
Hutan gelap adalah habitat mereka. Moster Srigala yang sudah berevolusi itu tak bisa keluar dari hutan. Karna ada sesuatu penghalang tipis yang tak bisa mereka tembus. Entah siapa yang memasang penghalang itu, mereka pun tidak tau. Namun mereka dapat dengan mudah meningkat kan kultivasi mereka. Karna hutan gelap kaya akan mamfaat buat mereka.
Dua belas Srigala dengan cakar yang tajam serta gigi yang runcing menyeringai melihat dua manusia yang jarang datang ke hutan mereka.
Kadang manusia lebih memilih untuk terbang saja jika lewat dari hutan gelap itu. Mereka tak ingin berurusan dengan kawanan Srigala. Apalagi kata nya Raja Srigala sudah lama berada di tingkat dewa.
"Sudah lama aku tidak memakan daging manusia, Rasa nya begitu nikmat. Bahkan masih terbayang hingga saat ini" Salah satu berucap sambil menggoyang kan lidah nya.
Terlihat empat orang maju lebih dulu menyerang. Mereka sangat yakin bisa dengan mudah membunuh manusia itu.
"Mereka bisa bicara patriak" Ucap Dong Hu dari samping kanan yang sudah siap menggenggam erat pedang nya.
Zhang San menghilang dan muncul di belakang salah satu Srigala itu. Namun satu yang lain nya menangkis pedang yang di arahkan oleh Zhang San.
Bentrokan Terus terjadi, ledakan ada dimana mana, empat orang itu langsung bersatu. Delapan orang masih santai memperhatikan. Mereka tak terlalu menganggap serius musuh. Hingga satu kepala menggelinding di hadapan mereka.
Mereka terkejut dan langsung bangkit. Namun sedetik kemudian satu kepala di kirim lagi ketempat mereka. Zhang San sudah memenggal dua kepala Srigala itu.
Dua Srigala yang sempat menyerang Zhang San mundur dengan luka di tubuh nya terkena tebasan pedang, lalu berkata "Dia bukan manusia sembarangan. Cepat bantu menghabisi nya" sembilan orang maju dan satu nya lagi pergi melapor kepada Raja Srigala..
Dong Hu melawan satu orang. Sedang kan Zhang San melawan delapan.
__ADS_1
Cakaran datang dengan cepat mengarah ke Dada Dong Hu. Dia menghindar melompat ke kiri. Lalu menebaskan pedang nya ke arah cakar itu. Akan tetapi tidak mengenai, Srigala terkenal dengan kelincahan dan kecepatan nya. Apa lagi kini dia menghadapi yang satu tingkat di atas nya.
Dong Hu berguling guling melepaskan cakaran yang terus datang tanpa memberi nya kesempatan mengambil nafas. Seeeeet... Satu cakar mengenai punggung nya.
Zhang San melihat Dong Hu terdongak karna luka cakar dipunggung nya langsung menggunakan langkah bayangan. Lalu menebas tangan yang mencakar Dong Hu.
Tangan itu terjatuh. Sedetik kemudian dia memutar mata pedang keatas dan Creeeeez satu kepala jatuh lagi. Dia marah dan menginjak kepala Srigala itu hingga hancur.
Melihat teman nya mati. Mereka bukan nya mundur. Malahan lebih ganas. Andai saja mereka mempunyai teknik bertarung. Mungkin Zhang san akan sangat kerepotan. Untung nya mereka hanya mengandalkan fisik saja. Namun Fisik di tingkat suci tahap puncak tidak boleh di anggap remeh.
Delapan orang yang tersisa terus saja menyerang. Yang mereka yakini. Orang di hadapan nya yang harus lebih dulu di bunuh agar mendapatkan kedua nya.
"Teknik Pedang Petir, Tebasan Dua Gelombang"
Empat orang berhasil lolos. Tapi tidak dengan empat lain nya. Yang langsung menjadi abu.
Mereka geram. Lagi-lagi harus kehilangan teman nya, "Dengan empat orang kita mana bisa menang" ungkap salah satu yang memengang lengan nya yang terbakar karna efek ledakan mengenainya.
"Kita ulur waktu hingga Raja datang kesini" yang lain menimpali lalu menyerang lebih dulu. Dentingan suara pedang yang beradu dengan Cakar terus terdengar. Sesekali teriakan nyaring juga tak ketinggalan. Mungkin jika hanya pedang tingkat menengah seperti pedang yang dimiliki oleh Dong Hu. Tak kan bisa melukai kulit atau pun memotong cakar itu. Tapi berbeda dengan Pedang Bintang yang mempunyai ketajaman luar biasa meski pun tak di asah..
"Tebasan Dua Gelombang" Dua garis cahaya menyilang bak laser yang langsung melesat menghantam satu sosok Srigala itu. Kemudian dia menggunakan langkah bayangan dan bergerak ZigZag sambil memotong leher tiga orang yang tersisa..
__ADS_1
Zhang San menyapu debu yang ada di telapak tangan nya. Lalu mengeluarkan api matahari untuk membakar semua tubuh Srigala Evolusi itu. Dia tak mungkin menyimpan nya untuk di makan 😁
"Bagaimana punggung mu Paman?" Zhang San menyingkap baju belakang Dong Hu. Dan melihat koyakan tiga jari memanjang sampang kepinggang.
"Sudah agak baikan Patriak, Terima Kasih menolong ku lagi" ucap nya menunduk malu karna beberapa kali di tolong oleh Patriak Muda nya itu.
"Tak perlu kau pikirkan Paman, semoga kita mendapat bahan membuat Pil untuk meningkatkan tingkat kultivasi mu, lebih baik kita pergi. Sebelum kawanan Srigala itu datang membawa bantuan." Kata nya lalu memapah Dong Hu pergi dari lokasi pertarungan.
Sepeninggal mereka berdua, kira- kira dua batang dufa, Raja Srigala datang ke tempat pertarungan bersama jendral yang berada di tingkat Suci tahap puncak.
Namun mereka tak mendapati apa-apa selain abu yang menumpuk dan sisa kehancuran hutan. Dia pun berteriak marah "Berani sekali mereka membunuh bangsaku," kemudian dia memanggil Jendral nya "Cari mereka dan tangkap hidup- hidup. Aku ingin menyiksa mereka berdua dan memakan anggota tubuh mereka di hadapan mata kepala mereka sendiri" ucap nya lalu merubah bentuk tubuh nya ke Tubuh Srigala yang sangat besar kemudian kembali ke istana nya.
Jendral Srigala memerintahkan semua pasukan nya untuk menyusuri hutan dan menangkap dua orang manusia itu..
Di sisi yang lain. Zhang San dan Dong Hu masuk kedalam Dunia Jiwa. Mereka berdua tidak tau bahwa perintah raja Srigala sudah di lakukan.
Sesampai nya di tempat tabib. Zhang San meninggalkan Dong Hu, dia pergi ke area terlarang yang disana adalah tempat tinggal Han Oyang. Dia melarang semua anggota sekte atau siapapun untuk menginjak kan kaki nya di area terlarang. Dan bagi siapa yang melanggar akan di hukum mati. Karna itu adalah permintaan langsung dari Han Oyang sendiri,
"Paman" panggil nya kepada Han Oyang yang sedang duduk di gajebo sambil menyeduh teh Surgawi yang di berikan sebagai oleh- oleh dari Kaisar Yu Tai Ba.
"Tumben kau kesini Tuan" ucap nya. Meski Han Oyang Dan Zhang San dalam ikatan Budak dan Tuan. Namun Han Oyang tak pernah bersikap seperti budak. Akan tetapi Zhang San juga tidak mempermasalahkan nya. Karna mereka saling membutuhkan.
__ADS_1
Wuuuush.. Zhang San langsung mengeluarkan Rumput bintang, gingsei Air yang sudah berevolusi dan kerang mutiara. Serta bahan yang lain nya..