ZHANG SAN

ZHANG SAN
Zhang San Vs Gao Yuan


__ADS_3

Duaaaaaar....!


Mereka berdua sama -sama terpelanting kebelakang.


"Ternyata pak tua ini sangat kuat" batin nya.


"Hemm anak muda ini begitu hebat di usia nya yg masih belia, andai tak ada masalah ini. Aku pasti akan menarik nya kedalam klan, tapi sayang" batin nya.


Gao Yuan memasang kuda- kuda nya lalu menggumamkan teknik nya. "Teknik tingkat pertama, Tinju badai" seperti sebuah ombak yg menderu ingin menghancurkan karang. Tinju ini begitu ganas, energi tekonsentrasi dengan baik.


Namun Zhang San tak mungkin cuma menunggu, dia pun juga menggumamkan teknik nya. "Teknik telapak dunia, Tapak penghakiman" Wusssssh sebuah tapak yg sangat besar beradu kembali dengan Tinju badai.


Booooooom....! Mereka sama termundur lagi. Namun dengan cepat mereka bergerak.


Zhang San menendang di arah kepala namun di tangkis dengan tangan kiri. Kemudian Gao Yuan menendang ke arah dada Zhang san yg masih di udara. Namun Zhang San memutar kan badan nya dengan memamfa'at kan tendangan itu.


Lalu dia mundur beberapa langkah kemudian menggumamkan teknik nya.


"Teknik telapak dunia, Sepuluh ribu tapak" besar dan kecil tapak tercipta dari energi qi yg besar. Dan dia membalut nya dengan teknik api matahari. Hingga menimbulkan hawa panas yg menyengat. Lalu dia lepaskan ke arah Gao Yuan.


Namun Gao Yuan penuh dengan pengalaman. Dia bergerak dengan kecepatan nya. Melepaskan diri dari gempuran tapak yg datang silih berganti. 


Kemudian dia menghilang dari pandangan. Dan muncul di belakang Zhang San dengan Teknik nya.


"Teknik tingkat ketiga. Tinju penggetar sukma" tinju ini dapat menghancurkan jiwa. Apa lagi jika terkena tinju ini dengan jarak dekat bisa berakibat mati di tempat.


Namun Zhang San Juga Menghilang dari pandangan Gao Yuan.


"Bukan hanya kau yg punya kecepatan" ucap Zhang San sambil mencabut pedang nya. "Teknik pedang petir tebasan dua gelombang. Wuuuuush..... Baaaaaaam....!


Dua larik cahaya itu menghantam Gao Yuan hingga terlempar ratusan meter.


Namun Gao Yuan Masih bisa berdiri kokoh.

__ADS_1


"Jika aku tak punya fisik yg kuat. Mungkin sa'at itu tubuh ku bisa hancur. Sungguh teknik tingkat langit memang hebat." Ucap nya.


"Aku tak menyangka tubuh nya mampu menahan teknik ku, Padahal teknik itu sudah ku sempurna kan tapi masih belom bisa menghancurkan nya," batin nya.


Di sisi lain. Hong Houcun sedang berbincang serius dengan ayah nya.


"Ayah. Bagaimana menurut mu. Apakah aku harus membantu nya.?"


"Kita lihat dulu perkembangan nya. Karna kita tau patriak Gao Yuan adalah tingkat kaisar tahap puncak. Sedang kan ayah masih berada di bawah nya. Jika kita membantu tanpa berpikir. Kita juga yg akan kena imbas nya. 


Kita akan berangkat kesana dan membawa sebagian anggota elit yg kita punya. Tapi ingat jangan terlalu menonjolkan diri."


"Baik ayah, aku akan lebih dulu berangkat"


"Ini sebuah kesempatan untuk menjatuhkan Klan Gao" batin nya sambil mulut nya tersenyum.


Lalu Hong Haocun mengabari bawahan nya. Dan melesat dengan cepat menuju lokasi.


Di sisi lain, Di dalam rumah. Cao Ling An terus berdoa untuk kesalamatan Suami nya..


Setelah teknik di keluarkan. Suara gemuruh menggelegar di langit. Awan hitam menggulung awan putih di langit


Fenomena itu pun di lihat oleh sebagian orang di wilayah selatan kota karang putih.


"Apa yg sebenar nya terjadi" langit seolah murka gumam seseorang.


Zhang San melayang di udara. Kemudian Boooom....! Petir besar menghantam tubuh nya.


"Petir emas, ini petir legenda. Petir kenaikan kultivasi. Apakah dia bodoh. Dia memilih menarik petir kesengsara'an di sa'at seperti ini" ucap Gao Yuan.


dia pun langsung melesat untuk menyerang Zhang San yg sedang fokus dalam kultivasi nya. "Ini kesempatan untuk membunuh nya. Jika dia berhasil maka dia akan jadi penghalan keluarga ku di masa depan" batin nya.


"Teknik tingkat ketiga, tinju penggetar sukma" gumam nya. Lalu memfokuskan seluruh tenaga nya di dalam kepalan tangan nya. Dia ingin mengahiri dengan satu tinju ini.

__ADS_1


Namun tiba- tiba waktu terasa melambat.


Zhang San membuka mata nya. Lalu dia menggumamkan teknik nya. "Teknik pedang tanpa wujud, Aura pedang, Teknik pedang petir, amarah dewa.


Aura pedang menjadi satu dengan Petir yg masih berderak di tubuh nya lalu dia arah kan ke tubuh patriak Gao Yuan Duaaaaar...! Kawasan itu berguncang dengan hebat nya. 


Mata- mata yg berada di pohon pun langsung melesat menjauh. Karna tak ingin terkena sambaran petir.


Klan Gao yg datang terlambat menyaksikan tubuh patriak nya tersambar oleh petir ganas.


Lalu mereka berteriak. "Patriak....!"


Begitu pula Klan Hong yg di pimpin oleh Hong Haocun melihat itu terasa mati rasa.


"Jika aku yg di posisi itu. Pasti hancur menjadi abu" ucap salah satu bawahan Hong Houcun


Mereka bergidik ngeri. 


Namun patriak Gao Yuan masih hidup setelah terkena serangan telak itu. Namun Zhang San tak akan membiarkan ada penghalang nya nanti di masa depan. Lalu dia pun melesat dengan pedang yg aliri petir. "Tebasan dua gelombang" gumam nya. Sekali lagi tubuh patriak terbang hingga ratusan meter. Kemudian Zhang San melesat menggunakan "Teknik langkah bayangan"


Dia mendahului Patriak Gao yg masih belom berhenti dari terlempar nya. Lalu dia menebaskan nya pedang nya kembali. Kemudian terdengar suara booooom....! Tubuh patriak Gao Yuan meledak yg tersisa hanya cincin di mensi nya.


Dia pun mengambil nya. Lalu terduduk kehabisan energi. "Aku harus terus berlatih mengontrol energi. Jika begini terus aku akan mati kehabisan energi" gumam nya. Lalu mengambil pil pemulih energi di cincin nya.


Dia tak lagi menyadari bahwa anggota Klan Gao banyak sudah berkumpul. Lalu di sisi mereka ada yg berteriak. "Bunuh dia"


Semua anggota klan yg hadir itu menarik pedang nya. Kemudian berlari ke arah Zhang San yg masih duduk menyerap pil pemulihan.


Namun harapan mereka terpatahkan. Karna Hong Houcun datang membawa banyak orang. Dan menghabisi mereka dalam pertempuran yg singkat.


Hong Yubai selaku ayah nya Hong Houcun. Tersenyum melihat kemenangan yg di dapat oleh anak nya. "Kesempatan yg bagus tidak datang dua kali." Ucap nya


Kemudian dia memimpin anggota nya menuju klan Gao untuk mengambil wilayah klan itu. Dia berkata "Patriak kalian sudah mati. Jika kalian ingin hidup. Menyerah lah. Jika kalian ingin mati. Bersiap lah" ucap nya sambil mengeluarkan tekanan energi nya.

__ADS_1


Sebagian ada yg memilih mati. Karna tak ingin di perbudak. Sebagian nya lagi memilih menyerah. Karna hidup lebih penting bagi mereka..


Sedang kan Hong Houcun berdiri di samping Zhang San, menunggu nya bangun menyelesaikan pemulihan energi nya....


__ADS_2