ZHANG SAN

ZHANG SAN
Menyadarkan Patriak Tian Shang


__ADS_3

Zhang San dengan mudah mengimbangi serangan demi serangan yang di lesat kan oleh Patriak Tian shang. Karna pada dasar nya Zhang San lebih tinggi tingkatan nya.


Hanya saja Zhang San tak bisa melukai Patriak Tian Shang, jika terluka maka akan berakibat fatal pada tubuh nya, dan Juga Zhang San sendiri. Karna dia ikut numpang jiwa nya.


"Patriak, Tian Wujie menunggu mu di dunia luar, Sedang kan Klan mu di ambang kehancuran. Ikut lah dengan ku" Ajak Zhang San di sela tangkisan yang di lakukan.


"Anak ku aman dirumah. Kenapa kau mengada ngada tentang nya" Tatap tajam patriak Tian Shang kepada pemuda itu.


"Jika benar, kenapa kau tak pulang" Sahut Zhang San.


Tian Shang terlihat kebingungan dan menghentikan serangan nya. Dia diam tak bergerak. Zhang San juga berdiri santai. Dia tak mungkin menyerang patriak Tian Shang. Karna bukan musuh.


"Kau jangan terpengaruh dengan nya suami ku!" Teriak wanita iblis itu dari belakang. Tian Shang tak bergeming dia terus mengingat-ngingat waktu yang dia habis kan ditempat itu.


"Terkadang aku memang merasa aneh, kenapa tidak ada seorang pun salain kami berdua yang ada di tempat ini. Bahkan burung tau pun binatang yang lain nya juga tidak ada, Tapi di karnakan bersama istri tercinta, Jadi aku menghilang kan perasaan aneh itu" Gumam nya sendiri. Lalu dia menatap ke arah Pemuda yang baru dia temui itu.


"Berapa umur Tian Wujie sekarang?" Tanya nya, Jika tebakan nya benar maka dia memang terperangkap di tempat ini


Zhang San tersenyum mendengar pertanyaan itu, "Seumuran dengan ku" Sahut Zhang San jujur


Kalimat itu seperti bom yang meledak di kepala nya. "Berarti aku benar-benar bersama iblis selama ini" dia pun berpaling dan menatap tajam wanita iblis itu.


"Jika sudah ketahuan, Tak perlu lagi di sembunyikan, Haha Haha" dia tertawa lepas sebelum berubah menjadi bentuk iblis.


"Inikah iblis hati ku? Aku tak menyangka memiliki hal yang semerikan ini dalan diriku" Batin Tian Shang.


"Tunduk lah padaku Tian Shang, Dan kita akan hidup bersama selama nya di tempat ini" Ucap nya dengan suara besar dan serak.

__ADS_1


"Kau telah menyesatkan aku iblis, Kau harus di hancurkan" Ucap nya lalu menyerang iblis itu dengan semua kekuatan yang dia miliki.


Tingkat suci tahap puncak bukan sekedar bualan belaka di tambah pengalaman tempur yang sudah banyak sebelum dapat berdiri tegak di benua barat. Tian Shang menggunakan keterampilan Pedang tanpa wujud. Yang sudah sangat sempurna. Mungkin jika melawan Zhang San lagi di tingkatan yang sama dengan teknik yang sama. Bisa saja Zhang San akan kalah. Tapi berbeda karna Zhang San sudah mencapai tingkat dewa.


Sepuluh pedang Aura berada di belakang Tian Shang melayang dan menari menjaga pemilik nya.


Hanya fluktasi energi yang terlihat seperti sebuah bilah yang siap menghujam...


Sedangkan di sisi yang lain nya.


Hari dimana perang sudah di tentukan. Kekeras kepalaan Tian Cho sudah mendarah daging. Dia sudah tak bisa lagi berpikir yang mana yang lebih baik.


Ketika ambisi yang salah menguasai hati. Itu akan menghancurkan diri.


Seorang adik ingin menghancurkan klan yang di bangun oleh kakak nya sendiri yang sudah ratusan tahun lama nya berdiri. Dengan banyak nya peperangan yang di lewati. Pada akhir nya pecah di tangan Klan sendiri.


"Ini memang sudah tidak bisa lagi di hindari, Keserakahan Paman Cho membutakan mata hati nya. Dia tak lagi memikirkan Bahwa yang ada disini adalah keluarga, Apakah kita harus menyerah Paman Zhu? Sebenar nya aku tak ingin ada perang saudara!"


Semua orang mengangguk kan kepala nya, membenarkan apa yang di ucap kan oleh tetua Li.


"Pertama kita kalah pasukan, Kedua kita hanya akan membunuh rakyat yang tidak bersalah atas nama kedamaian, Jika kita meladeni mereka berperang" Ucap Tian Wujie dengan nada sedih, dia tak pernah menghadapi situasi seperti ini. Dia tak suka akan pembunuhan. Dia juga tak suka akan kekerasan, Bahkan dia tak sungguh sungguh dalam berlatih bela diri atau pun berkultivasi. "Ku harap ayah akan cepat sembuh" Batin nya.


Tian Wujie mengalihkan pandangan nya ek arah Tian Zhu dan bertanya "Paman Zhu, bagaimana keadaan saudara Zhang? apakah dia sudah bangun?"


"Seperti nya belum dan terakhir yang kita lihat dia masih duduk di tempat itu tak bergerak, namun nafas nya masih teratur" Sahut Tian Zhu. "Jika dia bangun, Aku sudah menyuruh penjaga untuk mengatakan nya. Bahwa kita disini sedang menghadapi gejolak"


"Menurut paman, Apa yang terjadi kepada nya? Setelah memeriksa tubuh ayah. Dia tidak lagi bergerak dari tempat duduk nya"

__ADS_1


"Aku juga tidak mengerti hal itu Nak, Kita doa kan saja yang terbaik, Sebaik nya kita harus memikirkan yang ada sekarang" Tian Zhu lalu mengarahkan pandangan nya ke semua orang. "Apakah ada yang punya ide dalam pertempuran kali ini?" Tanya nya


Mereka pun terus melanjutkan diskusi mereka..


Kita kembali ketempat dimana mc tercinta berada.


Zhang San masih berdiri melihat pertarungan Patriak Tian Shang melawan iblis hati dia tak membantu sedikit pun. Hanya menjadi seorang penonton.


Hempasan angin dahsyat bagai tornado yang menggulung di keluarkan dari kibasan tangan iblih hati, mengarah ke tubuh Patriak Tian yang mulai lelah.


Braak...! Tubuh patriak Tian Shang melayang mundur kebalakang terhempas dengan keras di tanah akibat serangan itu mengenai nya. Dia perlahan bangkit lalu duduk dan batuk mengeluarkan darah.


Zhang San mendekati kemudian memberikan pil penyembuhan tingkat tinggi, Tian Shang mendongak kan kepala nya. Dan menyambut "Terima kasih Nak" Ucap nya langsung menelan Pil itu tanpa bertanya. Karna dia sudah mencium bau obat yang kental.


"Ini pertarungan mu patriak, Aku tak bisa membantu, Jika kau ingin selamat maka kau harus mengalahkan nya. Mungkin juga kau akan menerima mamfaat nya." Ucap Zhang San yang mundur lagi kebelakang.


"Aku tau nak, Terima kasih sudah memberikan aku obat penyembuhan tingkat tinggi" Dia merasakan luka organ dalam nya telah di regenerasi dan siap melanjutkan ronde yang tertunda.


"Aura pedang..." Teriak Tian Shang mengeluarkan tekanan nya lagi dan lagi. Namun iblis itu hanya di perlambat sedikit.


"Seribu pedang, Hancurkan lah..." Teriak nya, Kumpulan pedang itu bergerak sangat cepat. Karna semangat dan kemauan yang kuat menjadi pendorong dan penolong nya. Patriak Tian Shang seperti menemukan masa muda nya yang bergelora.


Slup... Slup.. Rentetan suara pedang menusuk tubuh iblis hati membawa raungan yang memilukan untuk di dengar.


"Kau tak kan bisa mengalahkan aku Tain Shang, Jika aku mati. Kau pun akan mati" Ucap nya.


Mendengar itu, Tian Shang menghentikan serangan nya, Dia berpikir sejenak. Namun ketika dia berpikir serangan kembali datang kearah nya. Bilah angin tajam memburu tubuh nya.

__ADS_1


"Aku percaya, Aku tak kan mati" Teriak nya mengerahkan semua kemampuan nya dan potensi nya. Kedewaan nya mulai terbentuk dan cahaya menembus jiwa nya dan menghancurkan iblis hati sepenuh nya..


Zhang San kembali ketubuh nya setelah jeda satu detik ketika Han Oyang keluar dari tubuh nya..


__ADS_2