ZHANG SAN

ZHANG SAN
Makam Kuno


__ADS_3

Zhang San mengangkat kaki nya dari tubuh Shei Jing yang hampir hancur karna injakan nya.


Adegan itu sangat memukau di mata Du Anchi, dia langsung mendekati Zhang San lalu berkata "Terima kasih Kak Zhang menolong ku!" Setelah berkata Tanpa ragu Du Anchi langsung memeluk Zhang San.


Du Sam menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan adik nya itu. "Jika sudah menginginkan seseuatu dia pasti akan mengejar nya" Batin nya lalu mengalihkan pandangan nya ke arah Makam karna matahari sudah mencapai puncak ketinggian nya.


Zhang San sendiri menyuruh Du Anchi untuk melepas kan pelukan nya karna tak ingin dia terpengaruh lagi oleh wanita. Karna jika dia sudah memulai. Mungkin tidak ada jalan untuk kembali.


Cahaya matahari mulai menembus lubang yang ada di tengah atap pintu Makam Kuno. Dan seketika pintu makam berderit tergeser secara perlahan.


Hawa kematian menyeruak keluar, Merembes melalui udara, Zhang San menyadari itu semua..


Berbondong-bongdong semua murid sekte atau pun kultivator pengembara masuk tanpa menyadari keanehan yang terjadi.


"Ayo saudara Zhang" Ajak Du Sam yang menoleh kearah belakang nya. Namun melihat Zhang San sedang melamun.


"Kalian duluan lah, aku akan berada di belakang" Ucap nya


Swooosh... tiga orang melewati mereka.


"Itu Fen Dyhao dan dua teman nya" Tunjuk Du Anchi yang berbicara kepada Kakak nya yang ada di depan.


"Kau benar, kita harus bergegas juga masuk" Sahut Du Sam


"Tapi bagaimana dengan Kak Zhang, Kak?"


"Biarkan saja dia, Dia juga sangat kuat, Kau sudah lihat sendiri kan kemampuan nya" Sahut Du Sam yang tak ingin membuang-buang waktu. "Ayo adik, Cepatlah..." kata nya lagi yang melihat Du Anchi masih belum bergerak.


"Baik kak...." Mereka berdua langsung melesat ke dalam makam kuno itu


Sedangkan Zhang San masih memperhatikan keadaan di sekitar.


Swooosh...! Dia melesat ke dalam sedetik nya setelah itu pintu Makam langsung tertutup.

__ADS_1


"Kemana semua orang, Apakah semua orang di pindahkan secara acak?" Gumam nya karna tidak mendapati satu orang pun di dalam Makam.


Buuuuzz Api Matahari berpendar di tangan nya menerangi lorong Makam Kuno yang gelap. Meski mata istimewa nya bisa melihat dalam gelap. Tapi dia tidak ingin kehilangan waspada. Karna Api Matahari juga bisa di jadikan senjata jika sesuatu datang dengan Tiba-tiba menyerang nya dia bisa melempar kan nya.


Zhang San terus saja berjalan hingga dia menemukan dua lorong yang terpisah. Dan dia memilih lorong yang kanan.


Jauh terus masuk kedalam terlihat sebuah cahaya lalu dia mempercepat jalan nya. Hingga sampai pada titik di mana cahaya itu berada.


Lorong itu menjadi luas dan terlihat megah dengan banyak batu yang bercahaya menerangi setiap sudut tempat.


Zhang San melihat disana ada dua makam. Satu terbuka setengah nya. Satu masih tertutup. Dia mulai mendekati ke arah Makam yang terbuka. Tapi Dia tidak melihat apa pun disana. Lalu dia ke sebelah nya. Niat hati ingin membuka tapi serangan langsung datang secara tiba-tiba.


Booom...!


Sebuah bola energi gelap menghantam dasar lantai. Mengguncang dan menggetarkan tempat bekas Zhang San berdiri.


Zhang San menatap ke arah atap dan menemukan disana satu sosok yang terlihat sangat kuat, "Seperti nya kau tidak mati!"


"Jangan kau kira mudah mengambil jiwa ku" Sahut Zhang San


"Teknik Tingkat Kelima, Pelahap Jiwa"


Terlihat kini di kedua tangan sosok itu energi hitam mulai terkumpul dan semakin besar seperti bola dunia yang akan menghancurkan jika di lepaskan. Lalu dia menghilang dari atas sana.


Zhang San memejam kan mata nya. Dia mendengar deru angin yang membawa sosok itu berpindah-pindah dengan cepat.


"Tapak Pengguncang Semesta" Gumam nya langsung melesat sebuah tapak yang sangat besar yang tercipta dari energi yang secara cepat berkumpul di telapak tangan nya. Menjadikan bentuk telapak tangan yang terbuka dan siap menghukum apa saja.


Braaaak...! Boooom..!


Dua orang itu sama-sama termundur. Di antara debu yang masih menyelimuti pandangan. Zhang San menyabet kan pedang nya secara menyilang.


"Tebasan Dua Gelombang" ucap nya. Dia mengirimi musuh serangan lagi. Dia tak ingin musuh sampai memulihkan diri.

__ADS_1


Booom...! Sosok itu terpelanting menghantam dinding lorong makam, terlihat di dada nya ukiran pedang yang menyilang terpampang nyata.


Zhang San mendekat lagi dan melayang kan pedang nya ke arah pangkal leher. Di satu inci Zhang San menghentikan tebasan nya karna mendengar sosok itu bersuara.


"Tunggu, aku bisa memberimu harta yang banyak" Tawar sosok itu.


"Dengan membunuh mu aku bisa memiliki harta mu semua nya, Jadi apa hak mu menawari ku harta?"


"Jika aku mati makam ini akan runtuh dan kau tidak mendapatkan apapun dari itu" Ucap nya lagi


Zhang San menekan pedang nya dan darah berwarna hitam keluar. "Jangan bertele-tele, Katakan apa rahasia makam ini"


"Sebenar nya ini bukan makam melainkan penjara untuk para dewa jahat di masa lalu. Mereka di kurung disini oleh dewa semesta karna kejahatan mereka sendiri, mereka bisa di katakan abadi hanya jika jiwa mereka tidak bisa bertahan baru lah mereka akan mati yang sesungguh nya.


Jiwa manusia adalah makanan empuk untuk para dewa jahat itu, jika mereka bisa memakan jiwa yang banyak. Mungkin mereka bisa membentuk kembali tubuh mereka yang sudah hancur"


"Lalu kenapa kau belum mati?"


"Tuan ku telah mengklon tubuh nya dengan beberapa Klon dan aku termasuk dari Klon itu. Dia menyebar kan kami di berbagai galaxi.


Tapi kami juga di buru oleh pasukan dewa pemburu, Dan yang tersisa hanya aku yang menjaga peti itu. Karna aku hanya klon yang tersisa,


Energi dari Klon yang mati berpindah ketubuh ku. Dan mungkin seratus tahun lagi tubuh utama tuan ku bisa di bangkit kan kembali dan semua jiwa yang terkurung disini akan menjadi makanan oleh tuan ku. Tapi kau datang menggangu rencana tuan ku"


"Berarti kau memang harus mati" Ucap Zhang San menekan lebih dalam Pedang Bintang.


Namun tiba-tiba sosok itu menghilang dan berubah menjadi bentuk jiwa dan masuk menembus peti mati.


Peti bergetar perlahan penutup nya terbuka terlihat tangan besar dan kasar keluar dari sana dan langsung melompat menembus atap lalu menghilang.


Zhang San terbang ke atas mengikuti. Lalu dia mengedarkan persepsi nya untuk mengetahui kemana arah pergi nya sosok itu.


Sedang kan disisi yang lain nya. Fen Dyhao dan dua teman nya sedang menghadapi jiwa jiwa yang tak bisa di kalahkan, Mereka sangat Frustasi karna hanya mereka yang mendapat kan luka. Tetapi pihak lawan tidak.

__ADS_1


__ADS_2