
Ujung Pedang milik Qu Bao menempel dipunggung Jing Nan, Jika dia bergerak pasti Qu Bao akan memberikan luka disana. "Terima kasih untuk tidak melukaiku" Ucapnya lalu dia menyimpan pedangnya pada cincin dimensi miliknya kemudian melompat ke tepi arena dan duduk untuk memulihkan tenaganya.
Begitu pula dengan Qu Bao dia tak ingin kelompoknya menang dengan cap menang jika hanya banyak orang, segera dia mengikuti Jing Nan dan duduk disampingnya lalu saling berkenalan satu sama lain lagi.
Empat lawan empat masih bertarung dengan sengit, Tidak ada yang mengira jika pertarungan ini akan memakan waktu yang cukup lama
"Jing Fu! bentuk Formasi" Teriak Jing Gang lalu mereka berempat berbaris lurus kebelakang kemudian memecah dengan teknik yang sudah mereka kuasai.
Jing Gang yang ada didepan dengan gerakan yang berbeda dari sebelumnya menyerang Qu Yang di ikuti oleh tiga orang dibelakangnya yang menyerang dari atas samping kanan dan kiri, Terpaksa Qu Yang mundur namun masih bisa menangkis serang dari empat arah.Tiga orang yang terpisah sedikit jauh dari Qu Yang langsung mendekat dan membantu.
"Kurung mereka!" Teriak Qu Yang.
Anggota nya mengerti dan melompat ke arah empat titik yang berbeda kemudian menggerakkan tangan membentuk sebuah Formasi penyerangan, Semua itu dilakukan dengan sangat cepat bahkan Jing Gang dan kawan-kawannya tak sempat bereaksi
" Teknik Pedang Surgawi, Penghukum Bumi" Teriak empat orang serentak
Swing~~ Tanah bergetar dan ada empat pedang besar yang menggantung di atas kepala empat orang anggota Klan Jing, Pedang Qi berwarna kuning keemasan menggetarkan tanah, memberi sedikit jejak ketakutan kepada lawan.
Jing Gang memiliki tubuh yang bergetar, Begitu pula tiga orang lainnya yang kini sudah lemas kakinya..
"Sekte Pedang Surgawi memang hebat" Puji Jing He Kepada Qu Die yang melihat kekalahan yang sudah jelas akan di alami kelompok cucunya.
"Hahaha Patriak Jing terlalu memuji, Mereka memang cukup terlatih dalam Formasi seperti itu, Tapi teknik seperti itu tidak bisa selalu dipakai, Jika pertarungan hidup dan mati, mungkin mereka juga akan mati" Ucap Qu Die sambil menggelengkan kepala.
"Kenapa bisa begitu Patriak?" Tanya Lou Tianxing.
"Teknik itu begitu menguras energi Qi, mereka pasti akan kelelahan, dan ketika mereka sudah kelelahan musuh yang bersembunyi akan menghabisi mereka" Sahutnya lagi sambil matanya menatap Lou Tianxing
"Pemenangnya Sekte Pedang Surgawi" Teriak Dong Hu lalu membuka Formasi yang menyelimuti Arena. "Selanjutnya" Ucapnya Lagi
__ADS_1
Qiong Cha maju lalu berkata "Aku ingin menantang Tuan Rumah" Teriaknya cukup nyaring
"Kami terima" Feng Yaya berkata lembut sebelum Dong Hu bertanya.
lalu dia melompat diiringi oleh satu wanita dan tiga pemuda lagi dibelakangnya.
Sebelumnya bukan Feng Yaya yang berada pada Kelompok Sekte Pedang Kebajikan, Tapi dia memaksa untuk menggantikan kawannya yang cidera bekas pertarungan pertama.
"Gadis yang cukup cantik" Ucap Qiong Cha terpana dengan wajah dan tubuh yang dimiliki oleh Feng Yaya.
"Jangan terlalu memandang, Awas, Nanti jatuh cinta!" Ucap Feng Yaya tersenyum.
"Wow Senyumnya bisa membius lelaki" Ucap penonton yang menatap keindahan yang ada diarena.
"Mulailah" ucap Dong Hu, Dia tak lagi menunggu lama.
Hiaaaat... Feng Yaya bergerak dengan lincah dia seperti penari yang menggunakan pedangnya. tubuhnya sangat gemulai, Begitu pas dengan gerakan yang ditampilkannya.
..............
Setelah meninta Lang Ming mengikuti sosok itu, Zhang San pun memberi kabar kepada ayah mertuanya, 'Ayah, ada yang menerobos Formasi milikku, Sepertinya dia tidak berniat baik'
'Semoga saja tidak merusak acara yang diselenggarakan ini' Sahut Tian Zhu langsung membalas pesan suara yang dikirim oleh Zhang San menantunya.
"Ada apa suamiku?" Tanya Yu Ling An, Mereka masih berada dikamar dalam rangka bulan madu, Jadi mereka tidak menghadiri acara.
"Ada orang yang terlihat mencurigakan dan menembus Formasi yang dibuat oleh menantu kita" Sahut Tian Zhu
"Semoga saja tidak terjadi apa-apa" Ucapnya lagi sambil bermanja dengan menggelayutkan kedua tangannya dileher Tian Zhu. Tidak seperti dua orang tua, mereka seperti anak muda yang sedang dilanda cinta saja dan dimabuk asmara.
Zhang San memasuki Formasi ilusi dan menuju Goa yang paling tengah dan memasukinya dengan perlahan.
__ADS_1
Tap
Tap
Tap
Langkah kaki terdengar oleh Zhang Yimin, Dia segera membuka mata dan berkata setelah melihat siapa yang mendekatinya. "Ada keperluan apa Patriak Sekte berkunjung" Candanya sambil tersenyum
"Ada hal serius tetua Yimin" Zhang San menampilkan wajah yang sedikit gelisah, dan Zhang Yimin yang melihat wajah seperti itu segera mengerutkan keningnya.
"Ada seseorang yang menerobos Formasi Sekte" Ucapnya lagi.
"Hemm, Aku menduga orang yang bisa menerobos Formasi yang kau buat bukan berasal dari dua benua ini, karna aku sangat yakin tidak ada yang melebihi dirimu dalam hal tingkatan, Mungkin kalau sama masih ada. Dan aku yakin sosok itu datang untuk mengincar diriku" Ucapnya sambil mendesah menghela nafas, Lalu dia menambahkan lagi dengan sedikit gelengan kepala "Maafkan aku" Ucapnya.
"Tidak masalah tetua, Masalahmu akan menjadi masalahku juga, Karna kita satu garis darah" Ucapnya tersenyum untuk memberi semangat kepada Zhang Yimin.
"Musuh terlalu kuat untukmu Nak, Jika aku dapat mengembalikan kekuatanku secepatnya, Mungkin aku bisa melawannya, itu pun juga dengan banyak usaha, Racun ini sangat ganas, Jika aku sedikit saja menggunakan energi Qi, racunnya langsung akan menyebar" Ucapnya dengan wajah sedih.
"Aku bisa membuatkanmu Pil Racun, Tapi aku belum bisa mendapatkan bahan-bahannya" Sahut Zhang San yang duduk disamping Zhang Yimin.
"Apa kah kau berkata, Bahwa kau juga seorang alkemis?" Sebuah harapan tersirat diwajah Zhang Yimin
"Tetua benar" Ucap Zhang San "Tapi sayangnya tidak ada bahan"
"Aku sangat beruntung Nak, Kau tau? aku memiliki bahan-bahan itu! aku sudah mencari alkemis yang bisa membuatkan ku Pil Racun yang bisa melawan racun, Namun tidak ada yang bisa untuk wilayah dua benua ini, Hingga aku tersesat di kota ini dan bertemu dengan Xia Lan itu, Dia pun berjanji akan mencarikan aku alkemis yang bisa, namun hingga sampai pertarungan denganmu, Tidak ada yang dia temukan" Selesai berkata dia mengambil Cincin dimensi yang melingkar dijarinya. dan langsung memberikanya ke tangan Zhang San.
"Aku akan memeriksanya" ucap Zhang San. setelah mengirim kesadarannya dia menemukan banyak bahan obat yang memang khusus untuk racun, Dia melambaikan tangannya mengeluarkan bahan obat
Lalu mengingat kembali resep obat yang ada Buku teknik meracik obat.
"Hem aku memerlukan sesuatu yang lain,
__ADS_1
Segera saja dia mengeluarkan Gingseng Darah, Empedu ular berkepala tiga dan beberapa tetes air surgawi (Yang pernah dia temukan ketika bersama Lang Ming) dari cincin miliknya sebagai pelengkap bahan yang kurang.