ZHANG SAN

ZHANG SAN
Memasuki Alam Misteri


__ADS_3

Dengan nafas yang terengah Cao Ling An lanjut berkata "Biarkan itu tetap didalam hingga menyusut dengan sendirinya" Perkataan itu adalah ucapan terakhir sebelum dia menutup mata, Tertidur.


Kesenangan dan kelelahan saling berbagi satu sama lain.


'Melihat mereka dapat bersatu kembali, Aku pun ikut bahagia, Meski terkadang ada kecemburuan yang melanda, Tapi aku adalah orang yang memaksa, Bukan cinta yang datang karna dua hati yang bertaut rasa.


Meski jadi yang ketiga, Tapi aku akan menjaga tempat itu hingga berakhir hidupku didunia, Tak Apa menjadi yang ketiga asalkan bahagia tidak lah sirna' Yue Ao Zisi segera menutup kembali pintu yang sebelumnya dia buka sedikit untuk mengintip aktivitas dikamar itu.


Zhang San menyadari kehadiran Ao Zisi, Tapi dia membiarkannya saja berada diluar, Karna itu akan lebih baik untuk sekarang, Mungkin beda untuk waktu yang selanjutnya.


Zhang San mencabut tongkat yang sudah menyusut dan keluar dari kamar menuju kamar mandi untuk membasuh pusaka yang sudah menemukan sarang lama setelah kehadiran Ao Zisi tidak dirasakannya lagi.


Setelah itu dia kembali ke kamar dan memakai pakaiannya yang baru, Sebelum pergi dia mengecup ubun kepala Cao Ling An "Sayang aku keluar dulu" katanya


Tanpa keluar dari kamar, Zhang San membuka portal dimensi dan memasukinya.


'Sepertinya tidak ada orang' dia mencoba merasakan apakah ada keganjilan, Karna dia belum terlalu percaya dengan Long Jung ini, Sosok itu seperti sebuah misteri.


'Orang disini hampir rata rata memiliki tingkatan yang tinggi yang sulit untuk ku gapai, Semoga saja rahasia yang tersembunyi dibalik Cincin Giok Naga ini dapat membantuku mencapai tingkat dewa langit tahap puncak, Atau berada di tingkat surga meski itu dikatakan susah'


Zhang San mulai merasakan adanya pergerakan yang menuju kamar yang sekarang dia tempati. Dia menunggu tanpa berpura pura.


Ketukan terdengar kemudian di iringi dengan suara lembut "Tuan Muda, Anda di panggil tuan besar untuk ke aula"

__ADS_1


Zhang San segera membuka Pintu, Terlihat wajah cantik nan ayu berada di depan pintu, Wanita itu berumur kisaran empat puluh tahun, Tapi dengan wajah yang masihlah cantik, Umur tidak lagi menjadi masalah.


"Tunjukan jalannya Bi" Karna perbedaan umur yang terpaut jauh, Zhang San memanggil wanita itu dengan sebutan Bibi.


Terlihat jejak kekesalan yang terpatri diwajah wanita itu, Mungkin sebenarnya dia ingin menggoda pemuda itu, Tapi yang di goda tidak terlalu merespon dengan kecantikannya. Terlihat dari tatapan Zhang San yang biasa saja tidak terlihat penuh nafsu.


"Baik Tuan Muda" wanita itu segera berjalan dengan sengaja melenggokan tubuhnya yang masih ramping dan terawat.


Untungnya Zhang San sudah memiliki tiga yang lebih dari itu, Jadi dia tidak menghiraukan hal itu. Ada kalanya wanita itu pura pura tersandung, Tapi Zhang San hanya terkekeh dalam hati nya dan lanjut berjalan


'Dia tidak peka sama sekali terhadap wanita' Wanita itu membatin dalam hatinya. dia bangkit kembali dan kali ini tidak lagi menggoda Zhang San


Tidak terlalu jauh dari Aula yang dikatakan, Mereka berdua pun sampai hanya dengan beberapa menit berjalan.


Wanita itu langsung mendorong pintu, dan seketika daun pintu terbuka.


'Ada apa dengan mereka, Aku tidak pernah berbuat salah kepada mereka' Zhang San terus berpikir dalam hatinya hingga sebuah panggilan menyadarkannya.


"Sini Nak, Aku akan mengenalkan mu pada Patriak Long, Long Kai, Dia sedang berulang tahun hari ini" Long Jung segera melambaikan tanganya menyuruh Zhang San mendekat


Zhang San segera datang kesana meninggalkan wanita penggoda itu.


"Salam dari yang muda untuk patriak Long, Semoga panjang umur, Maaf tidak sempat menyiapkan kado untuk anda" Ucap Zhang San mendoakan dengan menangkupkan kedua tangannya menghormati yang lebih tua.

__ADS_1


"Sungguh tidak salah Long Fei memilih seorang murid, Karakter yang tidak jauh berbeda darinya" Ucap Long Kai memuji.


"Pegang tangan ku, aku akan membawamu ke pintu masuk alam misteri" Ucap Long Kai lagi lalu menggunakan sebuah harta tertentu untuk berpindah tempat.


Dengan sekejap tiga orang itu muncul disebuah pegunungan, 'Bukankah pegunungan ini tempat pertama kali aku muncul' Batinnya.


Terlihat Long Kai menyingkap sebuah tabir di antara dua pohon kembar, "Masuklah" Pintanya kepada Zhang San dan Long Jung.


Mereka berdua mengikuti dari belakang, Zhang San melemparkan Prisai ilusi diberbagai tempat yang dilewati tanpa dua orang itu sadari, Entah mengapa hatinya merasa tidak tenang. Untuk antisipasi dia harus mencari pelarian jika diperlukan, Meskipun dia tak mungkin menang jika melawan salah satu dari mereka, Apalagi ada dua.


Mereka bertiga sampai disebuah Goa yang tertutup rapat, "Taruh Cincin itu dilubang kunci" Pinta Long Kai.


Zai segera berjalan menuju pintu besar itu lalu menaruh Cincin di lubang kunci. dan seketika saja Cincin itu Bercahaya yang menyilaukan mata.


Dua orang itu tersenyum senang, Pintu terbuka secara otomatis, Dan Zhang Segera mengambil kembali Cincinnya lalu memasuki apa yang di sebut Alam misteri.


Zhang San melompat meninggalkan dua orang yang entah apa yang akan mereka lakukan sambil mengambil kembali cincin giok naga miliknya dan memakai di jarinya.


Setelah itu dia merasa ada sebuah panggilan untuk dirinya dan langsung dia melesat kearah panggilan tersebut.


"Ayo masuk patriak" Ajak Long Jung yang lebih dulu masuk


Dan pintu segera tertutup setelah orang ketiga masuk.

__ADS_1


Zhang San terus melesat dan dia terdiam sejenak ketika melihat pemandangan yang begitu menakjubkan baginya, Hamparan tanaman obat langka begitu sedap dipandang mata, Jika ini dibiarkan saja, Maka perjalanan ini akan sia sia, Tanpa menunda waktu yang lama Zhang San langsung mengambilnya 'Ini adalah panen terbesar yang pernah ku temui. Semoga dengan ini aku bisa meningkatkan tingkatan tetua dan juga semua murid' Zhang San menyisakan Tanaman obat dan herbal langka yang hanya berumur dibawah lima ratus tahun. Jika diatas dari itu maka dia harus memetiknya.


Groooaaaah...! Tiupan angin kencang menghempaskan banyak pepohonan muncul satu sosok ular berkepala tiga dengan mulut yang hendak menyemburkan apinya.


__ADS_2