ZHANG SAN

ZHANG SAN
Gempar


__ADS_3


Xia Lan meletakkan Xia Lang yang pingsan karna ulahnya juga dan memberikan energi Qi untuk menyadarkannya.


Detik berganti, Xia Lang akhirnya sadar dan perlahan membuka mata. Dia melihat keatap yang berlubang dan menyadari sekarang dirinya sedang berada dikamarnya. Kemudian menoleh.


"Ayah!" Panggilnya ketika melihat Xia Lan berdiri didekat jendela.


"Ceritakan siapa musuhmu! Aku rasa jika dia orang dari benua timur atau barat dia pasti tau tentang pengaruh kita, dan tak mungkin mengganggu Klan Bayangan" Sahutnya tanpa menoleh dan dia masih memandang pemandangan diluar yang sebenarnya tidak menyedapkan mata, karna hatinya sedang gundah.


"Aku juga belum tau pasti ayah, Tapi ada kemungkinan ini berkaitan dengan Xia Meng putra dari Xia Mei dan suaminya Su Chang He"


Sedikit kerutan diwajah Xia Lan "Apa yang membuatmu berpikir ke arah sana?" Tanyanya dengan bingung


"Anak kedua ku menghajar Xia Meng dan ada sosok berjubah hitam yang menolongnya, dan aku menyuruh dua tetua tapi mereka juga terbunuh lalu terjadilah pembunuhan yang selanjutnya hingga Xia Xia dan kini Xia Hai" Ucapnya dengan pilu, Biar bagaimanapun juga kehilangan anak adalah satu pukulan keras yang bisa menggangu mental, Apalagi tiga orang dalam rentang waktu yang berdekatan


Dengan kekuatannya bahkan belum bisa menemukan pemubunuh ketiga anaknya.


...............


Zhang San mengeluarkan bungkusan yang dia bawa dari cincin dimensi miliknya. lalu mengambil sesuatu dari cincin dimensi bekas milik Xia Hai.


Wush~~~ Dia melemparkannya bungkusan itu, lalu melemparkan Tombak milik Xia Hai hingga bungkusan itu terkait dan ikut menancap, Setelahnya dia melesat bagai kilat dan menghilang.

__ADS_1


Bungkusan itu mulai dilihat oleh beberapa orang yang lewat, dan itu benar benar menancap di Papan Nama yany berada diatas pintu masuk kediaman Patriak.


Darah yang mengalir mulai menggenangi lantai, Suasana gaduh pun mulai terdengar riuh hingga salah seorang dari penonton maju kedepan "Diamlah kalian" Ucapnya. seketika kerumanan itu terdiam karna yang berbicara adalah seorang tetua klan.


'Patriak, Keluarlah, ada sesuatu yang harus kau lihat, ini sangat penting' Ucap tetua itu melalui telepati.


Ketika Mereka berdua masih membicarakan suatu hal yang berkaitan dengan pembunuh Anak dan Cucu mereka. Pesan telepati menjeda " Ayah, ada sesuatu yang terjadi diluar, aku harus segera melihatnya"


"Aku juga akan kesana" Mereka berdua keluar bersama dan ketika Xia Lan membuka pintu, Dia melihat kerumanan yang banyak sedang berkumpul menatap keatas pintu. "Ada apa ini?" Tanyanya.


Semua mata tertuju kearah Suara "Hormat kami pada leluhur" Mereka segera berlutut melihat Xia Lan yang memang menjadi kekuatan tak terkalahkan di dua benua ini sekarang.


"Patriak! Leluhur Lan!" Tetua itu memanggil dan menunjuk kearah bawah dimana genangan darah mulai mengering.


"Ayah ini~" Kalimatnya langsung tercekat seketika. dia jelas mengenali bungkusan yang juga pernah dikirim kepadanya tempo lalu.


Sedangkan Xia Lan mengenali Tombak yang pernah diberikannya kepada Xia Hai. Dia langsung menggunakan energi sepiritual untuk menurunkannya dari atas pintu dan membuka bungkus itu.


Duar..! Bagai sembara petir, Ketika bungkusan itu dibuka, dan itu mengenai hati semua orang yang melihatnya dengan kedua mata mereka.


Terpampang dengan jelas kepala Xia Hai dengan mata yang seperti menyiratkan ketakutan..


"Xia Hai, Anakku" Xia Lang menangis, tidak adalah kewibawaan seorang patriak yang terlihat, dihadapan anggotanya yang lain dia bersimpuh, Sebagai orang tua yang menyayangi anak, dia jelas menangis. meskipun dia kejam dengan orang lain, Tapi kepada ketiga anaknya tak pernah dia membentak atau memarahi entah apapun yang mereka lakukan.

__ADS_1


Jejak kemarahan terpancar dari mata Xia Lan yang memandang penggalan kepala yang berada diatas kain yang bernoda darah itu. Segera dia melambaikan tangannya, Seutas energi berwarna kuning terlihat dan mengangkat kepala itu hingga melayang.


"Xia Lang, Ambil dan kuburkan dengan layak, baru kita pikirkan bagaimana menghadapi orang yang hampir tidak ada... Seperti hantu" Tidak ada senyuman disana ketika dia berbicara. hanya kemarahan dihati semua orang tidak akan mereda kecuali pembunuhnya dapat dihukum yang seberat-beratnya.


Selesai berkata dia langsung berbalik dan masuk kedalam rumah meninggalkan semua orang dengan menahan air mata yang hendak mengalir sudah.


Xia Lang mengambil kepala Xia Hai lalu membungkusnya dengan kain baru, "Aku tidak akan menguburnya hingga pembunuh itu ditemuka" Dalam kata-katanya tersirat kemarahan yang besar "Kerahkan semua anggota untuk mencarinya. jika dia tidak muncul dalam satu hari, hancurkan bebeberapa Klan dan berikan peringatan secara tertulis Jika dia tidak muncul, maka semua orang akan dimusnahkan"


"Baik" Salah satu tetua segera menyahut lalu dia memberikan pengarahan kepada yang lainnya.


Seribu anggota Klan Bayangan yang terdiri dari Tingkatan Dewa Kuning dan Biru bergerak keluar dari wilayahnya. ini adalah pergerakan yang cukup besar hanya untuk menangkap tikus yang bisa bersembunyi dalam tanah.


Mereka berpencar dan mulai membasmi Klan Kecil yang tidak bersalah.


Kegemparan terjadi, Bukan hanya di kota Yuan saja yang terjadi pembantaian itu, melainkan Kota yang lainnya juga. selama Klan itu tidak terikat dengan mereka maka akan segera dimusnahkan. tapi itu baru berlaku untuk Klan kecil


Zhang San yang sekarang berada di sebuah Resto mendengar hal yang dibicarakan oleh dua orang pemuda, Segera dia berjalan dan mendekat, "Bolehkah aku duduk disini" Ucapnya, Setelah mereka berdua memandang Zhang San, Zhang San pun membuat sebuah senyuman lalu berkata lagi, "Maaf tadi aku mendengar kalian membicarakan hal yang menarik, jadi aku ingin mendengar hal yang lebih detail, jangan takut ini tidak gratis" Segera dia menaruh dua puluh koin emas dimeja.


Kilauan Koin emas itu mampu menyilaukan mata mereka berdua, Segera mereka membaginya dengan adil, lalu salah satunya berkata "Biar aku yang menceritakanya"


"Kini kota Yuan sedang tidak baik-baik saja bahkan tidak menjamin keamanan bagi penduduknya. Karna apa? karna Klan Bayangan sudah mengerahkan seribu lebih orang yang berada ditingkatan Dewa Kuning serta Dewa Biru untuk mencari satu orang saja yang katanya, Katanya orang itu membunuh tiga anak dari patriak Xia Lang. Sejujurnya kami senang ketiga orang itu dibunuh karna dengan begitu, kelakuan mereka yang sering menindas itu terhapus. tapi ini yang menjadi masalahnya. efek dari kesenangan itu berbuah kehancuran"


"Kenapa bisa begitu? Kerutan muncuk dikening Zhang San.

__ADS_1


"Xia Lang mengumumkan kepada setiap orang yang ada dikota. jika sosok itu tidak muncul dan menyerahkan diri dalam waktu dekat, dia akan menghancurkan Setiap Klan, dan itu dimulai dari Klan kecil. Sekarang para Patriak Klan besar mungkin sedang berkumpul untuk membahas permasalahan ini"


__ADS_2