ZHANG SAN

ZHANG SAN
Kalajengking Merah 2


__ADS_3

Zhang san mencabut pedang nya dari tubuh Tetua Kalajengking merah.


Lalu melihat keatas langit ada banyak gelembung energi yang malayang turun dari atas bukit,


BOOOOOM. Gelembung energi itu meledak saat bersentuhan dengan sesuatu. Dan ratusan orang yang mengikuti nya sebelum nya sebagian telah mati meledak. Dan sebagian lagi terus berlari menjauh dari lokasi ledakan.


Zhang San langsung melesat mencari Lang Ming dan semua orang yang ikut dengan nya. Setelah sampai di pertempuran dia melihat tanah lapang yang tidak ada lagi perumahan. Karna semua sudah hancur terkena gelembung energi.


"Di mana kau ming?" Tanya nya melalui telepati.


"Aku baik- baik saja tuan muda, dan aku sekarang bersembunyi di tempat aman hanya saja patriak Wei tak bisa di selamatkan. Karna aku harus menyelamatkan Feng YingYu, Feng Yaya dan Wei Lang, serangan itu terlalu tidak terduga, Tuan harus hati- hati dengan gelembung itu " 


"Baik lah.... Tenangkan Wei Lang lebih dulu. Aku masih belum melihat musuh berada di mana" ucap nya lalu terus mengedarkan persepsi nya. "Musuh ini terlalu pintar menyembunyikan hawa keberadaan nya" gumam Zhang San yang masih kesulitan menemukan posisi musuh.


Kemudian dia melesat naik tinggi kelangit dan membentuk beberapa pedang Aura yang tak terlihat untuk melindungi nya. Dan bersiap jika ada serangan menyelinap atau serangan kejutan selain gelembung energi itu.


"Teknik Tingkat Kedua, Rantai Jiwa" seseorang di balik pohon yang tinggi menjulang dari puncak bukit mengeluarkan teknik nya.


Sebuah rantai berukuran kecil menjulur kedepan tanpa halangan dan rintangan terus menerobos.


Zhang San menyadari ada nya serangan berskala kecil dia menoleh kebelakang. Dan melihat rantai yang memanjang mengarah ketubuh nya, dia pun langsung melepaskan pedang aura dan melempar kearah rantai itu sambil terbang mundur.


Tapi satu hal yang tidak dia duga terjadi. Seolah pedang aura hanya melewati nya begitu saja. Tidak ada ledakan terjadi atau pun gesekan yang membuat rantai itu berhenti.


Teknik yang sulit. Biar ku coba lagi "Teknik Pedang Petir, Tebasan Dua Gelombang"


Swossssh... Swooosh...


Energi menyilang menghantam rantai itu. Tapi juga tidak terjadi benturan. Zhang San langsung terbang meliuk menghindari rantai jiwa yang ingin mengikat tubuh nya.


"Rantai apa itu paman. Serangan ku menembus nya" dia langsung bertanya kepada Han Oyang.

__ADS_1


"Itu adalah Rantai Jiwa dan hanya dengan kekuatan jiwa juga melawan nya"


"Terima kasih paman" ucap nya lalu mengalirkan kekuatan jiwa pada Pedang Bintang "Teknik Pedang Petir, Amarah Dewa"


Zhang San langsung melepaskan tebasan secara vertikal dengan energi jiwa sebagai bantuan nya.


Ini kali pertama untuk nya menggunakan serangan yang bercampur Energi Jiwa.


Ketika serangan itu di lepaskan ada semacam perbedaan, serangan itu lebih kuat daya hancur nya. Ketika serangan itu beradu dengan Rantai Jiwa. Seketika ledakan besar terjadi BOOOOOM DUAAAAR... Sambaran petir ganas berwarna keemasan terus menyambar hingga Rantai itu hancur,


Seseorang disana tak mengira serangan andalan nya akan di hancurkan dan efek dari rantai Jiwa mengenai jiwa nya. Terasa kacau aliran darah nya.


"Aku tak bisa lagi menggunakan teknik gelembung energi. Karna itu hanya bisa di pakai sekali dalam setiap Jam. Sial, aku sangat sial. Aku harus pergi dan melapor ke ketua" batin nya. Lalu bergegas dan melesat.


Zhang San melihat pergerakan itu lalu dia juga melesat dengan kecepatan cahaya. Dia mendahului orang itu dan menunggu di depan dengan teknik nya.


"Teknik Telapak Dunia, Tapak Pengguncang Semesta"


Tubuh tetua itu langsung hancur meledak di udara. Kemudian dia menunggu kalau kalau masih ada musuh yang pandai menyembunyikan aura nya. Seperti tetua tadi.


Beberapa menit menunggu. Zhang San melesat mendatangi Lang Ming yang mengabari nya bahwa dia berada di tempat awal mereka berpisah.


Namun sebuah aura besar datang dengan niat membunuh yang kental membuat Zhang San menghentikan laju terbang nya.


Terlihat siluit dua manusia melayang mendekat kearah nya. Dengan tatapan tajam, yang jika tatapan itu bisa membunuh. Pasti Zhang San akan mati hanya dengan tatapan nya.


Tanpa bertanya salah satu dari dua orang itu maju dan melesat lebih dulu. sedang kan satu nya tetap melayang. Mungkin dia meremehkan kekuatan Zhang San yang tidak terlihat tingkat kultivasi nya.


Seaindai nya mereka berpikir lebih dalam. Tidak mungkin kan orang yang lemah dapat membunuh banyak anggota nya. Tapi sayang mereka tidak berpikir seperti itu. Itu lah kesalahan mereka..


Kembali kepertarungan.....

__ADS_1


Raungan suara teriakan terdengar kencang dengan energi besar yang berkumpul di tangan kanan nya. Sosok itu yang bisa kita sebut nama nya Shuo Qisi menunjuk kan keterampilan teknik nya dalam pertempuran tangan kosong.


Zhang San menyimpan pedang nya. Dia pun menggunakan kuda- kuda tarung nya. Dia siap dengan tangan kiri di depan tangan kanan di pinggang kaki kanan sedikit di tarik kebelakang.


Mereka maju serempak. Dan beradu kepalan tangan, sikut juga tendangan yang mana mereka berdua segera ingin menumbangkan lawan.


Mereka terus beradu udara terlihat riak gelombang energi dari setiap pukulan dan tendangan yang mereka lepaskan. 


Dan suatu ketika Baaaaam... Shuo Qisi terpelanting ketanah. Zhang San langsung mengejar nya,


"Teknik Telapak Dunia, Tapak Penghakiman"


Swuuuuush... Baaam... telapak tangan besar tercetak di tanah. Namun Zhang San tidak menemukan musuh berada di sana.


"Teknik Tingkat Kedua, Tinju Raja Api"


Shou Qisi mengeluarkan teknik nya lagi. Kali ini lebih besar. Terlihat menggumpal di kedua belah tangan nya. Energi yang bisa melahap segala nya. Tak ada yang pernah selamat berhadapan dengan teknik nya ini, maka dari itu dia sangat percaya diri bisa membunuh pemuda yang sudah menghancurkan sesuatu yang sudah lama di bangun nya dengan kakak nya.


"Matilah...." Raung nya dengan keras


Serangan dari samping datang mendatar kearah nya. Zhang san menoleh terlihat Dua energi berbentuk bola datang dengan cepat, serangan yang bisa menghancurkan segala nya.


Tapi Zhang San tak tinggal Diam. Dia menggunakan teknik nya juga. Perlahan tangan nya mengayun keatas dengan kepalan tangan menghadap langit. Lalu dia menyedot energi Bintang, Meski pun bukan malam tapi energi bintang tetap ada di atas langit dan menyelimuti alam semesta. Jadi Zhang San bisa menggunakan nya malam atau pun siang tak ada beda nyaa..


Setelah semua terkumpil dia melepaskan nya "Teknik melempar Bintang" ucap nya dengan nada rendah...


BOOOOOM BOOOOM DUAAAR... ledakan yang sangat besar terjadi. Menghilangkan sepertiga bukit dan membuat lembah semakin dalam.


"Ini tidak mungkin" ucap Shuo Budi dari atas sana.


Lalu dia turun dan mengibaskan tangan nya menghilang kan debu. Terlihat oleh mata nya sosok adik tercinta nya yang kini terbaring dengan tubuh sebelah hancur..

__ADS_1


__ADS_2