ZHANG SAN

ZHANG SAN
Pikiran jahat


__ADS_3

Buuuzzzz. Mulut ular itu langsung menyemburkan api berwarna merah, Meskipun Zhang San memiliki api yang berada di atas tingkatan api itu, Tapi dia tak mungkin menghadangnya.


Segera dia meghentak kan kakinya ketanah lalu melesat terbang ke atas pohon yang lebih tinggi, Dia mengeluatkan pedang bintang yang langsung di aliri energi jiwa. Serangan ini adalah kali kedua dia menggunkan dengan energi jiwa. Karna lawan tak main main.


Ular berkepala tiga itu berada di tingkat yang sama dengannya. tapi karna ular memiliki tingkat kekerasan kulit yang luar biasa itu menjadi pertahanan yang sulit untuk di hancurkan.


Sreeeeeng.... Seperti sebuah pedang yang beradu dengan besi. Sisiknya sangat keras. dia mungkin sudah hampir menjadi naga. Tapi itu menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk Zhang San berlatih.


Satu kepala menoleh ke arah nya dan menyambar dengan Mulutnya yang menganga, Mungkin dia ingin menelan Zhang San hidup hidup, Tapi Zhang San kembali melentingkan tubuhnya dengan berpijak di ujung kepala itu, dia berjungkir sembari mengarahkan pedangnya menusuk mata sang Ular.


Cez..... Terdengar Bunyi besi panas yang di celupkan ke air. Mata itu langsung menghitam terkena tusukan pedang bintang.


"Teknik pedang tanpa wujud, Aura Pedang"


Zhang San tak ingin menunda lama, Dia segera menekan Ular itu dengan Aura pedang yang terus saja menghantam Tubuh Ular.


Slaas.. Slaaaas... Slaaash..


Tiga kepala itu langsung melayang dan terjatuh. Dia langsung menyimpan tubuh ular itu kedalam cincin dimensi miliknya dan terbang lagi ke arah datangnya ular.

__ADS_1


'Dia pasti sedang menjaga sesuatu ditempatnya, karna merasakan kehadiran aura asing makanya dia langsung mendatangiku' Gumamnya dalam hati dan terus bergerak.


Zhang San merasakan dari jauh sebuah tanaman yang langka dan ketika dia lebih dekat, "Itu adalah tanaman bunga Api yang bahkan batangnya saja dapat meningkatkan kekuatan, Apalagi bunganya yang sudah mekar, Dan hal unik lainnya bunga Api itu tidak perlu di jadikan Pil, Alam misteri ini sangat kaya akan sumberdaya, Aku yakin dengan ini, Bukan hanya tingkatan api ku bisa menjadi lebih panas, Tapi tingkatan ku yang sudah setengah langkah menuju puncak akan terdorong" Gumanya senang


Zhang San segera memetiknya dengan hati hati tanaman itu, Karna tanaman ini seperti putri malu yang bisa menutup bunganya dengan daunnya jika merasa terganggu, Seaindainya dia tak memiliki Buku teknik meracik Obat mungkin dia akan gegabah mengambilnya.


Segera setelah memetik Zhang San melemparkan beberapa prisai ilusi untuk menjaganya dari serangan yang tidak terduga. Dan dia duduk bersimpuh dengan hati yang mantap satu persatu mengunyah kelopak bunga api itu yang hanya ada empat kelopak saja, Tapi saat kelopak pertama itu habis dilahap, Dia merasakan tubuhnya terbakar oleh api dari dalam.


Dia masih melanjutkan mengunyah kelopak kedua, Ketiga dan yang terakhir meski panasnya kian meningkat dan mengalahkan teknik pembakaran maksimal miliknya, Jika jiwanya tidak kuat mungkin tubuhnya pun akan meledak karna berani mengkonsumsi Bunga api.


Tanaman bunga api hanya di hususkan untuk yang sudah berada di tingkat Dewa langit puncak, Tapi Zhang San tidak mengetahuinya, dia melewatkan untuk membaca catatan itu karna kesenangan yang tak terlukiskan dalam hatinya.


Api semakin membesar membakar tubuhnya, Kini tubuhnya melayang dengan sendirinya dalam kultivasinya yang menghanyutkan. dia merasakan kekuatan yang sangat besar menyeruak dan ingin keluar.


'Akhirnya aku dapat menembus penghalang, Saat aku keluar dari sini nanti, Kalian Klan bayangan akan aku ratakan' Dalam hatinya sangatlah gembira karna bisa naik tingkat secepat ini


Mendapat Peninggalan dari Guru Fei dan seorang guru sepertinya membuat Zhang San sangat bersyukur, "Maafkan aku guru yang dulu sering menjahilimu, Guru dimana kau sekarang berada"


Dia segera memjamkan matanya menutup kesenangan ini untuk mengkondisikan kekuatan yang baru dia miliki.

__ADS_1


...............


"Aura ini sangat kuat, Aku bahkan ditingkatan ini tidak memiliki aura seperti itu" Ucap Long Kai setelah merasakan sebuah ledakan Aura.


"Kau benar, Pemuda itu mendapat keberuntungannya dapat naik tingkat ke tahap puncak dengan umur yang masih sangat muda, Jangan biarkan dia mendapat warisan Naga Sejati, Jika tidak dia akan menjadi penghalang untukmu, Jika nanti dia tau bahwa kau lah penyebab Gurunya mati"


"Hemmm" Long Kai mendengus "Biarkan saja dia membimbing kita ke arah dimana Warisan Naga Sejati berada, Setelah kita mendapatkan tempatnya, Kita akan membunuhnya, Selagi dia masih berada di tahap itu, Dia tak mungkin mampu mengalahkan kita berdua, Tidak, Bahkan untuk mengalahkan salah satu dari kita" Ucap Long Kai dengan yakin.


'Saat itu tiba, Maka aku akan membunuhmu juga, Hahaha' Long Jung tertawa dalam hatinya, 'Jika seandainya pemuda itu tidak muncul, Maka tidak ada kesempatan ini, dan aku bisa menjadikan pemuda itu sebagai kambing hitam atas kematianmu, Ide yang cemerlang bukan'


"Kau benar sekali, Kita sekarang berada di tingkat surga tahap awal sedangkan dia berada di tahap dewa langit tahap puncak. meski berbeda hanya satu tingkatan tapi kita hanya perlu menyentilnya untuk menghancurkan kepalanya" Sahut Long Jung


"Kita akan terus mengawasinya dari jauh, Agar dia tak merasakan keberadaan kita. karna persepsinya tidak lah terlalu jauh, Aku yakin itu" Ucap Long Kai lagi lalu dia memperhatikan Pemuda itu yang sudah mulai berdiri.


Zhang San merasakan dua aura itu dari jauh yang sedang mengawasinya 'Apakah mereka mengira jarak persepsiku hanya mencapai seribu langkah saja. Mereka sangat keliru, Jelas ketika aku sudah berada di tingkatan ini, Aku dapat merasakan keberadaan mereka. entah apa yang mereka berdua inginkan, Tapi aku yakin tidak ada yang baik dari niat mereka.


Jika tidak mengapa harus mereka bersembunyi seperti ingin menangkap mangsa jika mangsa sudah kekenyangan, Aku akan mengikuti permainan mereka, Meski tak yakin mampu mengalahkan mereka dalam duel'


Zhang San segera melesat mengikuti sebuah panggilan suara, Entah mengapa dia merasakan suara itu semakin jelas dan menyuruhnya cepat untuk datang 'Apakah karna ini yang mereka inginkan, Mereka seolah menolongku, Tapi rupanya ingin merampokku jika sudah menemukan tempat yang dicari, Pasti ada alasan lain mengapa mereka tidak sejak awal mengambil cincin ini dariku, dan hanya memintaku untuk membukakannya. aku yakin hal itu'

__ADS_1


Tanpa berleha leha, Dia terus menyusuri alam misteri, Dia sengaja menjauh dari suara dan melemparkan beberapa prisai ilusi tanpa disadari oleh dua orang yang mengintainya.


Sambil mencari sumber daya yang banyak untuk segera meningkatkan pasukannya dalam dunia jiwa.


__ADS_2