
"Senior, Adakah jalan menuju ke Alam dewa?"
Tian Zhu menatap heran ke arah Zhang San "Kenapa, Apa kau mau ke Alam dewa? Bukan Kah hanya tingkat dewa yang bisa pergi kesana?" Tanya nya.
"Ya Senior, Aku ingin menjelajahi Alam dewa" Ucap nya tersenyum
"Tapi kau belum di tingkat itu, Kau tak kan bisa, Jika pun memaksa pasti tubuh mu akan hancur" Sahut nya memperingatkan.
"Berarti memang ada jalan nya kan?" Tanya Zhang San bersemangat. Sesuatu yang dia impikan akan terwujud segera.
"Memang ada, Tempat nya berada di puncak gunung Khayangan, Di sebut gunung khayangan karna puncak gunung itu selalu di tutupi oleh awan. Tak pernah ada yang benar benar melihat puncak nya, Dan juga aku tidak tau bahaya apa yang ada di sana, Dari catatan kuno yang aku baca di perpustakaan Klan. Disana terdapat sebuah portal spasial yang menghubungkan antara dunia ini dengan dunia dewa. Tapi hanya yang berada di tingkat dewa yang bisa melewati portal tersebut, Sebaik nya jangan kesana, Tinggal lah disini"
Zhang San tersenyum mendengar nya lalu menyentuh bahu Tian Zhu kemudian mereka tersedot kedalam sebuah pusaran.
Dan muncul di taman dekat Menara kultivasi, Tian Zhu terkejut setelah kesadaran nya dia dapati, Dimana kita, Bukan kah kita tadi di taman yang Klan Tian?"
"Kita berada di sekte ku senior, Sekte pedang kebajikan Dan Sekarang senior berada di dalam dunia jiwaku" Ucap Zhang San sambil berjalan mengajak Tian Zhu menuju menara kultivasi.
"Dunia Jiwa" Gumam nya,
Terlihat dia berpikir agak lama, Setelah sadar, dia lanjut berkata "Berarti kau mempunyai tubuh Kaisar Langit? Hoho. Aku sunggu tidak menyangka, Bocah yang aku selamatkan dulu mempunyai takdir yang luar biasa"
Mereka berjalan hingga memasuki lantai kelima,
"Silahkan senior, Semoga senior bisa naik tingkat ke tingkat dewa tahap Bumi seperti patriak Tian Shang, Agar bisa mengantarkan ku ke tempat gunung Khayangan berada" Ucap nya lalu memberikan Sebuah Pil Berwarna biru cerah yang pernah dia buat sewaktu dia ingin naik tingkat ke tingkat dewa.
"Terima kasih nak... Kebaikan mu tidak akan ku lupakan" Ucap nya langsung mengayun kan tangan nya ke mulut dan duduk mencari tempat yang nyaman.
Zhang San keluar dari menara dan di sapa oleh berbagai murid dan juga tetua yang melihat nya.
"Patriak kita sangat tampan dan juga kuat ya"
"Kau benar, Jika aku bisa bermalam dengan nya, Aku akan sangat bahagia"
__ADS_1
"Hust jangan kencang kencang ngomong nya. Nanti di dengar oleh patriak. Kalian tau rasa!"
"Hei kalian kenapa berbisik bisik, Cepat lanjut kan latihan kalian" Ucap guru pembimbing yang melihat tiga murid wanita itu
"Baik guru" sahut mereka serempak.
Zhang San tidak memperhatikan masalah itu. Dia kini berjalan ke arah rumah nya Lang Ming, Karna dia mendapat kabar dari Murid nya Feng Yaya, Bahwa kakak nya sedang hamil, Dia ingin memberikan selamat kepada mereka berdua.
Tok tok tok..
Zhang San mengetuk pintu dia tak ingin mengabari Lang Ming atas kedatangan nya.
Pintu terbuka dengan perlahan. Terlihat perut buncit dari wanita cantik yang menawan. Dia adalah Feng YingYu.
"Patriak, Kenapa tak memberi kabar, Silahkan masuk" Feng YingYu langsung membuka lebar pintu dan bergegas untuk menyiapkan hidangan.
"Jangan tergesa gesa, Perhatikan jalan dan jaga kandungan mu" Ucap Zhang San sambil melangkah masuk dan duduk di kursi kayu.
Lang Ming langsung kelur dari kamar tanpa memakai baju. "Tuan muda" Ucap nya menangkup kan kedua tangan nya.
"Ti-tidak Patriak, Kami senang patriak bisa berkunjung ke kediaman kami yang sederhana ini" Feng YingYu langsung menyahut setelah mendengar ucapan dari patriak muda itu.
Dia menaruh dua cangkir teh di meja kecil yang mereka miliki dan satu buah teko berisi teh yang siap di tuang kan kemudian duduk dan ikut berbincang santai bertiga.
"Baik lah, Sudah terlalu lama aku meninggalkan dunia luar, Seperti nya sudah saat nya, Selamat untuk kehamilan anak pertama kalian. Semoga nanti nya dia bisa lahir dengan sempurna" Ucap Zhang San langsung berdiri.
"Terima kasih doa nya Tuan Muda"
"Terima kasih Patriak"
Ucap mereka bergantian. Zhang San mengangguk lalu melesat terbang ke kediaman nya. Dia mampir disana untuk mandi dan merebah kan tubuh nya dan dia ingin terlelap agar bisa bermimpi dengan pujaan hati nya.
Ke esokan hari nya dia bangun dan berkeliling sebentar di sekte untuk melihat perkembangan dan kekurangan yang ada di sekte.
__ADS_1
Fan Yao merasakan aura kuat yang datang, dia pun langsung melesat dan melayang di udara, "Salam patriak.."
Zhang San melambai kan tangan nya "Temani aku berkeliling dunia jiwa" Ucap nya lalu melesat dan di ikuti oleh Fan Yao dari belakang.
Zhang San menurun kan kecepatan nya untuk mengimbangi Fan Yao yang terlihat tidak bisa menyusul nya.
"Seperti nya kau sudah mencapai tingkat suci tahap menengah Tetua Fan!"
"Ya patriak, Berkat sumber daya yang patriak berikan, Tinggal selangkah lagi bisa mencapai puncak nya" Sahut nya senang
Mereka terus berkeliling memutari dunia jiwa.
"Menurut mu apa yang kurang tetua Fan?" Tanya Zhang San setelah sampai di tempat tetua Fan dan duduk dengan santai.
"Menurut pengamatan saya. Yang kurang adalah bintang buas di dunia jiwa ini. Untuk melatih para murid yang berbakat dengan terjun langsung berburu binatang buas, Dan menaruh berbagai macam herbal di tempat yang berbeda beda. Seperti pegunungan, Lembah atau goa goa tertentu, Kita harus memamfaatkan luas nya dunia jiwa ini, Jadi jika suatu saat mereka di lepas di dunia luar mereka dapat bertahan hidup dengan baik"
"Ide yang cukup bagus, Aku akan berburu bintang buas dan menempat kan nya di berbagai tempat dengan prisai ilusi. Agar mereka tidak dapat keluar dari batas tempat mereka. Dan jika seseorang atau kelompok tertentu dari murid memasuki nya. Itu adalah pertarungan mereka. Kalau begitu aku akan keluar lebih dulu" Ucap nya lalu berdiri.
"Hati hati patriak" Fan Yao menangkupkan kedua tangan nya.
Zhang San langsung menghilang dari pandangan nya. Dan dia keluar dari dunia jiwa.
Setelah itu dia muncul dari dalam kamar nya. Dan keluar dan dia menemukan Penjaga yang terkejut melihat nya
"Ada apa?" Tanya nya.
"Ti-tidak ada apa-apa Tuan Muda"
"Kalau begitu aku akan pergi dulu" Ucap nya lagi lalu meninggal kan penjaga yang masih kebingungan.
"Bukan kah tuan muda itu tak pernah memasuki kamar dari kemarin malam. Kok bisa tiba-tiba keluar dari kamar" Gumam nya sendirian "Ya sudah lah. Biarkan saja" Gumam nya lagi setelah tidak mendapatkan jawaban nya.
"Salam tuan muda!" Sapa penjaga yang berjaga di kediaman Patriak Tian Shang.
__ADS_1
"Bisa kah aku bertemu dengan patriak" Tanya Zhang San dengan ramah.
"Saya akan melapor lebih dulu, Permisi" Ucap nya. Lalu penjaga itu bergegas masuk kedalam rumah..