ZHANG SAN

ZHANG SAN
Masih Dalam Dunia Kecil


__ADS_3

Zhang San menyeringai melihat dua orang yang tersisa. dia sengaja tidak membunuh orang yang mengancam nya di awal. Dia ingin menghancurkan mental musuh nya.


"Mana kebanggaan mu yang tadi kau tunjuk kan, apa kah hanya karna kau merasa dengan banyak orang bisa menindas ku" tatap Zhang San dengan sambil berbicara tajam.


"Ampun tuan. Ampuni aku. Aku salah. Tidak seharus nya aku mengganggu mu" ucap nya sambil menangis dan bersujud di hadapan Zhang San.


Namun Zhang San tidak peduli lagi dengan hal itu. "Jika berani ingin membunuh. Berarti harus berani terbunuh" ucap Zhang San lalu menggunakan tapak penghakiman untuk menghancurkan kepala murid sekte Bintang Terang itu


Tinggal satu orang lagi yang akan menjemput kematian,


Zhang San menggunakan Teknik Api Matahari lalu mengibaskan nya kearah orang itu yang berlari kencang. Siuuuuuut Booom...!


"Ini lah akibat keserakahan" ucap nya lalu dia mengangkat tangan nya keatas kemudian terlihat lima belas cincin dimensi melayang kearah nya. Zhang San sudah lebih baik dalam pengontrolan energi jiwa hingga mampu melakukan nya.


Suara langkah kaki mengguncangkan area yang di pijaki Zhang San. Zhang San langsung melesat dan melayang di udar untuk melihat apa yang sebenar nya membuat guncangan itu.


Terlihat oleh mata nya. Sekelompok badak bercula tiga yang di perkirakan ada ratusan sedang menuju kearah nya. "Mungkin karna mereka merasakan ada nya pertarungan jadi segerombolan dari badak ini menuju kesini" gumam nya "ini adalah keuntungan karna mereka hanya berada di tingkat suci" kata nya lagi.


Jika orang lain mendengar ucapan nya. Pasti mereka ingin memukul Zhang San. Karna menganggap remeh tingkat suci dan itu ada ratusan.


Zhang San turun di tanah lapang lalu menghadang ratusan badak bercula tiga itu "Panen besar" ucap nya lalu membentuk sebuah segel. "Formasi Dunia Pedang" teriak nya lalu muncul dari atas langit sebuah kubah yang perlahan mengurung ratusan Binatang buas badak bercula tiga.


Semua mata dari kejauhan melihat kearah kubah energi yang tercipta. Mereka tak menyangka ada ahli formasi dari ribuan murid yang berada di tingkat kaisar tahap puncak. Pasti dia adalah murid kebanggaan.


"Siapa yang bisa membuat Formasi sebesar ini" ucap Du Sam yang berbicara kepada adik nya Du Anchi.


"Aku tidak pernah mendengar dari sekte kita atau pun sekte Naga hitam yang bisa menggunakan Formasi di tingkat kaisar dengan sangat sempurna" sahut Du Anchi.

__ADS_1


"Kau benar adik. Ayo kita mendekat dan melihat siapa orang nya, agar kita bisa menghindari pertikaian dengan nya kemudian hari. Atau bisa juga kita membantu nya untuk kemudahan di masa depan" ajak Du Sam.


"Teknik pedang petir, Amarah Dewa" dengan suara rendah pedang yang berselimut petir kali ini di tebaskan secara horizontal.


Puluhan badak yang ada di depan nya terbelah setengah tubuh nya.


"Teknik Pedang Tanpa Wujud, Seribu Pedang" ucap nya setelah terbentuk nya seribu pedang yang tak kasat mata. Zhang San langsung mengarahkan ke sembarang sasaran.


Bunyi tusukan terdengar oleh telinga Zhang San meroboh kan semua sisa binatang badak bercula tiga itu. Lalu dia langsung memasukan semua nya kedalam cincin dimensi nya.


Dia berpaling ke arah belakang karna merasakan ada dua aura yang menuju kearah nya. Zhang San langsung menghilang kan Formasi Dunia Pedang nya.


"Salam senior" ucap Du Sam menyapa lebih dulu dengan ramah.


"Salam juga senior" sahut Zhang San dengan ramah. Karna orang sopan dia pun segan.


"Ada apa kah gerangan senior berdua mendatangi ku" tanya Zhang San lagi.


"Aku hanya penasaran siapa yang bisa membuat Formasi yang begitu besar dan kuat, ternyata orang nya sangat muda, aku kagum terhadap mu" ucap Du Sam sambil menangkup kan tinju nya menghormati orang di hadapan nya.


Zhang San melakukan hal yang sama "tidak sekuat kalian berdua yang sudah mencapai tingkat suci di umur yang muda" ucap nya.


Keterkejutan di wajah mereka terkihat. "Bagaimana mungkin dia mengetahui tingkatan kita. Sedangkat dia hanya berada di tingkat kaisar tahap awal" ucap Du Sam melalui telepati kepada adik nya


Perkataan Zhang San itu menyadarkan mereka. Bahwa orang yang ada dihadapan mereka bukan lah orang biasa.


"Hemmm. Kami tak mengira kau akan mengetahui tingkatan kami. Kami tidak peduli dengan cara apa kau mengetahui nya... mau kan berteman dengan kami?" Ucap Du Sam menawarkan pertemanan.

__ADS_1


Zhang San tau mereka hanya ingin memamfaat kan koneksi atas nama pertemanan. Du Sam mengulurkan tangan nya lalu memperkenal kan nama nya begitu pula dengan Zhang San.


Lalu Du Anchi mengulurkan tangan juga dan Zhang San menyambut nya namun pegangan tangan nya di tahan oleh Du Anchi tanpa sadar.


"Ehmmm" suara dehemen dari samping menyadarkan Du Anchi.


"Maaf kan aku senior" ucap nya malu.


"Tidak apa, sekarang kalian mau kemana. Aku akan ikut saja. Karna bosan juga sendirian di dunia kecil ini" ucap Zhang San.


"Kita akan ke makan kuno yang ada di dunia kecil ini saudara Zhang. Aku sudah memastikan tempat nya. Ikuti aku" ucap nya langsung terbang dengan cepat.


Zhang San terus berada di samping mereka. Itu membuat mereka berdua bingung. Karna yang mereka tau. Kecepatan terbang tingkat kaisar tidak mungkin mengimbangi tingkat suci..


"Mungkin dia juga berada di tingkat suci" ucao Du Sam melalui telepati kepada adik nya yang terbang di sebelah kiri.


"Kau benar kakak. Dia bisa menyembunyikan tingkatan nya dengan baik. Cocok sekali dengan ku" jawab nya juga melalui telepati dan Du Anchi tersenyum mengingat dia yang terpesona dengan ketampanan dan kekuatan yang di atas normal milik Zhang San


"Seperti bukan adki ku jika kau berkata seperti itu" Ucap Du Sam


"Ini pengecualian kakak. Dia bukan hanya tampan. Tapi juga kuat. Wanita selalu mendambakan orang seperti itu, maka nya kakak cepat kuat. Agar di sukai banyak wanita" ucap nya sambil mengejek kakak nya yang masih belom mendapat satu pun wanita. Padahal di sekte Bintang Terang banyak sekali wanita cantik nya.


Mc kita tidak tau apa yang mereka bicarakan melalui telepati. Tapi dia merasa mereka berdua sedang berbincang secara rahasia.


Du Anchi memandang ke sebelah dari kakak nya "Kau berasal dari sekte mana Kak Zhang?"


"Aku hanya pengembara" Sahut Zhang San tanpa banyak bertanya. Karna dia tau jika terlalu banyak berbicara dengan wanita. Nanti nya akan menumbuhkan harapan yang sulit terbalas...

__ADS_1


__ADS_2