
"Karna tidak ada pilihan yang lebih baik, Saya akan memilih untuk menjadi guru pembimbing di sekte ini, Saya juga sudah muak dengan aturan aturan yang ada di kerajaan Langit..
Dulu semasa raja yang sebelum nya, Kota Ming adalah ibu kota yang sangat makmur dan damai, Akan tetapi, setelah kematian nya dan berganti nya tahta oleh Adik nya. Kerajaan Langit Ming berubah, dan bertambah banyak aturan yang mengekang para penduduk sekitar mau pun penduduk di kota yang lain nya yang berada di bawah kekuasaan nya"
"Aku minta maaf terlebih dahulu" Zhang San mengerak kan tangan nya membuat sebuah segel jiwa kepada Gu Bian, Terlihat seutas cahaya jiwa keluar dari ujung jari Zhang San dan masuk ke kening Gu Bian.
"Kembali lah ke penjara dan sampaikan kepada teman mu, Jika ada yang mau menjadi guru pembimbing di sekte ini, Aku akan membebaskan mereka, siapa yang tidak ingin, Maka biarkan mereka berada dalam penjara, Nanti aku akan mengurus nya!"
"Baik Tuan...!" Gu Bian mengubah panggilan karna memang sudah seharus nya, Hidup dan mati nya kini berada dalam genggaman pemuda itu, 'Semoga aku tak salah mengambil langkah' Batin nya, dia melesat terbang ke arah penjara yang berada cukup jauh dari sekte itu sendiri.
Zhang San memang menyediakan penjara yang berada di dalam sebuah gunung, Lebih tepat nya sebuah goa yang di bikin menjadi penjara..
Sesampai nya di sana. Gu Bian turun dan memasuki Goa tersebut, dia berjalan santai karna tidak ada penjagaan disana.
Tak tak tak. Suara langkah terdengar menggema di dalam goa itu, penghuni penjara pun menatap ke arah mulut Goa dan menemukan Gu Bian yang berjalan sendirian kemudian terdengar suara dari nya.
"Mungkin ini akan sulit, Tapi ini adalah jalan terbaik dari pada terkurung disini, Tanpa makan tanpa minum, Meski pun kalian tidak akan mati kelaparan atau pun kehausan, Tapi lidah memang tak bisa bohong.
Ikut lah bersama ku, Menjadi guru pembimbing di sekte Pedang Kebajikan yang di miliki oleh Tuan Baru ku, Dari pada membusuk disini dan tak bisa berbuat apa apa.
Tentukan pilihan kalian sekarang!" Tanpa basa basi yang panjang, Gu Bian langsung mengatakan inti nya saja, jika memang mereka ingin bebas, Pasti nya mereka akan memilih bebas, Meskipun dalam tanda kutip menjadi budak.
Tiga di antara nya terlihat maju, "Kami ingin bebas" Ucap mereka bertiga.
Kemudian Gu Bian memandang dua orang yang tersisa "bagaimana dengan kalian berdua?"
"Aku tak sudi menjadi budak, lebih baik aku mati saja" Sahut salah satu nya.
__ADS_1
"Aku juga" Yang satu nya menimpali dan mereka meledak kan diri.
"Sayang sekali, padahal tuan ku ini sangat baik, meski pun status nya menjadi budak, Tapi itu hanya sebagai simbolis saja" Ucap nya, Agar tiga orang yang sudah mau tidak mengubah pilihan nya.
Gu Bian membuka pintu penjara dengan mudah, karna jiwa nya sudah terikat dengan pencipta penjara, Jadi dia mudah saja melakukan nya.
"Ikuti aku, Dan jangan berbuat hal yang tidak perlu.." Gu Bian memperingat kan mereka lalu terbang lebih dulu memimpin jalan.
Setelah melintasi pegunungan Dunia Jiwa, Tiga orang yang ada di belakang terkagum melihat sebuah sekte yang berdiri megah di sana. Mereka sungguh tak percaya, Tapi itu sebuah hal yang nyata.
Mereka mendarat di tengah tengah sekte. Tidak ada yang menanyai mereka, Kenapa dan mengapa kesini, meski pun banyak orang yang melihat mereka datang, mereka sibuk dengan urusan mereka masing masing, Karna ini dunia jiwa, Dan yang pasti siapa pun yang berada di sini berarti berhubungan dengan pemilik nya. Jadi tidak ada yang mengganggu seperti hal nya di dunia luar yang penuh dengan orang orang sombong.
Mereka bertiga kini berjalan kaki saja menuju kediaman Zhang San yang memang sudah tidam jauh lagi, di halaman kediaman itu Zhang San duduk di bawah pohon, Di tempat itu ada kursi yang memanjang, cukup untuk beberapa orang untuk duduk beristirahat.
"Hao'er, Gunakan teknik tingkat ketiga Pemburu Iblis" Ucap nya tidak nyaring, Tapi terdengar jelas di telinga Wen Hao yang kini menghadapi Feng Yaya.
Empat orang yang datang juga melihat pertarungan mereka, Mereka jelas melihat perbedaan kekuatan, Tapi yang mereka kagumi dengan pemuda yang melawan wanita itu adalah kegigihan nya dan keyakinan nya. Meskipun dia tak kan mungkin menang, Setidak nya itu akan memberikan nya pengalaman tempur yang bukan hanya tentang kekuatan, juga analisa dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam bertahan atau pun menyerang.
Mereka lebih kagum dengan guru yang mendidik mereka seperti itu.
Zhang San melihat Empat orang yang juga ikut menonton, Tapi dia tak memanggil, dia membiarkan mereka untuk menilai dua murid nya baru bertarung.
Empat orang tingkat dewa tahap awal menjadi guru pembimbing, Sekte ini akan sangat berjaya jika di alam rendah, Tapi tidak cukup kuat jika di alam dewa, Karna dewa bumi tahap awal di alam ini hanya di pakai untuk penjaga atau pun prajurit kota.
"Tanggung jawab ku semakin besar, aku harus mencari sumber daya yang banyak untuk diriku sendiri, Belum lagi untuk sekte, Fuih..! Zhang San menghela nafas nya.
'Aku perlu sandaran hati untuk berbagi kisah ini, Harus kan aku mencari pengganti, Untuk mengisi ruang yang di tinggal pergi' Batin nya bersuara karna merindukan sosok yang bisa di ajak bercerita.
__ADS_1
"Yaya'Er, Hao'er, Sudah cukup latihan nya. Istirahat lah dulu" Ucap Zhang San meminta mereka berhenti yang langsung di angguki oleh mereka berdua.
Mereka berdua mendekati ke arah Zhang San lalu menangkupkan kedua tangan mereka dan berseru "Semoga guru panjang umur! Kami pamit pergi guru" Ucap mereka berdua. Setelah melihat Zhang San mengangguk Hao Wen pergi ke kediaman nya yang tidak jauh dari sana, sedangkan Feng Yaya masuk kedalam kediaman Zhang Dan menyiapkan minuman untuk empat orang yang datang..
"Duduk disini saja, Lebih enak dengan angin sepoi sepoi" pinta Zhang San kepada empat orang itu. "Dua orang yang tersisa apakah tidak mau bebas" Tanya Zhang San setelah empat orang itu duduk.
"Mereka tidak mau Tuan, Dan mereka memilih mati dengan meledak kan diri di penjara" Gu Bian menyahut.
"Ooh baik lah, Kenal kan diri kalian!" Ucap Zhang San kepada tiga orang itu
"Saya Hong Kong"
"Saya Liu Bai"
"Dan saya Ken Zou"
Zhang San menggunakan segel jiwa kembali kepada tiga orang itu.
"Terima kasih Tuan" Ucap mereka bertiga serempak setelah proses nya selesai.
"Kalian bisa pilih tempat tinggal kalian. Karna di gedung itu masih banyak tempat yang kosong" tunjuk Zhang San ke arah Gedung yang mempunyai tiga puluh lantai.
Dan di tengah sekte ada menara kultivasi, Kalian bisa berkultivasi disana, Karna energi disana dua kali lipat lebih banyak dari pada energi di luar" Ucap nya
"Sekali lagi terima kasih tuan, kami undur diri dulu" Ucap Hong Kong mewakili semua orang.
"Baik lah, Selamat beristirahat, Dan selamat datang di keluarga Pedang Kebajikan" Ucap nya, Kata itu sebagai pengantar mereka menuju jalan yang baru....
__ADS_1