ZHANG SAN

ZHANG SAN
Berhasil mencuri


__ADS_3

Setelah jauh terbang dengan kecepatan cahaya, Tiga orang terlihat sudah bisa mengejar dan mereka langsung mengepung Zhang San tapi mereka salah mengira, Karna itu hanyalah bayangan semu saja, Sou Shang mengirim satu serangan nya dengan sedikit kekuatannya saja agar tidak membunuh pemuda itu, Karna jika dia mati maka mereka tidak akan tau dimana keberadaan Sou Ji.


Serangan itu telak mengenai bayangan Zhang San dan langsung menghilangkannya. "Apa? kenapa bisa?" Teriak Patriak Yi yang melihat tubuh pemuda itu hilang setelah terkena serangan.


"Aku juga tidak tau, aku bahkan tidak merasakan dia membuka portal dimensi" Ucap Sou Yu yang waspada kemudian dia berpaling melihat ke arah kediaman Klan karna merasa ada firasat buruk yang terjadi "Apa mungkin itu hanyalah bayangan saja?" Tanyanya lagi untuk meyakinkan


"Mungkin saja" Sahut Sou Shang ketika melihat ada asap yang membubung tinggi berasal dari kediaman Klan.


"Sepertinya kediaman kita diserang oleh bajingan itu" Ucap Patriak Sou Yi yang langsung melesat cepaf.


........................


zhang San dengan dibantu bayangannya untuk pengalihan dapat mengelabuhi beberapa penjaga dan dia masuk kedalam dengan lancar.


Karna goa itu tidak terlalu lebar, Maka dia hanya bisa berjalan kaki saja untuk menjelajahinya.


Seperti halnya yang pernah di ucapkan oleh Han Oyang dia mengingat beberapa belokan dan cabang jalan yang mesti dilewati dan diambil jalan mana yang menuju ke jalan penyimpanan Api Hitam berada.


Zhang San sudah dapat merasakan hawa panas yang menyengat kedalam tubuhnya. 'Sepertiny sudah dekat' Batinnya senang. karna akan mendapatkan hal yang dia inginkan, Tinggal mencari jalan untuk kembali saja nantinya. tapi itu nanti saja memikirkannya, Karna yang lebih penting adalah mendapatkan api itu dan menghilang kedalam dunia jiwa.


Langkah demi langkah dengan cepat dia ayunkan. dengan menggunakan teknik Langkah Bayangan untuk mempercepat sampainya. akhirnya perjalanannya pun terhenti ketika menemukan ruangan yang sangat luas, Tidak seperti didalam Goa. Karna ada berbagai tempat duduk yang disediakan untuk berkultivasi menyerap esensi api hitam.


"Kalian sangat bodoh hanya mengambil sedikit dari esensinya" Gumam Zhang San.


Dia melompat ke arah dimana api hitam itu berada. dengan Teknik Api pembakaran maksimal dia dapat menahan aura api yang ingin membakarnya hidup-hidup tapi tetap dia dapat merasakan panasnya yang terlihat peluh sudah membasahi keningnya.


Zhang San membentuk sebuah segel lalu melepaskan nya untuk menyegel Api Hitam itu agar apinya tidak membuat kekacauan didunia jiwa. setelah itu dia menunggu bayangannya yang telah mencuri beberapa barang milik Klan Iblis. "Pasti mereka akan sangat murka" Ucapnya terkekeh lalu membuka portal dimensi setelah melihat bayangannya sudah mulai datang.

__ADS_1


"Masuklah cepat, aku yakin mereka akan cepat kembali" Ucap Zhang San


Bayangan itu menyerahkan Cincin yang pernah diberikan oleh Zhang San dan didalamnya sudah terdapat banyak sumberdaya berharga langka.


"Kami akan bertahan disini untuk memberi kau kesempatan kabur" Ucap bayangan itu.


"Baiklah...!" Zhang San asli melesat masuk kedalam dunia jiwa dan menghilang.


Sebelum menghilang Dia mendengar raungan kebencian yang diteriakan oleh tiga tetua itu, dan juga kepanikan pada ratusan anggota Klan Iblis baik wanita dan juga prianya.


Karna saat kericuhan terjadi mereka masih enak tertidur, Tapi tiba-tiba api membakar dan langsung menyebar dengan cepat.


Mereka tidak mempunyai Teknik Air jadi tak bisa memadamkan api, Yang dimiliki hanya teknik angin dan api.


Dua puluh tetua datang dengan segera mendengar raungan dari patriak Yi. mereka memberi Hormat dengan kaki setengah berdiri.


"Patriak" Pangg seseorang.


"Ada apa? Bukankah kau bertugas menjaga Goa Api Hitam?"


"Benar patriak, Tapi suatu hal terjadi, Ada beberapa penyusup yang masuk dan kami mengejar mereka, tapi setelah kembali pintu Goa sudah dijebol dan sepertinya Ada yang mengincar Api Hitam" Ucapnya dengan suara kembang kempis mengatakannya.


Braaak...! Satu tendangan melesat kedada pelapor dan langsung menjadikan nya kabut darah.


"Semuanya cepat ke Goa Api Hitam!" Perintah Sou Shang.


Mereka bergerak dengan cepag hingga tiba di pingu Goa Api Hitam yang hancur tak berbentuk pintu lagi. Dan Sou Shang masuk melesat dengan kecepatan cahaya.

__ADS_1


Swosh..!


Dia langsung tiba di altar api hitam, Tapi dia tidak lagi menemukan barang yang mereka jaga selama ribuan tahun,. Sou Shang bergegas kembali.


"Patriak, Api Hitam menghilang" teriak nya dari kejauhan.


"Bagaimana ini mungkin?" Ucap Patriak Yi, Dia menyesal karna mengejar bayangan saja harus dengan tiga orang, Dia meremehkan pemuda itu...


...............


Sedangkan Zhang San masuk kedalam tempat terlarang di dunia jiwanya membawa api hitam yang berkobar ditangannya yang masih tersegel.


"Kau mendapatkannya, dan juga tidak mendapat luka, Bagaimana kau melakukannya?" Tanya Han Oyang setelah melihat siluit Zhang San mendekat


"Ini hanyalah keberuntungan saja paman, Mereka bodoh dan tertipu, Dasar iblis mereka tidak berpikir panjang" Ucapnya tertawa bangga karna dapat mencuri milik mereka yang berharga


"Sekarang mau kau apakan Api Itu?" tanya Han Oyang lagi yang masih tak beranjak dari tempat dia duduk sebelumnya.


"Tentu aku ingin meningkatkan teknik apiku, Aku yakin dengan memperlajari api hitam ini aku bisa meningkatkan teknik api ku ketingkat selanjutnya. atau bisa saja aku naik tingkat lagi ketingkat menengah Dewa Langit.. Paman terima ini"


Zhang San melempar sebuah cincin dan Han Oyang menyambutnya dengan satu tangan. dan mulai mengedarkan indra sepiritualnya kedalam cincin itu,


Dengan mata yang hampir keluar dari rongganya karna terbelalak menemukan beberapa macam tanaman langka seperti Jamur setan. Angrek darah dan masih banyak barang langka yang ada didalam cincin itu.


Han Oyang tak menyangka pemuda itu bukan hanya mencuri api hitam tapi juga mencuri harta Klan Iblis. dia menggelengkan kepalanya lalu berjalan menjauh sembari melirik kearah dimana Zhang San pergi.


Zhang San kuar dari tempat terlarang dan menuju menara kultivasi lalu dia turun langsung di pucuk menara dan menaruh api hitam diatas sana dengan masih api hitam yang tersegel.

__ADS_1


"Semoga ini juga bisa membantu beberapa murid atau pun tetua yang ingin menguatkan teknik apinya, Aku juga tak mungkin menyerap keseluruhan dari api hitam ini" gumamnya lalu duduk berkultivasi dengan tangan terangkat dan mulai menyerap Esensi api hitam itu dan menyatukannya dalam merediannya dengan di lindungi oleh Api Ungu raja Hewan, Dia terus menyerap esensi murni yang ada hingga beberapa bulan lamanya.


__ADS_2