ZHANG SAN

ZHANG SAN
Tidak Seperti Dunia Dewa


__ADS_3

Zhang San melayang dalam kehampa'an dia membiarkan tubuh nya terombang ambing terbawa arus waktu.


Sesa'at kemudian dia muncul di sebuah puncak gunung yang tinggi menjulang. Awan di sekitar nya menutupi puncak gunung itu berdiri.


"Apakah ini dunia atas. dunia para dewa itu berada? Paman, bagaimana menurut mu?" Dia bertanya melalui telepati.


Han Oyang langsung menjawab nya "Seperti nya kita tidak berada di dunia dewa. Namun aku tidak tau kita berada di mana, cobalah cari manusia. Lalu bertanya kepada mereka!" 


Dia pun mengayunkan kaki sesuka hati nya kadang dia menendang kerikil yang dia jumpai. Kadang dia bersiul menyeru angin. Kadang dia melompat karna kebosanan.


Wuuuush..! Dong Hu tiba- tiba keluar dari dunia jiwa. Dia terkejut sudah berada di hadapan patriak muda nya.


"Ada apa patriak memanggil ku?" Tanya nya.


"Aku hanya bosan berjalan sendiri, temani aku" jawab nya mudah. Lalu melompat ke atas batu dan duduk melihat panorama indah.


Dia sekarang berada di dunia antah barantah yang belom di ketahui nama nya.


Seluas mata memandang hanya hamparan hutan dan gunung yang berbaris rapi membentuk tembok. Entah apa yang di kelilingin nya.


Dari langit. Tetesan air turun perlahan semakin banyak lalu dia membentang kan tangan nya dan berteriak. Aaaaaaaaaaaaa. Sudah lama dia tak mandi hujan. Terasa ada hal yang terpuaskan.


Dari belakang Dong Hu menggelengkan kepala nya melihat tingkah kekanak kanakan Zhang San. Namun dia harus mengerti karna patriak nya ini masih sangat muda.


Muncul dari ujung langit beberapa warna yang indah membentuk lingkaran kebawah. Entah di mana itu berada. Namun yang pasti indah di pandang mata.


"Patriak muda, dimana kah sekarang kita berada?" Dari belakang pertanya'an itu datang. Zhang San langsung memaling kan tubuh nya. Dan dia berkata.


"Aku pun tidak mengetahuinya. Kita cari kota atau desa terdekat lalu kita mencari informasi, ayo berangkat" ucap nya terbang lebih dulu ke arah pelangi muncul.


Dong Hu mengejar dengan kecepatan penuh nya. Namun masih belom bisa mengimbangi kecepatan terbang Zhang San.


"Tunggu..." suara nya tercekat memanggil Zhang San.

__ADS_1


Mendengar ada suara dari kejauhan. Zhang San menengok kebelakang. Namun dia tak mendapati Dong Hu. Lalu dia berbalik.


Terlihat Dong Hu mengatur nafas nya. "Kenapa kau masih disini ketua Dong?" Tanya nya tanpa rasa bersalah. Yang membuat Dong Hu menggelengkan kepala nya lagi mengutuk dalam hati nya.


"Jika saja kau bukan patriak sekte. Ku ketok kepala mu itu"


Melihat Dong Hu yang diam, Zhang San berkata kembali "Baik lah. Kita berjalan kaki saja. Anggap olahraga" ucap nya tersenyum lalu berjalan lebih dulu.


°°°°°


Di dua puncak Pegunungan Kuno yang Sunyi, dua sosok saling berhadapan jauh. Keduanya adalah pria muda.


Yang satu mengenakan jubah hitam, dengan rambut panjang berkibar tertiup angin. Dengan tubuh kekar dan tinggi, mengungkapkan aura dingin dan arogan! Pemuda itu tidak lain, Yan Shong dari Klan Yan


Yang lain, mengenakan jubah putih, tampan dan tidak terkendali, tetapi rambut panjangnya sebenarnya seputih salju, memperlihatkan suasana perubahan. Dan pemuda ini bernama Yu Qin Chang.


Yan Shong mengeluarkan pedang panjang berwana hitam legam dengan pegangan berkepala harimau.


Sedang kan Yu Qin Chang. Dengan pedang putih yang berbalur salju dingin beku.


Alasan mengapa kedua orang jenius ini memilih tempat ini, adalah karena mereka tidak ingin terlalu banyak orang mengetahuinya, tetapi mereka tidak akan menyangka bahwa ada beberapa orang yang datang ke pegunungan terpencil ini. Setelah merasakan napas mereka.


Kita tak harus melakukan ini" ucap Yu Qin Chang yang tak ingin perkelahian terjadi. Karna bila ini terjadi. Akan berimbas kepada hal yang tak di ingin kan.


Misal nya saja salah satu di antara mereka ada yang mati. Kemungkin Klan Mereka akan berperang menjadi lebih besar.


Sedang kan sa'at ini Klan Yu Dan Klan Yan sedang dalam kondisi perang dingin.


Dari kejauhan dua orang berada di puncak gunung berdiri di atas pohon. Mereka memandang jauh kedepan. Melihat apa yang terjadi hingga aura membunuh begitu kuat terasa di pihak Yang berbaju hitam.


Kita kembali ke kedua pemuda itu.


"Aku hanya ingin mengalahkan mu. Dan membunuh mu. Agar hanya aku lah jenius nomor satu di wilayah Tianwu ini.

__ADS_1


Setelah berucap dia langsung terbang mendekat. Dengan pedang hitam ditangan nya dia menggumamkan teknik nya.


"Teknik tingkat kedua. Pembelah Awan"


Wuuuuus..!!


Seluit panjang mengarah ke Yu Qin Chang. Namun dia hanya menghindar sejengkal kaki. Setelah itu dia pun memperpendek jarak nya.


"Teknik tingkat kedua, Salju beku"


Butiran salju yang membias muncul di pedang nya. Hawa dingin sangat terasa di sekitar nya. dia menebaskan pedang secara horizontal. Dan semburat salju yang membekukan mengisi dalam tiap jalur tebasan nya.


Tak ingin menghindar. Yan Shong dengan sigap memasang pedang panjang nya di depan. Dia mengalirkan energi api nya ke arah pedang. Lalu terdengar ledakan.


BAAAAM..!!


Salju mencair terkena panas. Terlihat butiran air yang mengembun berjatuhan dari ketinggian.


"Teknik Tingkat Ketiga, Pedang Bara" Sebuah suara rendah keluar dari mulut Yan Shong. Begitu dia menginjak kan kaki nya, kerikil pecah, Dengan pedang panjang berwarna hitam legam, energi misterius di sekitarnya langsung mendidih, seolah ditarik, diperas dengan gila, dan dipadatkan. Di atas pedang panjang itu.


Kekuatan pedang yang mendominasi dan mematikan tiba-tiba bangkit. Aura yang menghancurkan langit dan bumi, mengejutkan beberapa penonton di kejauhan untuk melihatnya.


Menghadapi pedang kuat Yan Shong, wajah Yu Qin Chang tetap tenang. Dia mengangkat pedang es di tangannya dan berdiri di depannya. Kekuatan di tubuhnya terus mengalir ke pedang panjang, dan energi pedang dingin dilepaskan keluar.


"Teknik Tingkat Ketiga, Kristal Keabadian"


Saat Yu Qin Chang menebas dengan pedang, Lapisan kristal es muncul, dan di mana pun pedang itu lewat, semuanya membeku, membuat orang- orang tampak berada di es dan salju, menggigil yang tak dapat dijelaskan.


Sosok kedua orang itu seperti dua sinar cahaya, terkadang terjalin, terkadang terpisah, dan pedang Qi yang tak terhitung jumlahnya meledak, membelah bumi dan menghancurkan kehampaan, dan ribuan mil di sekitarnya telah berubah menjadi reruntuhan.


BOOOOM!!


Pada saat ini, pedang dan pedang Masih saling bertabrakan, dan ledakan yang memekakkan telinga terdengar. Kekuatan yang mengerikan itu seperti lautan yang bergejolak, menyapu ke segala arah.

__ADS_1


"Sangat kuat patriak. Di umur mereka yang masih terbilang muda. Mereka sudah mempunyai kekuatan yang besar" ucap Dong Hu dari samping kanan Zhang San..


__ADS_2