ZHANG SAN

ZHANG SAN
Pertarungan di halaman Resto


__ADS_3

'Oh jantungku, mengapa kau terlalu cepat untuk berdetak, bahkan hatiku merasa gelisah jika terlalu dekat. Tatapannya, Senyumannya membius pikiran dan jiwa dan mungkin jika terlalu memandang aku akan berada diambang dilema...


Pikiranku, Mengapa engkau kacau hari ini, hanya karna dia, dia yang belum tentu memikirkanmu, bahkan untuk sedetik waktu..


Menatap matamu yang bagai pelangi bersinar setelah hujan, membawa perasaan damai perlahan kian meningkat, Perlahan aku menyadari hatiku mungkin benar benar terpikat kepadamu'


Xia Xia memegang dadanya yang berdegup sangat kencang. tanpa henti hingga dia dapat merasakan nafas pemuda itu begitu dekat dengan telinganya.


"Degh~~~~"


"Aa-apa ya-yang kau i-inginkan?" Tanpa sadar Xia Xia mundur dengan linglung dan hampir saja kakinya tersandung oleh kakinya sediri, untungnya dia cepat mendapat kendali lagi atas dirinya hingga tidak terjatuh. jika tidak, Dia akan sangat malu pada dirinya.


Dia melemparkan pandangannya ke kerumunan yang melihat dia menjadi seperti itu, Lalu, Dia berkata dengan tegas "Jika kalian tidak bubar, aku akan mengubur kalian ditempat ini" Ancamnya dengan mata yang melotot, dan itu bukan kata kata dari anak kecil yang bisa dianggap remeh, Karna semua orang tau apa latar belakang dari wanita itu. terkecuali Zhang San yang memang tidak peduli dengan latar belakang orang lain.


Tidak satu detik pun mereka bertahan disana setelah kata itu dihempaskan. segera mereka bubar dengan rasa kesal yang menjelma dihati dan itu pasti merekat. jika tidak memikirkan keluarga. mungkin mereka akan memanggang gadis pemarah dari klan Xia/Bayangan itu dan menggulingnya bagai babi guling.


Melihat semua orang sudah bubar, Zhang San memiliki senyum yang melengkung sebentar, Itu sebentar saja sebelum kembali kemode datarnya.


"Aku tidak punya urusan denganmu anak kecil, Dan ingat kau yang menabrakan diri kepadaku, jadi jika mencari siapa yang salah, tentu adalah dirimu yang salah. apakah kau mau memberikan kompensasi untukku?"


Zhang San tiba-tiba melangkah maju kembali tapi kini langkahnya dihadang oleh sebilah pedang yang langsung menebas kearahnya. Dia segera mundur satu langkah menarik tubuhnya. lalu melihat kesamping dimana asal pedang itu datang.


"Wush~~~~" Tak perlu banyak kata, Serangkum angin langsung menghempaskan pengawal Pribadi itu hingga menghantam tiang Resto.


"Ups aku tidak pandai mengendalikan kekuatan" Ucapnya terkekeh.

__ADS_1


"Kau, akan ku bunuh kau" Matanya memancarkan Niat membunuh yang kental tapi itu bahkan tidak mengganggu Zhang San.


Segera Energi Qi yang mulai meningkat diperlihatkan oleh Xia Xia dan jubahnya mulai berkibar bahkan rambutnya melambai-lambai.


Dengan menghentakkan kaki ketanah dia melompat bersama aura yang cukup mencekam bagi sebagian orang. Ujung bilah pedangnya diselimuti oleh Api yang panas perlahan membesar membentuk burung api yang siap memangsa lawan.


"Teknik Pedang Api, Burung Api kematian, Bakarlah!" Teriakannya sungguh sangat lantang, seolah jika diteriakan kekuatannya akan bertambah besar. Tapi itu tidaklah mungkin.


"Wush~~~"


*Boom..* Ledakan terjadi ditempat sebelumnya Pemuda itu berdiri. bahkan hembusan anginnya masuk kedalam Resto dan menghancurkan berbagai barang yang dilewatinya.


Belum lagi asap dan debu yang mengambang diudara menghilang, Suara pelan terdengar disamping telinga Xia Xia


Xia Xia memiliki mata yang melotot dan dia segera mengibaskan pedangnya dengan tubuh yang berputar tapi sayang tidak ada seorang pun yang berada didekatnya.


"Apa kau mencariku gadis kecil?" Zhang San muncul dibelakang Xia Xia dan langsung menangkap pergelangan tangan gadis itu dan menekuknya sedikit hingga dia tidak bisa lagi menggenggam Pedangnya.


"Traang~~" Pedang itu terjatuh, Zhang San menarik Tangan gadis itu lagi dan merentangkan tangannya sendiri untuk memberikan sebuah pelukan yang mungkin tidak diinginkan lagi oleh gadis itu.


"Lepaskan aku dari tangan kotormu" Gadis itu meronta tapi apa daya. Zhang San memberikan sebuah segel untuk menyegel aliran Qi dalam tubuhnya. hingga dia hanya seperti mahluk fana tanpa kekuatan hanya tenaga yang tak seberapa.


Menetes, Air matanya jelas menetes karna tak menyangka dia tak bisa berbuat apa apa dengan pemuda ini, Bahkan kini tubuh tak tersentuh miliknya sedang berada dalam pelukan dan satu telapak tangan yang entah disengaja atau tidak mencengkram melon miliknya.


Wajah nya memerah dan panas ditubuhnya meningkat dengan perlahan. 'Dasar cabul Mesum' itu hanya dalam hati karna suaranya juga terkunci.

__ADS_1


"Wush~~~" Sebuah serangan diam-diam menuju kearah mereka berdua. Jelas Zhang San menyadarinya dan dia membawa Gadis yang masih dalam dekapannya itu menghilang. Jika dia membiarkannya berada disana pasti gadis itu akan hancur.


"Duar..." kali ini ledakan lebih besar terjadi dan menghancurkan separuh bangunan Resto, Untungnya para pengunjung sudah lari lebih dulu waktu Xia Xia memberikan serangan pertama.


Satu sosok muncul dengan tatapan tajamnya melihat kearah ledakan. angin berhembus kencang saat itu membantu mereka yang memandang dari atas atap rumah untuk melihat apa hasil dari ledakan tadi. pertanyaan mereka sama, mungkinkah serangan itu kena?


Seketika terlihat hanya lubang ditanah yang besar, selain itu tidak ada tanda tanda bekas kematian. Ataukah mungkin Xia Xia dan pemuda itu menjadi abu?


Mereka tidak dapat memikirkan hal lebih selain itu.


Zhang San muncul kembali di tempat bekas ledakan itu dengan mengambang bersama Xia Xia tanpa merubah posisi awal mereka.


Semua orang memiliki hati yang berguncang dan rahang yang mungkin terjatuh jika tidak merekat pada kulit. Kemunculan yang tiba-tiba itu pun banyak mengundang tanya dalam benak mereka.


"Apakah dia memiliki teknik Ruang?" Satu orang di antara banyaknya penonton dari jauh bergumam dan ketika dia mengaitkan dengan sosok berjubah hitam, Dia seakan menemukan penemuan paling berharga. dan sebuah kejutan terlihat jelas diwajahnya dengan segera dia menggunakan telepati 'Ayah! aku menemukan orang yang kita cari, kini dia ada diresto Coba Rasa sedang bertarung dengan Xia Hai dan juga Xia Xia'


'Ayah akan kesana, Kau tetaplah menjaga jarak!" Tang Rui segera memutus telepati dan melesat melalui jendela kamarnya menuju tempat pertarungan.


Kembali ke pertarungan yang terjadi.


"Emmmmm~~~!!" Xia Xia ingin berteriak minta tolong kepada Kakaknya Xia Hai, tapi dia tidak bisa dan bulir air matanya kian meningkat.


"Lepaskan Adikku, dan jauhkan tanganmu dari tubuhnya!" Xia Hai menatap tajam pemuda yang sedikit familiar di ingatannya itu. dan kebenciannya semakin banyak melihat tangan pemuda itu masih tidak melepaskan Melon adiknya. "Apa kau tidak mendengar ucapanku? Hah!" Xia Hai menunjuk Zhang San yang tersenyum meremehkan.


"Kenapa aku harus melepaskan orang yang ingin membunuhku, Apa kamu tidak punya otak?" Zhang San tersenyum sambil menunjuk kepalanyan dengan satu jarinya.

__ADS_1


__ADS_2