
Raja Srigala itu sangat marah. Dia tak rela jika harus mati di tempat ini. Dia ingin keluar dan berbaur dengan manusia pada umum nya. Namun dia masih belom menemukan cara untuk menghancurkan belenggu, "Di Hutan gelap ini siapa pun yang masuk kedalam tak kan bisa keluar lagi, meski aku mati atau tidak" ucap nya kepada Zhang San sambil memulihkan luka nya.
Lalu Raja Srigala itu membentuk klon nya hingga lima Klon tercipta yang kekuatan nya hampir sama. Zhang San mengitari menggunakan mata nya. Semua terlihat nyata. Akan tetapi dia tak terlalu memikirkan nya.
Zhang san bergerak dengan langkah bayangan, melompat kesisi kanan menebas satu Klon yang ada disana. Cakar beradu dengan pedang dan lapisan energi muncul di sekitar mereka. Zhang San menarik kaki kanan nya lalu menendang Klon Srigala itu Braaak..! Srigala besar itu terpelanting karna tendangan epat mengenai perut nya, lalu Zhang San menusuk kan pedang nya.
Satu hilang, dia melompat kesisi yang lain nya dan menebas lagi. Pedang bintang semakin berpijar dan semakin tajam, bilah pedang nya menampakkan kekuatan kekuasaan..
Tiga Klon Tersisa menyerang secara bersamaan melambung dengan tiga cakar yang datang dari depan belakang serta atas. Namun Zhang San langsung membuat Pedang Aura di sekitar nya yang siap menusuk apa pun. Siapa pun yang menyerang dengan kejutan..
Sluuuppp..! Sluuuuup..! Sluuuuup..! Klon itu langsung menghilang setelah tertusuk di jantung mereka.
Tinggal tubuh asli Raja Srigala yang kini masih memikirkan ide untuk mengalahkan manusia itu.
"Sial, pantas saja dia berani memasuki Hutan Gelap ini. Dengan kekuatan nya akan sangat susah aku mengalahkan nya" Batin nya berpikir. Kemudian dia menemukan ide "tunggu.....!" Melihat Zhang San hendak menyerang nya kembali. Dia merubah bentuk tubuh nya ketubuh manusia.
Perubahan itu membuat Zhang San menyipitkan mata nya "Apa?" Hanya itu kata yang keluar dari mulut nya.
"Cukup, kita akhiri saja, kurasa lebih baik kita berdamai. Aku akan memberikan harta yang ku miliki sebagai kompensasi karna bangsaku mengganggumu, tapi Dengan satu syarat" tawar Raja Srigala yang sudah tak yakin menang melawan manusia itu. Meski pun tenaga nya masih banyak tapi dia tak ingin terluka parah atau mati di tempat kekuasaan nya.
"Syarat, apakah kau memiliki hak untuk memberikan syarat" ucap Zhang San yang masih ragu dengan Raja Srigala ini.
"Aku mempunyai banyak harta yang kudapatkan dari membunuh manusia yang pernah memasuki Hutan Gelap ini. Jika kau tak percaya, Masuk lah kedalam Goa. Disana menumpuk Harta yang tak pernah bisa ku gunakan" Ucap nya sambil mengayun kan tangan nya kearah mulut Goa..
Zhang San melangkah hingga berdiri di mulut Goa. Lalu bertanya "Apa syarat nya?"
__ADS_1
"Aku hanya ingin keluar dari belenggu Hutan Gelap ini, dan menikmati dunia diluar sana" Ucap nya
Zhang San melihat ada kejujuran di mata Raja Srigal jadi dia mengangguk kemudian berkata "Aku bisa membantumu, tapi dengan satu syarat"
Raja Srigala sangat gembira melihat manusia itu mengangguk namun saat Zhang San mengatakan ada syaratnya membuat Raja Srigala menyipitkan mata nya. Tetapi Dia tetap bertanya "Apa syarat nya?"
"Kontrak jiwa" ucap Zhang San lalu melangkah masuk kedalam goa. Dia sangat yakin mampu mengalahkan Raja Srigala, Jika dengan kekuatan yang sebelum nya mungkin dia akan mati atau terluka parah. Tapi karna Pil Pemurnian Jiwa telah membangkitkan Kekuatan tersembunyinya. Dia seribu persen yakin bisa mengalahkan Raja Srigala itu.
Didalam Goa dia mendapati banyak nya cincin dimensi berserakan di lantai Goa seperti barang rongsokan yang tidak terpakai. Dan melihat tulang belulang yang berhamburan disana sini. "Kediaman ini sungguh tidak nyaman" batin nya
Zhang San langsung menghisap semua Cincin itu kedalam cincin dimensi nya, dan membiarkan tulang jadi sampah disana. Setilah mengitari ruangan Goa dan tak menjumpai harta yang berharga dia pun kemudian keluar dari Goa tersebut..
"Aku akan melakukan kontrak jiwa dengan satu syarat. Berjanjilah untuk tidak memperlakukan aku seperti budak" Ucap Raja Srigala.
kalimat itu langsung terdengar setelah langkah kaki Zhang San berada di mulut Goa. Dengan senyuman tipis di bibir nya. Dia pun mengangguk lalu menggores sedikit ujung jari nya, "mendekat lah" ucap Zhang San
"Beri aku nama yang cocok, karna aku belom punya nama sebagai manusia"
"Akan ku Panggil Lang Ming"
"Terima kasih sudah memberi kan ku nama seperti nama manusia Tuan Muda..... biarkan aku memanggil seperti itu" ucap Raja Srigala yang sekarang bernama Lang Ming itu ketika melihat Zhang San hendak menyela ucapan nya.
"Baiklah.... Sekarang beri tahu aku, apa kau tau di area ini dimana terdapat tanaman herbal untuk kultivasi ?"
"Ikuti aku tuna muda" ucap nya langsung melesat dengan lincah. Karna dia menguasai wilayah nya dengan baik.
__ADS_1
Zhang San mengikuti pergerakan nya dengan langkah bayangan bergerak di belakang Lang Ming yang kecepatan nya melebih sebelum berkontrak Jiwa.
"Aku merasa kecepatan ku meningkat tuan mu" ucap nya dalam pikiran Zhang San
"Mungkin karna efek Kontrak Jiwa" sahut Zhang San juga melewati telepati.
"Tidak merugi datang kesini, selain mendapat bawahan di tingkat dewa. Kau juga berkesempatan mendapat herbal" Han Oyang berbicara melalu telepati.
Swooooshh.... Swoooooosh...!!
"Mata ini sangat berguna meski di tempat gelap seperti ini" Dia bergumam setelah melihat Bunga Hantu tumbuh di tanah, lalu memetik dan langsung menyimpan nya sambil melompat kepohon yang lain nya.
Lang Ming berhenti dan Zhang San juga pasti berhenti dan dia melihat banyak nya bunga yang bercahaya di jauhan sana. " Bukan kah itu Bunga Bulan Surgawi" Zhang San terkejut sekaligus senang melihat nya. Lalu dia berjalan kedepan namun suatu penghalang menahan tubuh nya.
Bugh...! Dahi nya menghantam penghalang itu.
Lang Ming terkekeh namun tak berani bersuara nyaring. "Tuan Muda harus menghancurkan penghalang ini lebih dulu. Maka kita akan bisa keluar dari sini dan bisa mengambil sumberdaya itu" tunjuk nya.
"Kenapa kau tak bilang disini ada penghalang" ucap Zhang San yang melayangkan tangan nya untuk meraba raba penghalang itu, "Siapa sebenar nya yang membuat penghalang ini. Dan untuk apa?" Batin nya
Zhang San mencoba menggunakan Teknik nya.
"Teknik Telapak Dunia, Tapak penghakiman"
Duaaaaar... namun penghalang itu tak bergeming. tidak ada keretakan disana...
__ADS_1
Promo novel yang ikut lomba. mohon dukungan nya..