ZHANG SAN

ZHANG SAN
Pertarungan Berlanjut


__ADS_3

Bing Ma sebelum nya memandang remeh seorang pemuda yang telah menghalangi serangan nya untuk membunuh Wei Lang. Tapi setelah melihat kemampuan nya dalam meremuk kan pedang level menengah itu dengan sangat mudah, Dia akhirnya menyadari bahwa dia tak bisa melihat tingkatan pemuda itu. Sebelum nya dia mengira pemuda itu menangkis mengandal kan artefak pertahanan, namun melihat yang sekarang, itu memang kekuatan asli nya.


Sembilan belas orang maju kembali dengan membentuk Formasi penyerangan setelah mendapat kode dari Bing Ma.


Bing Ma langsung pergi membawa jasad Bing Sai yang hampir kaku, kekediaman Bing, penguasa kota BingRu..


Sesampai nya disana. Dia langsung bergegas masuk menerobos dengan tendangan nya menghancurkan pintu beton. Braaaaak...!!


Beberapa orang yang berada di dalam kediaman terkejut dan langsung berlari sambil membawa senjata di tangan mereka.


Bing Jai yang sudah puluhan tahun menjabat sebagai wali kota dari kota BingRu tak pernah mendapati ada orang yang berani menerobos kekediaman nya. Dia berteriak di balik debu. "Siapa yang sangat berani menghancurkan pintu rumah ku?"


Seseorang disamping nya mengibaskan tangan mengirim angin rendah yang meniup debu.


Terlihat oleh mata semua orang Bing Ma sedang menggendong satu sosok di depan nya yang terlihat sangat familiyar.


Bing Jai langsung terbelalak mata nya saat mengenali siapa yang di gendong oleh Bing Ma. Dia lansung mendekat dan bertanya. "Kenapa dengan anak ku Bing Ma?"


Bing Ma merasakan kelu pada lidah nya. Sebenar nya dia yang memaksa Bing Sai untuk melakukan pertarungan hidup dan mati. Untuk pembuktian kejeniusan di kota Bing ini "Dia di bunuh oleh Wei Lang anak dari Wei Busy mantan Wali Kota sebelum nya" ucap Bing Ma tak ingin memberitahukan hal yang terperinci.


"Bangsat. Tidak anak, tidak orang tua. Semua sama. Klan Wei harus di hancurkan sampai keakar nya" raung nya. Lalu dia berkata kembali "apakah kau membunuh Wei Lang itu" sambil menatap Bing Ma dia tak menurun kan tensi amarah nya.


"Sebelum nya aku sudah ingin membunuh nya. Namun ada seseorang yang menolong nya dan dia terlihat sangat kuat. Aku memerintah kan dua puluh orang anak buah ku untuk membunuh mereka berdua.


Sekarang mereka masih bertarung di alun- alun kota" jelas nya lalu mengajak Bing Jai untuk pergi kesana.


Mereka melesat terbang dengan membawa sepuluh orang tingkat kaisar tahap menengah. Sesampai nya di tempat tujuan yang di maksud. Yang mereka dapati adalah kehancuran pada alun- alun kota dan teriakan teriakan yang memilukan.


Bing Ma menunjuk ke salah satu dari dua orang yang berdiri di arena tarung itu. "Dia lah kak. Yang telah membantu Wei Lang membunuh Anak mu" ucap nya

__ADS_1


Setelah mematahkan setiap tulang dari sembilan belas orang yang menyerang, Lang Ming mengajak pergi Wei Lang namun dia merasa beberapa semut bersayap terbang mendekat kearah nya.


Lang Ming langsung menengadah. Kemudian dia melengkung kan bibir nya keatas menyeringai menampilkan taring kecil di sela gigi putih nya.


"Kau turun lah dan cari tempat aman. Sekarang aku tak bisa melindungi mu, karna ada banyak sayap bersemut sedang melayang di atas sana" tunjuk nya sambil menyuruh Wei Lang menjauh.


Wei Lang melihat kearah dimana Lang Ming menunjuk. Lalu dia mengangguk. "Ini memang bukan kemampuan ku, tapi kau harus tetap hidup, siapa nama mu. Agar aku bisa mengingat nama penolong ku"


"Panggil aku Ming, itu saja, pergilah secepat nya karan musuh sudah menyerang" ucap nya lalu berpaling dan menggunakan cakar nya kedapan mengirim tiga larik cahaya yang menghantam serangan dari atas sana.


Booooom.. ledakan keras terjadi di udara menggetarkan tanah dengan skala yang luas.


Lang Ming hanya tersenyum. Tapi tidak dengan dua belas orang yang masih melayang rendah di udara.


"Kalian maju semua" perintah Bing Jai kepada sepuluh orang yang dia bawa.


Dia melepaskan serangan kearah Bing Jai dan Bing Ma yang tak siap akan datang nya serangan kejutan.


Mereka terpental dengan punggung masing- masing dari mereka terkoyak dan masuk kedalam kubangan tanah.


Sepuluh orang yang di perintahkan tadi hanya memandang dengan mata terbelalak. Pasal nya baru saja sosok itu berada di hadapan mereka kini sudah ada di belakang. Malah menyerang tuan mereka yang tanpa perkawalan. Apalagi melihat tangan yang berubah seperti tangan monster itu. Mereka begidik ngeri.


"Tingkat kaisar tahap puncak saja tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi kita" salah satu dari mereka bersuara.


"Kau benar, lebih baik kita kabur saja, dan kita laporkan hal ini kepada atasan kita"


Mereka pun bergegas pergi sebelum Bing Jai dan Bing Ma bangkit


Bing Ma dan Bing Jai langsung melesat keluar dari kubangan tanah sesudah menelan pil pemulih energi dan pil penyembuhan. Namun itu belom cukup untuk mengobati luka pada punggung mereka. Hanya menghentikan darah yang menetes untuk sementara saja.

__ADS_1


"Sialan kau!" Raung Bing Jai mengambil pedang dari cincin dimensi nya.


Begitu pula dengan Bing Ma dia mengeluarkan pedang yang berbentuk celurit di ujung nya. Agak melengkung sedikit.


Mereka berdua langsung mengeluarkan teknik mereka masing- masing dan menggabung kan nya bersama.


"Teknik tingkat ketiga, Gelombang Awan Hitam" terlihat dari bilah pedang nya ada gelombang kekuatan yang besar.


"Teknik tingkat kedua, sabit pembelah lautan" terlihat semburat cahaya melengkung disekitar pedang nya.


"Matilah........" teriak mereka bersamaan.


Swoooosh...!! Serangan itu begitu cepat melaju seperti kecepatan cahaya.


Lang Ming hanya tersenyum simpul. Meski dia belom sepenuh nya bisa mengembalikan kekuatan asli nya yang dulu sempat hilang. Dengan fisik Srigala yang begitu kokoh dia menginjak tanah dengan kuat melonjak kan tubuh nya keatas lalu berputar diudara dan mendarat kan kedua tangan nya yang sudah berubah, dengan cakar tajam yang siap membelah mangsa.


Booooom... Duaaaaar...


Bing Jai dan Bing Ma tersenyum melihat karya yang mereka buat. Ledakan itu sungguh besar hampir menghancurkan ratusan rumah yang berada di bawah nya.


Untung saja para peduduk sudah melarikan diri. Karna sadar akan imbas pertarungan yang akan menghancurkan rumah rumah mereka.


Di detik berikut nya. Kala angin membawa debu menghilang terlihat dua cakar berada di atas kepala mereka. Bing Jai dan Bing Ma tak sempat membuat pertahanan. Mereka tak menyangka hasil nya tak seperti yang mereka duga.


Angin kencang bertiup kearah mereka seperti mendukung kematian mereka.


Booooom...! Kepala kedua orang itu pecah dan otak mereka berhamburan di tanah. 


Masih satu Bab 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2