ZHANG SAN

ZHANG SAN
Yun Xia Mei 2


__ADS_3

"Pergilah" hanya kata itu yg keluar dari bibir manis nya. Namun mereka berlima tak terima dengan pengusiran itu.


Salah satu dari mereka mengulurkan tangan nya untuk menarik Xia Mei. Namun tiba- tiba tangan itu terhenti diudara.


"Aaaaaaakh" dia berteriak kencang sebelum kematian nya.


"Apa yg terjadi..?" Semua orang yg berada di rumah makan itu menoleh kearah suara.


Empat orang yg berada di dekat nya tak menyangka. Kejadian itu begitu cepat.


Xia mei menarik pedang yg berada di meja dengan sekejap memasuk kan nya kembali di sarung nya. Lalu dia berkata "Jika tak ingin mati, pergilah" setelah itu tak ada lagi kata yg keluar dari mulut nya, dia mengayun kan tangan nya dan memakan makanan yg tersedia.


Lima orang itu mundur dengan perlahan. Setelah beberapa langkah mereka lari lalu kembali kedalam ruangan pribadi..


"Aku akan pergi sebentar" ucap Yun Hai lalu berjalan ke meja kasir,


Setelah sampai Yun Hai pun bertanya. "Apakah aku bisa membeli informasi" Tanya nya kepada kasir yg duduk santai sambil membersihkan kuku nya.


Kasir itu melirik ke arah Yun Hai. Lalu dia berkata. "Lurus lah ke jalan itu. Lalu naik tangga kemudian belok kiri. Lalu kau akan menemukan orang yg bisa menjual informasi" ucap nya lalu melanjutkan lagi aktivitas nya yg terganggu oleh iklan.


Sepeninggal Yun Hai, Xia Mei lalu berjalan kearah taman yg berada di depan rumah makan itu. Lalu dia mencari kursi untuk duduk dan menikmati pemandangan, melihat kupu- kupu yg terbang dan kadang hinggap di antara bunga yg bermekaran membuat hati nya sedikit tergerak.


Zhang San melihat dari balik pohon yg agak besar. Dia belom ingin bergerak terlalu dekat. Dia menekan habis tingkat kultivasi nya. Agar tak terdetekai keberada'an nya.


Dia memandang keindahan yg tersenyum itu. Seperti senyum istri nya. Namun perbeda'an nya. Istri nya sewaktu dia tinggalkan masih berada di tingkat prajurit tahap menengah. Dan wanita ini di tingkat kaisar tahap awal, "Aku harus menyelidiki nya lebih jauh. Namun sa'at ini aku harus berhati- hati karna orang yg berada di dekat nya berada di tingkat kaisar tahap puncak juga."


Beberapa pasang langkah mulai mendekat kearah Xia Mei yg sedang duduk santai. "Ada apa lagi kalian kesini, apa tak cukup yg ku peringatkan" ucap nya dengan keras.

__ADS_1


Suara tepukan tangan menggema disana. "Aku suka wanita dingin, itu adalah suatu hal yg membanggakan bila di dapat kan" sahut seseorang yg terlihat seperti tuan muda.


Yaa Dia adalah salah satu pangeran dari selir yg di nikahi oleh Hao Fengying. Dia adalah bakat muda yg langka. Di umur nya yg masih dua puluh tahun. Dia sudah mencapai tingkat kaisar tahap awal. Bukan hanya itu. Dia juga ahli dalam bisnis perdagangan, namun satu hal yg kurang baik dari nya. Dia selalu mempermainkan keindahan.


Banyak yg jadi korban permainan nya. Orang tak berani mengganggu nya. Bukan karna Bakat nya. Melainkan dia adalah anak raja.


"Aku hanya ingin berkenalan dengan dan makan bersama. Ayooolah apalah salah perminta'an ku ini" kata nya sambil menampil kan senyum manis.


Namun Yun Xia Mei tak tergerak hati nya dengan senyum itu. Dia masih dengan gaya cuek nya. Lalu berdiri hendak pergi.


"Ayoo lah aku tak berniat menyakiti mu. Namaku Hao Heng. Aku pemilik rumah makan ini. Dan disini wilayah ku" Ucap nya mencoba menarik perhatian Yun Xia Mei.


"Aku tak peduli kau siapa. Enyahlah" sahut nya langsung meninggalkan mereka berlima.


"Tangkap dia untuk ku" Perintah Hao Heng kepada anak buah nya yg langsung bergerak mengelilingi Yun Xia Mei.


Namun Yun Xia Mei langsung menarik pedang nya cepat dan melompat kesalah satu dari mereka dan menaruh pedang nya di leher musuh lalu dia menekan nya sedikit hingga darah keluar diantara mata pedang.


"Sedikit saja kalian menggerak kan kaki. Orang ini pasti mati." Ucap nya


"Cepat tangkap dia" Hao Heng meneriaki mereka yg terdiam seperti patung.


Melihat pergerakan mereka, Yun Xia Mei langsung menarik pedang nya hingga terlepas satu kepala yg di sandera nya.


Kemudian dia melompat keatas, lalu turun menukik kearah salah satu nya lagi yg tersisa. Dengan gerakan cepat dua kepala terlepas.


Kejam dan dingin itu lah yg dapat di sematkan dalam panggilan nya.

__ADS_1


Satu orang yg tersisa mundur dan hendak berlari. Namun punggung nya tiba- tiba terkena tendangan. Yaa Hao Heng yg menendang nya untuk menjadi umpan.


Setelah Yun Xia Mei membelah tubuh itu dia dikejutkan oleh serangan tombak yg datang secepat kilat menghantam perut nya . Namun secara reflek energi pertahanan menyelimuti perut nya. Hingga terhindar dari satu bahaya. Namun bahaya yg lain datang lagi.


Tapi kali ini dia sudah siap dengan genggaman pedang yg dia kuatkan. Bilah pedang nya memancarkan energi hitam.


"Teknik pedang hitam, Penebusan Dosa"


Seluit pedang hitam dengan energi kematian seperti membelah ruang di lepaskan Yun Xia Mei. "Tak ada yg lepas dari teknik ku" gumam nya.


Hao Heng yg melihat tanda bahaya itu langsung menghalangkan tombak nya di depan dada nya. Lalu dia menggumam kan teknik nya.


"Teknik tingkat pertama. Tombak emas" dari tombak itu keluar cahaya emas dan membesar hingga menutupi tubuh nya. Lalu dia lepaskan. Beradulah dua energi. Satu berwarna hitam. Satu lagi berwara ke emasan..


Booooommm!!


Energi hitam melahap energi ke emasan dan terus melesat hingga menghantam tubuh Hao Heng.


Braaaaakkk!!! Dia terpelanting hingga masuk kedalam rumah makan dan menghancurkan beberapa meja dan kursi.


Tak cukup sampai disana. Yun Xia Mei langsung menerjang dimana arah Hao Heng terjatuh. Dia langsung menusuk kan pedang nya kejantung Hao Heng dan memastikan kematian nya.


Lalu dia melesat terbang mencari sebuah tempat.


Setelah mendapat informasi yg berarti, Yun Hai turun dan melihat kejadian itu, namun dia hanya berlalu tak perduli apa yg terjadi kepada anak raja itu. Kemudian dia melesat terbang mengejar Yun Xia Mei.


Zhang San juga pergi mengejar mereka..

__ADS_1


Sedangkan didalam rumah makan itu. Mereka yg ada disana langsung bubar setelah melihat kematian Hao Heng. Mereka tak ingin di jadikan saksi atau di tuduh sebagai orang yg membunuh.


Para penjaga kota pun berdatangan setelah mendapat laporan dari pelayan yg ada di rumah makan tersebut...


__ADS_2