ZHANG SAN

ZHANG SAN
Masih di Klan Long 2


__ADS_3

"Kenapa kalian tidak ikut berlutut" Teriak Long Zong kepada ketiga orang itu


Istri Long Sai yaitu Long Mei menatap tajam Long Zong yang berteriak kepadanya, "Kau bertanya kenapa? Aku bukan orang yang memiliki hati seluas samudra hingga bisa memaafkan orang ini, Dia yang menyebabkan suamiku di penjara bahkan tidak di ijinkan bebas" Jawabnya dengan berteriak juga.


Diam!


Long Zong tak bisa lagi berkata kata semua kata tercekat ditenggorokanya, 'Menghadapi singa betina yang sedang mengaum tidak harus dengan mengaum juga, Lebih baik diam sebentar menungu aumannya berhenti baru berikan Auman ganda' Long Zong mengusap dadanya untuk bersabar.


"Apa kau tidak tau kesalahan suamimu?" Zhang San berdiri dan melenggangkan kakinya turun dari panggung kebesaran itu.


"Tidak"


"Itulah kesalahanmu, Dia bersekongkol dengan Long Kai membunuh Patriak terdahulu Long Fei, dan aku sebagai Murid satu satunya dan juga pemimpin dari Klan ini sekarang masih memberikan keringanan hanya dengan mengurungnya, Jika mengikuti praturan maka dia akan mendapat hukuman mati"


Diam..!! Long Mei terdiam, Memang benar untuk menghukum penghianat adalah kematian, dan jika hanya mengurungnya bukan kah itu adalah kebijakan


"Puas?" Zhang San bertanya dengan sedikit senyum di bibirnya.


Diam..! Sekali lagi Long Mei terdiam, Setelah hening beberapa detik "Boleh kah aku menjenguknya jika aku ingin bertemu?"


Zhang San mengangguk lalu dia berkata "Tapi enam bulan sekali saja" Dia berhenti sejenak menatap wajah Long Mei yang sedikit senang "Jika ketahuan lebih, Maka kau akan mendapat hukuman juga"


"Baik Raja Naga" Ucapnya lalu berlutut di iringi oleh Dua orang anaknya. meskipun masih terlihat ada kebencian dimata mereka, Zhang San membiarkannya saja. Karna dia masih bisa mengontrol darah mereka dengan Segel Naga.


Setelah hening sejenak, Zhang San kembali berkata "Kalian lanjutkan saja lagi, Aku mau istirahat sebentar"


"Biar aku antar" terdengar suara seorang wanita yang sebelumnya pernah menggoda Dia, Zhang San memandangnya sebentar lalu menganggukkan kepala

__ADS_1


"Mari Raja" Mereka berdua segera pergi dari tempat itu melangkah ke lantai dua yang lebih luas ruanganya. dan setelah dua menit berlalu mereka berdua berhenti disebuah pintu besar "Apakah Raja mau saya temani malam ini" Ucapnya dengan wajah malu


"Tak perlu, Aku akan berkultivasi" Zhang San mendorong pintu dan melangkah masuk meninggalkan wanita itu seorang diri dan menutup pintu.


tapi sebelum pintu itu tertutup rapat wanita itu kembali berkata "Aku bisa jadi partner kultivasi ganda" Wajahnya sedikit kemerahan


Tanpa memperdulikan raut wajah yang malu itu, Zhang San menutup dengan segera pintu besar itu dan melemparinya dengan segel agar tidak ada yang mengganggu waktunya.


Segera Zhang San melambaikan tangannya dan sebuah portal dimensi muncul, dia segera memasukinya tanpa menunda.


..............


Kemunculan Zhang San dalam dunia jiwa disambut hangat oleh murid dan tetua yang melihatnya.


Zhang San melambaikan tangannya dan tersenyum lalu dia memanggil dua orang dengan telepati yang terhubung satu sama lain 'Fan Yao, Yang Xiao temuai aku di aula sekte'


Setelah memutus telepatinya, Zhang San segera mencari tempat duduk dan menyaipkan meja dan kursi untuk dua orang yang akan datang.


Fan Yao dan Yang Xiao segera duduk di kiri dan kanan karna Zhang San sengaja menyediakannya seperti itu.


"Ada hal apa patriak memanggil kami berdua?" Fan Yao menatap Patriak Muda mereka dengan tatapan penasaran.


"Kalian tentu sudah melihat bayangan naga yang muncul kemarin kan? Itu adalah Naga sejati yang ku temukan secara kebetulan, dan yang saat ini ingin aku katakan adalah, Dia memiliki Kolam darah naga yang bisa meningkatkan basis kultivasi dengan cepat, akan aku titipkan kolam darah ini kepada kalian berdua"


"Sulit bagi kami menerimanya Patriak" Fan Yao segera mengutarakan isi hatinya. "Bagaimana kalau saudara Xiao saja yang mengelolanya?" Fan Yao mengalihkan pandangannya ke arah Yang Xiao yang saat itu terdiam


Dia tak ingin menolak, Tapi tanggung jawabnya sangat besar, "Saudara Fan, Lebih baik berdua saja mengelolanya dan kita akan memberikan sedikit saja kepada setiap individu yang menonjol, Dan mereka harus bertanding untuk mendapatkan itu, Bagaiman menurutmu?" matanya tak berhenti menatap mata Fan Yao.

__ADS_1


"Sebelum itu kita harus mengenalkan dulu darah naga ini dan apa kegunaanya, Karna hampir tidak banyak orang yang mau percaya dan memakainya tanpa tau kegunaanya dan kita akan memberikannya kesetiap tetua lebih dulu, sebelum kepada Murid" Ucap Fan Yao dengan wajah serius.


Zhang San pun kembali melanjutkan apa yang sebelumnya terherti. "Aku akan kembali ke kediamanku lebih dulu, Kalian lanjutkan saja diskusinya sekarang"


"Baik Patriak Muda" Dua orang itu kembali serentak berbicara layang nya dua orang kembar yang terpisah jarak satu di kutub utara dan satu lagi diterik matahari.


Zhang San menghilang dengan langkah bayangan dan muncul didepan pintu kamarnya. Zhang San segera mendorong pintu dan menemukan tiga eanita sedang berbincang, "apakah aku mengganggu waktu kalian yang berharga?" tanyanya dengan menyunggingkan senyum.


Cao ling An dan Yue Ao Zisi segera menghamburkan diri mereka kedalam pelukan Zhang San yang sudah melebarkan kedua tangannya.... kemudian memeluk mereka dengan erat


Feng Yaya yang melihat keadaan itu segera berpaling melihat jendela yang tirainya terbuka karna angin melambainya


"Aku akan pergi dulu Guru, Kak Ling An, Kak Zisi" Ucapnya tak bisa bertahan untuk waktu yang lama didalam kamar itu, Karna hanya akan menemui kemesraan mereka bertiga.


"Hati hati" Sebelum Feng Yaya benar benar pergi, Zhang San memeberikan tiga botol kecil kepadanya lalu lanjut berkata "Berikan juga kepada Wen Hao dan juga Zhou Guan, Karna ini akan mendobrak kultivasi kalian bertiga"


'Apakah cairan dalam botol itu benar mampu menembus tingkatan' dalam hatinya terus berpikir


lalu Dengan tangan ringan Feng Yaya menyambutnya dan berkata sekali lagi "Terima kasih banyak Guru, aku akan segera membagikannya"


Sepeninggal Feng Yaya, Ao Zisi segera menyerang garis pertahanan Zhang San dengan menggenggam erat pedang besar yang selalu dirindukannya menusuk tubuhnya.


Tidak ingin kalah, Cao Ling An berinisiatif untuk melepaskan pakaiannya lebih dulu. lalu menjelajahi tubuh Zhang San yang bergetar diserang kenikmatan.


Zhang San memulai dengan mencium Cao Ling An dengan lembut pada bibirnya, lalu meraih melon yang masih segar menggantung didada


Aaakh.. Mmmmmm. Mmmm!!

__ADS_1


Rongga dimulut hampir tersapu bersih oleh permainan lidah mereka.


Sedangkan Ao Zisi dengan mulutnya dia memainkan tongkat sakti dengan penuh semangat dan perasaan yang senang.


__ADS_2