ZHANG SAN

ZHANG SAN
Perbincangan dengan Patriak Chong Ling


__ADS_3

"Salam patriak..." Sapa para penjaga yang bertugas sambil mendorong pintu besar itu.


Patriak Chong Ling mengangguk lalu menolehkan wajah nya kemudian berkata. "Masuk lah nak Zhang. Anggap saja rumah sendiri" Ucap nya sambil tersenyum lalu melangkah lebih dulu kedalam.


Zhang San mengangguk tanpa menyahut,


Patriak Chong Ling mengenalkan sekte nya kepada Zhang San sambil berjalan mereka berbincang santai. Para tetua atau pun para murid yang melihat mereka langsung menyapa dengan hormat.


"Kita lanjutkan didalam saja" ucap nya setelah sampai di pintu rumah nya. Lalu mereka berdua masuk Dan patriak Chong Ling mempersilahkan Zhang San duduk dengan menggerak kan tangan nya ke arah kursi.


Lalu dia menggunakan telepati nya kepada kepala pelayan. Untuk menyediakan makanan untuk tamu nya.


Beberapa sa'at berlalu tanpa suara. Pelayan datang membawakan makanan serta minuman.


Cong Ling mengabil gelas dan teko. Lalu menuangkan air kedalam nya. Kemudian dia serah kan sambil berkata "Silah kan di minum dan nikmati makanan nya" ucap nya..


°°°°°


Braaaaaak...!! Gu Ming-Hun terlempar dari hadapan iblis Mu Tao hanya dengan kibasan angin nya saja.


"Bagaimana aku bisa menghidupkan istri mu lagi. Jika pengorbanan mu saja hanya segini? Sudah bertahun tahun lama nya kau masih belom bisa melepas kan segel ini, aku masih perlu banyak darah untuk memulihkan kekuatan ku" Iblis Mu Tao marah karna Darah gadis yang di pintanya kurang. "Aku tidak mau tau. Kau harus mendapatkan lebih banyak lagi. Jika tidak." Iblis Mu Tao memasukkan asap ke hidung Gu Ming-Hun dan membuat Gu Ming-Hun sesak nafas.


"Ak- aku ak- akan segera mendapatkan nya. Beri lagi aku kekuatan. Aku akan menghancurkan seluruh sekte pedang kebajikan lebih dulu. Untuk membalas dendam ku" ucap nya memohon agar di lepas kan.

__ADS_1


Iblis Mu Tao melepaskan nya lalu memberikan Gu Ming-Hun lebih banyak energi iblis.


"Satu kesempatan. Jika gagal tubuh mu yang akan aku hancurkan" baik tuan sahut nya lalu pergi dari tempat itu.


"Iblis sialan," ucap nya dengan kesal. Lalu dia mengedarkan indra sepiritual nya untuk mengecek kekuatan nya. "Hemm dengan kekuatan ini. Chong Ling kau pasti akan mati,"


Dia kembali ke kamar nya lalu membuka sebuah peti mati yang disana terdapat tubuh kaku istrinya "Beri aku waktu sebentar lagi. kita akan pergi dari dunia ini. Kita akan melakukan petualangan ke dunia atas." Ucap nya sambil membelai wajah halus dan dingin istri nya itu.


"Sejak kau meninggalkan aku. Hidup ku laksana kapal yang Terombang ambing di lautan penyesalan karna tak bisa menjaga mu. Kehampa'an ini membuat ku ingin menghidupkan mu lagi. Dan aku terus mencari kekuatan Hingga aku menemukan tempat ini. Tempat dimana iblis di segel. Dia menawarkan ku kekuatan untuk membalas dendam dan aku pun menerima nya dengan syarat dia membantuku untuk menghidupkan mu. Tapi dia juga mengajukan Syarat untuk melepaskan segel yang membelenggunya.


Setelah sekian lama menanti. Kini segel itu mulai melemah. Dan aku akan segera melihat mu hidup lagi sayang ku" Gu Ming-Hun menceritakan sebagian kisah nya kepada istri tercinta nya.


°°°°°


"Ini adalah gulungan teknik yang ku miliki, dalam teknik ini tidak banyak mengeluarkan energi. Dia hanya memerlukan kecepatan langkah dan kekuatan fisik yang aku ini sangat cocok untuk mu" Patriak Chong Ling Menyodorkan sebuah gulungan di meja. "Jangan menolak nya" ucap nya lagi setelah melihat ke engganan di mata Zhang San.


"Namun jika patriak ingin memberi. Boleh kan saya meminta? Mungkin ini terdengar tidak bagus. Akan tetapi saya sangat membutuh kan nya" sambung Zhang San lagi


"Silahkan ucapkan apa yang kau mau, aku tak pernah keberatan memberi jika aku mampu atau memiliki nya" Jawab patriak Chong Ling sambil tersenyum mengelus janggut nya.


"Boleh kah saya meminjam kertas beserta pena?" Tanya nya


Patriak Chong Ling segera berdiri dan mengambil apa yang di minta oleh Zhang San tanpa keberatan sama sekali. Lalu dia menyerahkan nya.

__ADS_1


Sebelum nya Han Oyang berbicara dalam pikiran nya, menyuruh Zhang San untuk meminta beberapa bahan untuk meracik Pil Embun Hati maka nya dia menolak Gulungan teknik itu.


Setelah menerima kertas dan pena, Zhang San lalu mulai menulis sesuai dengan apa yang di instruksikan oleh Han Oyang. Setelah itu dia menyerahkan nya lagi kepada patriak Chong Ling.


Melihat kertas yang bertuliskan bahan-bahan langka kening nya berkerut lalu bertanya dengan lebih serius "Apakah kau seorang alkemis?"


"Di bilang begitu juga bisa patriak, namun saya tak pernah mengikuti tes alkemis" Dia mengatakan yang sesungguh nya. Jika bukan karna teknik meracik obat dia mana mungkin tau masalah meracik Pil.


"Baiklah... baiklah.. beri aku waktu beberapa hari. Aku akan mengumpulkan nya, Ada beberapa bahan yang sulit di temukan namun aku akan mencoba menemukan nya" Ucap nya tersenyum


Mendengar itu Telinga Zhang San langsung bergerak. "Tingkat suci aku akan datang" dalam hati nya sangat senang sekali. Seandai nya tidak ada patriak Chong Ling di depan nya. Bisa saja dia berteriak kegirangan bahkan loncat- loncat seperti anak kecil dapet permen. Namun itu tak kan terjadi. Dia menjaga wibawa nya. Agar tetap terlihat rendah hati.


"Istirahat lah dulu. Aku sudah menyuruh pelayan untuk membawa mu kekamar mu, aku akan pergi sebentar untuk memberitahukan kepada divisi obat untuk mengumpulkan semua yang kau minta" ucap nya lalu mendorong kursi kebelakang, kemudian meninggalkan Zhang San sendirian.


Selang beberapa sa'at pelayan datang menemui nya. Lalu dia berkata. "Tuan. Mohon ikuti saya" ajak nya...


"Salam patriak" ucap ketua divisi obat sambil menangkupkan tangan nya.


Patriak Chong Ling tersenyum lalu berkata "carikan aku apa yang ada dalam tulisan ini" dia menyerahkan kertas yang di berikan oleh Zhang San.


Ketua divisi obat menyambut kertas itu. Lalu dia melihat nya. Dan alangkah terkejut nya dia karna melihat resep obat itu. "Patrik siapa yang ingin membuat pil Embun Hati ini?" tanya ketua divisi obat dengan nada serius..


°°°°°

__ADS_1


Antara benua Timur dan Barat.


Seorang wanita duduk di atas batu sambil bertumpu pada lutut nya dia menangis "Ma'af kan aku Gege, aku terlalu egois, Seharus nya aku tak meninggalkan mu, namun hati ku tak bisa menerima jika harus berbagi kasih, jika memang takdir mempertemukan kita lagi. Aku tak kan pernah melepaskan mu lagi" ucap nya lalu berdiri kemudian melesat ke arah Benua Barat meninggalkan kenangan manis bersama suami tercinta nya sambil mengelus perut yang mulai buncit... (dia kekenyangan😅😅)


__ADS_2