia tak peduli, karna mereka iblis.
Setelah hampir tidak ada lagi teriakan, Zhang San kembali mengeluarkan tekniknya "Teknik Melempar Bintang" Ucapnya dengan setengah kekuatan Tingkat Dewa Surga tahap menengah maka akan dipastikan semua hancur dan musnah tanpa sisa.
Boooooomm.. Ledakan besar yang terkurung dalam Formasi tersebut lebih dominan berwarna merah darah.
...............
Setelah menyelesaikan aksinya, Zhang San berbalik dan pergi kekota Yuan yang belum sempat disinggahi. "Aku harus mencari informasi yang lebih disini tentang Klan Bayangan, Meskipun mereka lebih mendominasi, Tapi aku yakin masih ada orang yang tak suka dengan mereka, Aku hanya perlu mencari taunya saja"
Tanpa terasa Zhang San sudah berada di depan gerbang Kota Yuan dan dia dihentikan oleh dua orang penjaga karna memakai jubah berwarna hitam dengan penutup kepala.
"Tunjukan Identitasnya!" Ucap penjaga itu menyilangkan tombak dengan temannya.
Dia melemparkan Plakat berwarna emas yang bertuliskan Klan Long lalu melemparnya ketangan penjaga itu. Setelah itu dia berdiam.
'Rupanya dia dari Klan tersembunyi, Sial sekali'
__ADS_1
dia mengutuk dirinya sendiri dalam hatinya lalu berkata "Silahkan masuk Tuan, Maaf jika kami mengganggu perjalanan anda" sambil memberikan plakat emas itu.
Zhang San langsung masuk tanpa tersenyum.
Sedangkan Penjaga tadi mengusap peluh yang membasahi keningnya, Dia seka dengan jarinya lalu berkata "Ternyata dia dari Klan Long, Untung saja kita tidak dihabisi"
"Kau benar, Kakiku saja masih terasa gemetar" Sahut teman disampingnya.
"Hal yang utama dalam mencari informasi adalah rumah makan, Berarti aku harus mencari rumah makan secepatnya"
Zhang San berbaur dengan banyaknya kultivator yang ada di kota itu, dia berjalan dijalanan yang lebar sambil mencari tempat tujuannya.
Dia melihat ada sebuah Faviliun, Dia pun mampir kesana untuk melihat lihat karna banyak orang yang terlihat juga memasuki Paviliun itu.
Dengan masih menggunakan jubah hitam dan penutup kepala, hampir semua orang memandangnya, Karna merasa aneh dengan pakaian seperti itu, Dan mereka pun tidak dapat merasakan fluktasi energi yang berkumpul disekitarnya menandakan orang itu cacat atau semacamnya.
Wooosh...! tubuh seseorang terlempar dari dalam Paviliun itu, dan hampir mengenai Zhang San yang hendak masuk kedalam.
Kemudian tiga orang keluar dengan masing masing tangan berada dipinggang ingin menunjukkan bahwa mereka lah yang harus dipandang.
Salah satu yang berada di sebelah kanan menunjuk dan berkata "Hei Xia Meng, Kau itu kenapa keras kepala sekali, Paviliun ini tidak cocok untukmu yang cacat itu"
"Ibuku sedang sakit, aku perlu obat untuk kesembuhannya" Dengan wajah yang sedih Xia Meng yang masih sangat muda itu menangis karna tak bisa berbuat banyak untuk ibunya. "Tolonglah, Kita bahkan dari Klan yang sama, mengapa kalian begitu kejamnya" Ucapnya lagi.
"Jangan Banyak omong kau Xia Meng, Jika kau memang ingin, sini merangkak dan lewat dibawah kakiku" Ucap orang itu lagi.
"Memang sungguh kejam perlakuan mereka, Pengawal saja seperti itu apalagi tuannya" Ucap penonton yang melihat.
__ADS_1
"Hust, Jangan keras keras, Apa kau mau mereka menghukummu dan keluargamu, lihat saja dan jangan berkomentar" Teman disamping mengingatkan
"Maaf hampir saja aku juga mencelakaimu, Terima kasih sudah mengingatkan"
Xia Meng memukul tanah dengan lengannya lalu berkata "Demi kesembuhan ibu, Aku akan melakukannya" Meskipun dia merasakan hati yang panas sangat membara, dia berdiri kemudian menaiki tangga tapi langkah pertamanya dihentikan oleh suara.
"Merangkaknya harus dari bawah baru akan ku berikan obatnya" Sahut orang yang berada disebelah kiri.
Dengan berat hati Dan pengutukan, Xia Meng terpaksa sekali lagi menuruti kehendak mereka. dan merangkak namun ayunan pertama tangannya dihentikan oleh suara.
"Jangan mau tunduk dengan apapun dan siapapun, Itu hanya akan melukai harga diri, seorang lelaki harus memiliki harga diri, aku akan membantumu untuk mengobati ibumu" Suara itu diucapkan pelan tapi mampu didengar oleh semua orang.
Xia Meng menatap ke arah suara, dia menemukan sosok berjubah hitam dengan penutup kepala, dia tak yakin dengan perkataan sosok itu yang akan mengobati ibunya, Tapi dia cukup tergerak hatinya mendengar ucapan selain mengobati.
"Apakah yang tuan katakan itu kebenaran?" Xia Meng bertanya dengan penasaran dari pada dia harus merangkak di bawah kaki orang lain dan akan menyimpan malu seumur hidup lebih baik dia mencoba hal lainnya. meski tak benar benar yakin.
"Kau bisa memegang kata kataku" Sahut Zhang San.
"Kalau begitu ikuti aku, ibuku sudah sakit cukup parah" Ucapnya lalu berdiri dan berjalan memimpin jalan.
"Hentikan...!" Suara dari belakang yang tak terima kenyataan berubah. "Siapa kau berani sekali mengganggu kesenangan dari Tuan Muda kedua Klan Bayangan, Apakah kau ingin mati dengan cepat? Hah!"
Zhang San menghentikan langkahnya lalu berkata "Hanya anjing liar saja berani berteriak kepadaku" Tanpa menoleh Zhang San kembali berjalan mengikuti Xia Meng yang juga tidak peduli, dia sangat benci, meskipun keturunan dari Klan Bayangan dia tak pernah sekalipun mendapat hal yang baik, Bahkan dia sering disiksa karna di anggap cacat dan di buang menjauh dari Klan bersama dengan ibunya, Sejak saat itu ibunya mulai sakit sakitan sedangkan ayahnya meninggal entah apa penyebabnya. saat itu dia masih kecil dan tak mengerti apa apa.
"Kau berani mengabaikanku" Pengawal Xia Liyang langsung melesat dengan pedang yang terhunung, dia ingin segera membunuh orang yang menghinanya. mengatakan dia anjing liar dihadapan majikan sama dengan menghina seorang majikan itu sendiri.
Xia Liyang tersenyum melihat kecakapan yang ditunjukan oleh pengawalnya, dia yakin hanya dengan dua gerakan sosok berjubah hitam itu akan mati, "Berani menentang kekuasaanku, Hukuman nya mati, Tidak ada yang lain lagi" Gumamnya dengan terus tersenyum
__ADS_1
"Awaaaas....!" Entah siapa yang berteriak tapi teriakan itu mengagetkan semua orang yang hendak pergi dari tempat itu..