
Tian Binjai bergidik ngeri melihat kematian tetua Hung yang mati terbakar menjadi abu, Dan hilang begitu saja di terpa angin yang bersiul.
Tetua Hung yang berada di atas ku tingkatan nya mati begitu mudah, Apa lagi aku yang berada di bawah nya, Sial, Sial, Sial" Gumam nya sambil menyeka keringat yang muncul banyak di kening nya.
Dia memberanikan diri menyerang dengan teknik pedang tanpa wujud, Akan tetapi Zhang San melawan nya dengan teknik yang sama, Yang lebih kuat daya serang nya. Membuat nya putus asa.
Zhang San menyeringai menatap Tian Binjai, yang terlihat mengontrol nafas yang terlihat putus-putus, karna terlalu banyak mengeluarkan energi.
Lalu Zhang San terbang mendekat ke arah nya.
"Jangan mendekat!" Pinta nya, Tian Binjai mundur kebelakang hingga terjatuh dan terduduk di tanah.
Zhang San membentuk Pedang aura lalu melempar kearah telapak tangan Tian Binjai, Menciptakan raungan yang menggelegar disana.
Tian Binjai menatap tajam kearah pemuda itu, Dia tak menyangka hidup nya akan berakhir di ujung derita.
Zhang San melempar lagi Pedang aura ke arah kaki, Dan sekali lagi teriakan keluar dari mulut Tian Binjai.
Tian Chang tersadar dari pingsan nya setelah mendengar jeritan pilu, Dia melayangkan pandangan nya untuk melihat di mana asal suara. Dia belum menyadari bahwa ada orang di samping nya menjaga nya.
"Senior!" Ucap nya kepada Dong Hu yang bersandar di batang pohon.
"Bagaimana dengan luka mu?"
Tian Chang tersadar lalu mengusap dada nya, Dia merasakan ke anehan, Dia terus meraba-raba, Tapi tidak lagi merasakan sakit yang menyesak kan dada nya. "Terima kasih banyak, Senior telah menyelamatkan saya!" Ungkap nya tulus dari hati, Sulit mencari orang yang mau ikut campur dan membantu perselisihan Klan.
"Bukan aku yang menolong mu, Tapi dia!" Tunjuk Dong Hu kepada tuan muda nya, Tak mungkin dia mengambil kebaikan orang lain hanya untuk memiliki nilai kebaikan dimata orang lain.
Tian Chang sudah merasa kuat berdiri, Dia pun bangkit lalu berjalan mendekati teriakan yang terus terdengar.
Tian Chang menatap wajah penuh luka yang di derita oleh Tian Binjai, "Metode pemuda ini cukup kejam" Batin nya lalu bertanya kepada Tian Binjai "Siapa saja yang berkomplot dengan Binjai!?" Tanya nya dengan keras
__ADS_1
Tian Binjai menatap tajam Tian Chang "Haha haha Bunuh saja aku, Aku juga tak ingin hidup menanggung malu, Cepat..!" Teriak nya kepada Tian Chang yang masih memasang wajah serius.
"Mau di apakan orang ini Tuan?" Tanya Zhang San.
"Aku akan menghilangkan kultivasi nya lebih dulu" Lalu Tian Chang memukuk tepat di dantian Tian Binjai dan ledakan kecil terjadi
Duar..!
Darah kembali merembes di sela bibir Tian Binjai yang wajah nya sudah hampir sulit di kenali. Karna Zhang San memukul tepat di wajah berkali-kali.
Setelah itu Tian Chang memukul tengkuk Tian Binjai, Membuat nya pingsan seketika.
Kemudian dia mengalihkan pandangan nya "Kemana kah kalian akan pergi?" Tanya nya kepada Zhang San dan Dong Hu.
"Kami ingin ke Klan Tian untuk mencari seseorang" Sahut Zhang San ramah.
"Sangat kebetulan kalian menyelamat kan ku, Seperti nya ini sudah di atur oleh Penguasa Alam, Siapa yang ingin kalian cari? Siapa tau aku mengenalnya!" Tanya nya lagi.
Terlihat alis nya sedikit terangkat mendengar nama itu di sebut, "Kau siapa nya?"
"Sungguh orang ini banyak bertanya!" Batin Zhang San yang mulai kesal "Aku bisa di anggap murid nya" Sahut Zhang San agar mudah
"Kalau begitu, Kau menolong orang yang tepat, aku akan mengantar kalian ke tempat Tuan Zhu, Ayo ikuti aku!" Ucap nya yang langsung menggendong Tian Binjai yang pingsan.
Zhang San mengangguk dan mereka terbang beriringan.
Setengah jam kemudian...
Mereka mendarat di depan Pintu besar kediaman khusus Tian Zhu yang di jaga oleh empat orang yang berada di tingkatan kaisar tahap puncak.
"Buka pintu!" Pinta Tian Chang yang langsung di segerakan oleh penjaga, Karna mereka tau Tian Chang adalah tangan kanan Tuan mereka, Tian Zhu.
__ADS_1
Klan Tian adalah yang terluas di kota Tianlu, Karna mereka adalah pemimpin Kota itu.
Dan selama ini tidak ada yang berani mengacau, Tapi semenjak di lantik nya patriak muda Tian Wujie terlihat ada berbagai perselisihan yang tak mendasar terjadi di sana.
Swosssssh...! Sebuah pedang meliuk-liuk keluar dari sarang nya menerjang kedepan dengan pengontrolan energi yang baik pedang itu terus mengejar Zhang San.
Melihat itu Zhang San tersenyum lalu mengambil pedang Bintang nya.
Dentang.. Dentang..
Suara pedang terus beradu energi tak kasat mata terlihat menyapu debu di bawah sana. Membuat penglihatan sebagi orang yang berlalu lalang disana terganggu, Mereka menghentikan jalan mereka dan memperhatikan pedang terbang yang jual beli serangan.
Para penjaga datang setelah mendengar bunyi keributan dan melihat di atas melayang seorang pemuda yang menahan sebilah pedang.
"Apa kah dia menyinggung tuan Rumah? Adakah yang bisa menjelaskan padaku?" Tanya pemimpin penjaga kepada rekan nya.
Beberapa orang terdiam, Hanya satu orang yang maju lalu menyampaikan apa yang dia tau "Begini pemimpin, Orang itu tadi masuk bersama tetua Tian Chang, Tapi entah mengapa tiba-tiba saja sebilah pedang menyerang nya"
"Baik lah, Kalau begitu kalian bubar dulu, Jika ada sesuatu yang mencurigakan, Lapor!" Selesai berkata sang pemimpin penjaga masuk ke dalam, Dan melihat tuan rumah sedang memainkan jari nya mengontrol pedang terbang itu..
"Haih, Mungkin itu ujian, Tapi jarang sekali melihat tuan tersenyum" Batin kepala Pimpinan jaga. Lalu dia kembali tidak jadi bertanya.
Zhang San mengeluarkan teknik nya "Teknik Pedang Tanpa Wujud, Aura Pedang" Gumam nya dengan nada rendah tapi memfokuskan hanya kepada satu titik dimana arah benang Qi tipis itu berasal.
Tian Zhu terkejut merasakan aura pedang yang siap menembus tubuh nya kapan saja, Lalu dia menarik kembali pedang nya dan memasuk kan kembali ke dalam warangka nya.
"Kemampuan mu semakin meningkat bocah!" Ucap nya dari jauh, Padahal dia berucap tidak lah nyaring, Entah kenapa suara nya terdengar di telingan Zhang San dengan jelas.
"Salam senior!" Ucap nya turun dari udara dan menapak kan kaki nya ketanah lalu masuk kedalam dan menemukan di sana orang yang pernah menolong nya tengah membentangkan tangan nya.
Zhang San juga membentang kan tang nya dan mereka berpelukan layak nya seorang anak yang pulang kerumah orang tua nya..
__ADS_1