
"Hei kau, Sialan! Tak perlu kau ikut campur urusan kami!" Tian Binjai meneriaki Dong Hu tapi dia tidak peduli, Yang dia pedulikan adalah perintah tuan muda nya.
Dong Hu terus saja menghalangi, Hingga pertarungan sengit diantara mereka segera terjadi.
Sedangkan Tian Chang menghadapi orang bertopeng satu nya, Orang itu terlihat lebih kuat dari Tian Binjai, Mungkin dia memang pembunuh bayaran yang asli.
"kau juga siapa?" Tanya Tian Chang tapi tetap siaga dengan tombak runcing di tangan nya yang berdiri sejajar dengan tubuh nya.
Orang itu tak menjawab dengan kata, Melain kan dengan serangan pedang yang siap mencecar tombak Tian Chang.
Dia bergerak seperti angin hampir tak terdeteksi, Tiba-tiba saja sudah berada di belakang Tian Chang dan menyabet kan pedang nya. Akan tetapi Tian Chang memutar tombak nya kebelakang hingga tebasan nya mengenai gagang tombak.
Lalu Tian Chang Mundur dua langkah dan menusuk kan tombak nya. Tapi musuh melompat keudara dan berputar dua kali sambil menebaskan lagi pedang nya kearah kepala. Tian Chang Hanya bisa menahan serangan itu dengan gagang tombak yang membentang di atas kepala nya. Lalu menendang, Namun hanya angin kosong.
Orang itu memamfaat kan Gagang tombak sebagai pijakan nya lalu melentingkan tubuh nya kearah pohon.
Tian Chang mengejar dengan melompat, Pedang dan tombak kembali beradu. Terdengar nyaring dan bising memekak telinga. Terlihat percikan api saat senjata mereka beradu.
'Duar...! Duar..! Pepohanan hancur terkena imbas nya. Sungguh malang nasib pohon yang tak bersalah jadi korban. Andai dia bisa bicara mungkin dia akan mengutuk dua orang itu.
Pertarungan kini menyasar ke perbukitan, Disana pun sama saja. Hanya menyisakan kehancuran, Lubang-lubang yang dalam serta bebatuan yang terangkat dan meledak tak tahan menerima nasib mereka.
Tapi entah apa yang terjadi tiba-tiba saja siluit berbaju Hijau terbang kembali ke tempat pertarungan awal. Di mana sosok itu bukan terbang sendiri, Melain kan terbang karna terlempar, mungkin terkena tendangan yang sangat kuat, Mungkin saja!
Sosok berbaju hijau itu bangkit dan menyapu darah yang keluar dari sisi mulut nya. Siluit itu adalah Tian Chang yang kini merasakan sesak pada dada nya. Terlihat dari pakaian nya ada cetakan telapak tangan yang tersisa cap lima jari membekas disana.
__ADS_1
"Kau akan mati dalam beberapa tarikan nafas jadi gunakan lah sisa waktu yang ada untuk mengingat hari kematian mu!" Selesai berkata sosok itu meninggalkan Tian Chang yang terduduk kembali dan semakin lemab. Kini darah lebih banyak mengalir dari sela bibir nya.
"Rupa nya aku terkena racun lima jari, Dari pembunuh bayaran Tangan Beracun, Apakah aku akan berakhir disini" Gumam nya sedih
Namun takdir masih memihak kepada nya. Sebelum dia pingsan dia sempat melihat seorang pemuda memberikan nya sebuah Pil dan memasukkan kedalam mulut nya..
Sosok bertopeng itu kini datang dengan cepat kearah Dong Hu. Dia juga melepaskan tapak lima jari, Tapi Dong Hu sudah merasakan ada nya pergerakan disana. Dia melenting kan tubuh nya dengan gaya berputar kesamping kanan. Hingga Tapak Lima Jari itu melesat dan hanya mengenaik udara kosong. Terlihat semburat warna kehitaman yang terhembus di sana.
"Racun...!" Gumam Dong Hu dan Alis nya mengerut lalu dia menoleh ke arah Tian Chang, dan mendapati disana tuan muda nya sudah membantu mengobati.
"Hati-hati dengan racun nya!" Zhang San tiba dengan cepat di samping Dong Hu dan mengingatkan.
"Baik tuan muda!" Sahut Dong Hu, Tidak ada ke khwatiran di wajah Dong Hu jika tuan muda nya sudah bergerak. Karna musuh pasti akan bertekuk lutut pada nya, Apa lagi musuh hanya di tingkat suci tahap puncak saja.
"Biar aku yang menangani nya, Paman jaga lah Tetua itu!" Tunjuk Zhang San ke arah Tian Chang yang terbaring di atas rerumputan.
Tertinggal kini Zhang San yang berhadapan dengan Tian Binjai dan pembunuh bayaran bertopeng.
"Anak muda, Tak seharus nya kau mati muda, Ikut lah bersama ku, Dan jadi lah anak buah ku" Tawar Tian Binjai yang melihat potensi dari pemuda itu. Dan dia mendengar bahwa orang yang melawan nya sebelum nya menyebut tuan muda, Jadi jika dapat membuat pemuda ini masuk kedalam kendali nya, Otomatis tetua itu juga akan di dapat kan, Tian Binjai terlalu senang memikirkan nya.
Tapi jawaban pemuda itu menghancurkan hayalan nya.
"Kau akan mati orang tua, Bertobat lah!" Sahut Zhang San dengan tatapaan yang tajam
"Bangsat! Kau tak menghargai sebuah kesempatan! Tetua Hung kita hajar dia, Agar dia tau dengan siapa dia berhadapan!" Ucap nya menoleh kesamping.
__ADS_1
Mereka berdua bergerak bersama satu dengan teknik racun nya. Satu dengan teknik pedang nya. Gerakan mereka saling melengkapi, Membuat Zhang San berloncatan kesana kemari,
"Teknik Tingkat Kedua, Tapak Lima Jari" Tetua Hung menggerak kan tangan nya kedepan dan terlihat warna hitam pekat di tiap ujung jari nya
Tak tinggal diam, Tian Binjai juga mengeluarkan teknik andalan Klan Tian "Teknik Pedang Tanpa Wujud, Seribu Pedang" Ucap nya Lalu terbentuk seribu pedang tak kasat mata yang menari di atas kepala nya yang siap menghancurkan musuh kapan saja,
Zhang San tersenyum dari jarak lima meter, Dia menggerak kan tangan nya membentuk sebuah segel "Formasi Dunia Pedang" Ucap nya yang langsung kubah kecil menutupi mereka bertiga.
"Teknik Pedang Tanpa Wujud, Seribu Pedang" Ucap nya menyeringai menatap Tian Binjai,
"Ka-kau! Kenapa kau bisa menggunakan teknik kami?" Tanya Tian Binjai yang keheranan sambil termundur karna merasakan kekuatan dari teknik yang sama tapi terasa sangat berbeda.
"Di dalam Formasi ku, Kekuatan ku akan meningkat, Dan kekuatan kalian akan menurun, Jadi sebelum kalian mati, Apakah ada pesan tertentu?" Zhang San sambil tersenyum bertanya.
"Bangsat, Aku dari sekte Tangan Beracun tidak akan mati semudah itu!" Teriak nya, lalu melompat, Menerjang dengan telapak tangan yang mengarah kedepan.
Teknik nya ini terlihat sangat mematikan dan Racun nya bisa langsung menghancurkan organ dalam jika tak segera di obati.
Ini memang adalah teknik andalan, Siapa pun murid sekte Tangan Beracun di wajib kan untuk mempelajari nya.
"Matilah..!" Wussh. Telapak tangan itu bergerak cepat ke arah dada Zhang San, Dia langsung mengincar jantung, Karna jantung jika terkena racun maka bisa melumpuhkan fungsi yang lain nya. Itu lah niat tetua Hung.
Tapi racun akan kalah dengan api, Sebelum Tapak Lima Jari menyentuh Zhang San. Zhang San langsung mengeluarkan teknik matahari. "Teknik Api Matahari, Pembakaran Maksimal" Ucap nya rendah namun seluruh tubuh nya langsung di selimuti api ganas yang langsung menghilang kan teknik tetua Hung.
Zhang San langsung membuat satu Pedang Aura di tangan kiri nya yang di padukan dengan Api Matahari lalu dia lempar kearah Tetua Hung yang Masih melayang.
__ADS_1
SLUUUUP....! CIIIIZ...! Saat terkena Tubuh nya langsung terbakar dan tetua Hung terus berteriak hingga teriakan terakhir nya tidak ada yang bisa menolong nya....