ZHANG SAN

ZHANG SAN
Tak Ingin Menjadi Raja


__ADS_3

Setelah mendengar lama cerita Feng Yaya, Zhang San pun pamit meninggalkan murid cantik nya itu sendiri di kediaman nya.


Zhang San langsung keluar dari dunia jiwa dan muncul di kamar yang dia tempati sebelumnya.


Zai menatap ranjang yang sudah berganti selimutnya. dia terkenang pertempuran nya dengan Ao Zisi, Membuatnya senyum senyum sendiri dan menggelengkan kepalanya.


Kemudian dia meman1ggil Lang Ming beserta empat orang lain nya.


Zhang San melepas segel yang menutupi pintu, Segel itu bisa di tembus dari dalam tapi tidak bisa ditembus dari luar, Makanya Yue Ao Zisi bisa keluar meski Zhang San belum melepas segelnya.


Lima orang datang, Lang Ming, Tian Zhu, Hong Kong, Liu Bai dan juga Ken Zou.


"Bagaimana keadaan diluar?" Tanya Zhang San.


"Izin menjawab" Ucap Lang Ming kepada rekan nya yang lain, Mereka semua mengangguk faham.


"Tidak ada kejadian yang menghebohkan, Jadi kita bisa meninggalkan kota ini seperti biasa tuan, Kapan tuan ingin kita berangkat?"


"Baguslah, Liu Bai dan juga Ken Zou, Kalian berangkat lebih dulu ke kota selanjutnya., dan beli sebuah rumah disana untuk di tinggali, Hong Kong dan Kau Ming pergi ke ibu kota Kerajaan Ming kuras harta disana dan juga apapun sumberdaya yang ada bawa ke sini, Aku akan menunggu kalian" ucap nya.


Lang Ming sambil tersenyum menyerahkan satu buah cincin dimensi penyimpanan. "Apa ini?" Tanya Zhang San.


"Ini adalah hasil dari menguras harta milik Raja Ming Shao di kediaman nya dan juga gudang harta kerajaan, Maaf sebelumnya kami tidak meminta izin karna takut menganggu tuan" Ucap Lang Ming


"Bagus, Sangat bagus, Aku senang dengan kalian, Jika kalian menginginkan sesuatu katakan saja, Aku akan berusaha mengabulkan nya" Ucap Zhang San yang bersyukur karna tanpa di minta mereka melakukan nya sendiri. Cepat dan tanggap itulah yang dia senangi.


Lang Ming memandang rekan nya yang lain, "Kalau boleh aku hanya ingin kembali kedunia jiwa. Aku ingin menemani istriku yang tinggal menunggu lahiran saja tuan" Ucap nya dengan nada rendah


Zhang San langsung membuka portal dunia jiwa dan Lang Ming berdiri dan berkata "Permisi tuan" Setelah itu dia berjalan mundur dan menghilang dari pandangan semua orang.

__ADS_1


"Saya dan Juga Hong Kong akan pergi juga Tuan" Ucap Liu Bai pamit.


"Hati hatilah kalian, Jangan bersinggungan dengan orang lain, Usahakan menghindar terkecuali sudah kepepet, Maka itu wajib melawan, Ingat kabari aku jika sudah sampai. aku masih ada urusan sebentar disini."


Mereka berdua mengangguk. lalu mengalihkan pandangan nya ke arah Tian Zhu yang hanya diam sedari datang hingga sekarang, "Paman, Apakah ada yang paman sembunyikan?"


"Tidak ada, aku hanya kagum saja dengan mu, Baru beberapa hari kita keluar dari dunia jiwa, sepertinya kau akan menerobos kembali"


"Darimana paman tau?" Tanya Zhang San penasaran.


"Meski aku tidak bisa melihat tingkatan mu yang kau sembunyikan, Tapi aku dapat merasakan lingkaran tenaga yang berkumpul di tubuhmu, Ini adalah bakat garis keturunan leluhurku"


Zhang San langsung menghilangkan teknik penekan kultivasinya. dan menunjuk kan tingkat sebenarnya yang di miliki oleh Zhang San kepada Tian Zhu.


"Aku tetap tak bisa melihat tingkat kultivasimu, meski kau sudah melepas penekan nya" Ucap Tian Zhu yang yakin bahwa Zhang San memang sudah jauh meninggalkan nya, dia tak salah menyelamatkan pemuda itu dulunya.


"Sekarang aku berada ditingakt Dewa Bumi tahap puncak, Dan aku hanya menunggu kesempatan saja untuk menembus penghalang Dewa Langit. aku sudah merasa sampai pada gerbang nya" Ucap Zhang San lalu menekan kembali tingkat kultivasinya.


"Aku akan kembali saja, aku sudah tua, Ingin menikmati suasana dunia jiwa dengan santai"


Zhang San kembali membuka portal dimensi dunia jiwa yanh terarah ke kediaman Tian Zhu.


Tian Zhu langsung melangkah tetapi sebelum itu dia memberikan sesuatu berupa kotak kayu terukir gambar burung Phoenix yang sayap nya membentang hingga kebelakang kotak. "Itu adalah pedang milik ku dari leluhurku yang selama ini tak pernah ku pakai, Karna aku tak memiliki energi api, Jadi pedang ini sangat cocok untuk mu, Jika ada yang mengenali pedang ini, Berarti dia satu garis keturunan dengan ku, Dan nanti kau akan mengetahuinya" Ucap Tian Zhu langsung menghilang dan portal dimensi langsung tertutup.


Zhang San keluar dari kamar nya. dan mendapati Fu Zingmin berjalan ke arahnya dengan tergesa gesa.


"Ada apa paman Fu kau terlihat tidak biasa"


"Aku sudah menemukan dimana saudaraku, Dan sepertinya kita harus berpisah" Ucap nya lalu memeluk Zhang San yang sudah membantunya untuk naik ke alam Dewa. jika dia sendirian mungkin tak akan pernah naik ke alam dewa.

__ADS_1


"Baiklah paman, Semoga di masa depan kita bisa bertemu lagi dalam keadaan yang baik dan sehat" Ucap Zhang San lalu memberikan sebuah cincin berisi jutaan koin emas.


"Terima kasih Nak" Ucapnya lagi lalu meninggalkan Zhang San yang berdiri di depan pintu kamarnya.


Zhang San berjalan di lorong kediaman Yue Ao Juan, Dia disapa oleh beberapa murid yang lewat disana. 'Keramahan dan kedamaian sangat terasa di klan ini' Batin nya.


Yue Ao Dalu bersama dua orang lagi berjalan ke arahnya.


"Kebetulan sekali kita bertemu disini! Kami berencana untuk menemuimu" Ucap Yue Ao Dalu


"Ada apa patriak Yue mencariku?" Tanya Zhang San.


"lebih baik bicara di aula saja" Sela Yue Ao Juan.


Yue Ao Juan memimpin jalan nya lalu mereka bersama sama di belakang berjalan.


"Duduklah" Ucap Yue Ao Juan, Tiga orang itu pun duduk.


Patriak Yue Ao Dalu tidak mempermasalahkan sikap Ao Juan karna memang Ao Juan adalah saudara tertuanya yang tak ingin menjadi patriak, Karna bagi Ao Juan dia tak ingin sakit kepala memikirkan semua urusan. dia hanya fokus kepada peningkatan.


"Begini Nak, Raja Ming Shao kan sudah mati, Jadi kursi kerajaan kini masih kosong dan di perebutkan oleh banyak pihak, Apakah Nak Zhang berminat?" Tanya Patriak Yue


"Saya tidak berminat menjadi Raja, Jika Patriak Yue ingin, Maka jadilah Raja, aku tidak keberatan karna sekarang aku akan pergi dari kota ini" Sahutnya.


Kalau dia menjadi raja, Pasti hidupnya akan terpaku di kerajaan saja, Dan itu bukan keinginan jiwa petualang nya. mungkin suatu hari bisa di pikirkan tapi tidak sekarang.


"Kau mau pergi kemana, Biarkan aku ikut" Ucap Ao Zisi


Dua orang itu tersenyum mendengar keponakan jauh mereka ingin mengikuti pemuda yang mungkin akan mengguncang dunia itu.

__ADS_1


"Baiklah.." Sahutnya setelah berpikir beberapa detik.


__ADS_2