
Setelah kembali ketempat semula. Zhang San tidak menemukan lagi keberada'an Cao Ling An.
dan di tanah hanya tertulis kalimat. "Jangan mencari aku, bahagia lah bersama nya" air mata pun mengalir deras. "Kenapa an'ae kau harus pergi" ucap nya serak setelah menangis.
Zhou Ruyue memeluk nya lalu berkata "Ma'af kan aku kak Zhang" ucap nya yang merasa bersalah.
"Hemmm. sudah lah. aku akan mencari nya nanti walau harus ke ujung dunia."
"Paman, apakah di lautan kesadaran ku bisa memasukkan makhluk hidup.?" tanya nya melalui telepati.
"Bisa. Tapi jika kau sudah berada di tingkat dewa. Lautan kesadaran mu akan berubah seiring meningkat nya kemampuan mu. Dan perubahan itu sangat besar. Dan kau bisa mengatur nya sesuka hati mu. Termasuk memasukan makhluk hidup seperti manusia. Binatang. Dan sebagai nya."
"Apa kau berencana untuk memasukkan dia.??" Tanya Han Oyang menyelidik
"Iya paman. Agar memudahkan ku mengamankan nya jika ada masalah besar" jawab nya, lalu dia mengakhiri telepati.
"aku akan mengantar mu ke sekte dulu" ucap nya lalu berjalan dalam langkah sedih.
Tak terasa mereka sampai di Sekte Bunga Teratai Putih. Lalu mereka bedua masuk karna sudah meminta izin kepada penjaga untuk bertemu dengan Matriak mereka. Penjaga pun segera memberitahukan kepada Matriak nya tentang tamu yang berkunjung.
"Salam Matriak" ucap Zhang San menangkupkan tinjunya memberi hormat.
Matriak Sekte Bunga Teratai Putih hanya mengangkat tangan nya lalu mengangguk. "Duduk lah" ucap nya dengan suara lembut.
Meski kisaran umur nya sudah hampir seratus tahun. Namun untuk penampilan nya tak kalah dengan wanita tiga puluh tahun. dia berhasil menciptakan teknik awet muda dan merawat tubuh nya.
"Aku tidak lama, aku hanya ingin menitip kan Zhou Ruyue. Suatu hari nanti aku akan menjenguk nya kembali. Tolong kepada Matriak untuk menjaga nya." Lalu dia menyerah kan Cincin Dimensi yg berisi juta'an keping emas dan beberapa Pil penyembuh serta Pil penerobos alam. Dia juga memberikan senjata tingkat menengah yg tak terpakai.
Matriak sekte menyetujui nya. Dan berjanji akan melindungi nya.
Setelah itu Zhang San berjalan ke arah dimana sekte Pedang Kebajikan berada. Untuk memenuhi undangan yang dia terima..
°°°°°
Di lain sisi. Ken Dai membagi anak buah nya menjadi beberapa kelompok. Yang satu kelompok terdiri dari sepuluh orang yang berada di tingkat prajurit tahap puncak sebagai pemimpin.
__ADS_1
"Kita harus menculik gadis. Ingat harus gadis, dan setiap kelompok harus menculik 20 orang gadis." ucap Ken Dai lalu membubarkan pertemuan...
Tiga orang gadis terlihat sedang mandi di sungai bercanda sambil mencuci pakaian. Namun tiba- tiba beberapa orang menyambangi mereka.
"Aaaaaaa siapa kalian" tanya para gadis itu sambil berteriak ketakutan.
"Ringkus mereka secepat nya, jangan sampai membuat gaduh" ucap sang pemimpin menyuruh anak buah nya bergerak cepat melakukan penangkapan.
"Langsung kita bawa ke tempat persembunyian" ucap sang pemimpin di klompok lima yang lebih dulu mendapat kan buruan.
Di beberapa titik di kota dan desa terpencil terjadi penculikan gadis muda. Bahkan para bandit juga ikut berpesta mereka tak ingin kehilangan daging untuk di makan..
Bahkan di kota keraja'an Hao pun terjadi gejolak penculikan dan pembunuhan.
Dan itu menyasar ke ibukota kekaisaran Qing, Lu kekaisaran pun mengeluarkan dekrit nya. Dan menyuruh orang- orang nya untuk menyampaikan dekrit kaisar kesetiap sekte kecil atau pun besar.
Sekte Pedang Kebajikan mendapat dekrit pertama dari kekaisaran, sebagai yang nomor satu di benua timur untuk mengulurkan tangan membantu mereka.
Patriak Chong Ling pun memerintahkan Dong Fu yg sudah sembuh dari luka nya. Untuk memimpin murid sekte menjalankan misi..
Satu persatu dari mereka maju sesuai tingkatan mereka. Seratus orang pun terpilih dengan cepat.
"Buat lah sepuluh kelompok dan dari satu kelompok harus ada yg sudah di tingkat prajurit tahap puncak sebagai pemimpin nya." Dong Fu melihat mereka membuat kelompok sambil mengambil giok komunikasi di cincin dimensi nya.
"Ini adalah giok komunikasi. Jika kalian menemukan musuh dan tak bisa mengatasi nya. Maka setiap pemimpin wajib mengabari anggota yang lain nya. Agar bantuan akan segera tiba. apa kalian mengerti?"
"Mengerti ketua Dong" mereka serempak berkata.
"Satu dari pemimpin setiap kelompok maju" ucap Dong Fu, lalu menyerahkan Giok Komunikasi itu lalu berkata kembali.
"Setiap kelompok nanti nya akan menjaga desa atau kota terdekat dari sekte kita ini. Bersiaplah dulu. Kita akan berangkat malam ini." Ucap nya menutup rencana misi. Lalu ketua Dong Fu meninggalkan mereka untuk membuat persiapan..
°°°°°
Toooooloooooong.
__ADS_1
Seorang gadis yang berada di bahu seseorang yang sedang berlari di kejar oleh warga setempat. Terus berteriak. Warga juga terus mengejar nya sambil membunyikan lonceng.
Gadis itu terus memukul mukul punggung penculik itu sambil terus meminta tolong. Berharap saja ada yg menolong nya.
Swuuuuush. Satu sosok menghentikan nya, dengan pedang yg berkilau terkena cahaya bulan. Dia menyerang penculik itu yg hanya sendirian beraksi.
Penculik itu pun menurun kan gadis yang berada di bahu nya. Sebelum itu dia memberikan totokan. Agar buruan nya tidak melarikan diri.
Lalu dia menarik pedang yg berada di pinggang nya. Dan mengadu kekuatan dengan sosok yg menghadang nya.
Sreeeeeng. Dentang. Pedang beradu dua kali. Setelah dia membanting pedang penghadang nya. penculik itu mengambil langkah kesamping kanan untuk menebas pinggang orang itu.
Namun sosok itu juga melompat kesamping kiri membuka jarak. Setelah itu dia menghalangkan pedang nya di arah pinggang nya. Hingga terdengar lagi bunyi pedang yg beradu.
Penculik itu mundur dan mengambil ancang-ancang lalu menggumam kan teknik nya.
"Teknik Tingkat Pertama, Api Hitam" sebuah nyala api hitam terlihat samar di keremangan malam. Lalu di lesat kan kearah sosok itu yg juga sudah bersiap dengan Teknik nya.
Sosok itu melempar pedang kecil nya ke udara. Lalu berucap.
"Teknik Tingkat Kedua, Pedang Hitam"
Pedang kecil itu langsung berubah bentuk menjadi besar beberapa kali lipat. Dan hawa mencekam begitu terasa. Dia mengontrol dengan energi nya lalu menggerak kan tangan nya ke depan "Hancur kan"
Booom..!! Ledakan besar tercipta membuat tanah bergetar dan cahaya ledakan naik keatas langit. Hingga beberapa warga yg melihat cahaya kuning bercampur merah itu segera mengarah ketempat cahaya tersebut.
"Aku tak bisa berlama- lama disini. Warga akan segera menemukan tempat ini" ucap penculik itu lalu dia menggumam kan lagi teknik nya.
"Kita akhiri dengan serangan ini" teriak nya.
"Teknik Tingkat Kedua, Angin Hitam"
Wuuuush... Angin Hitam terbentuk sangat cepat di tangan nya seperti lubang cacing yg akan menyedot apapun.
"Teknik Tingkat Kedua, Angin Hitam" Sosok itu juga melakukan hal yang sama. Membuat penculik itu kebingungan.
__ADS_1
"Hei, Bukan kah kita dari satu aliran." Ucap nya setelah melihat teknik yang sama di gunakan sosok itu..