ZHANG SAN

ZHANG SAN
Hamil?


__ADS_3

"Kami hanya ingin bertemu dengan Tuan Muda, Menantumu." Sahut Wang Ding sambil tersenyum.


'Baru beberapa hari tidak bertemu dengannya. dia sudah mencapai tingkat diatasku.' Zhou Suyan berbicara dalam hati. "Sialahkan masuk. Tapi jangan buat keributan disini" Tatapnya dengan tajam. Meski ada perasaan tidak nyaman berlaku seperti itu. Tapi dia tuan rumah wajar jika berkata seperti itu.


Zhou Suyan langsung membawa mereka keruang tamu. dimana Zhang San dan Zhou Ruyue sudah duduk disana dengan seduhan teh yang harum.


'Sial, Rupanya dia sudah tau siapa yang datang.' Hati Zhou Suyan menangis. dia bersikap sombong tadi hanya untuk terlihat kuat dihadapan Cucu menantu.


"Silahkan kalian bicara! Aku akan pergi dulu." ucap Zhou suyan dia tidak ingin wajah malunya terlihat.


"Terima kasih Patriak atas sambutannya." Wang Ding segera berkata ketika Zhou Suyan ingin meninggalkan tempat itu.


Zhou Suyan hanya mengangguk lalu pergi entah kemana.


Ada empat orang yang kini duduk saling berhadapan dan berbicang.


"Begini Tuan Muda. Sahabatku ini juga ingin meminta Pil yang seperti Tuan Muda berikan kepada saya. Maaf sebelumnya atas sikapnya." Wang Ding membantu Wang Yuwen yang diam saja disamping, dia tidak berkata sendiri karna malu.


"Apakah sudah dipikirkan dengan matang?" Tanya Zhang San menatap Wang Yuwen.


"Sudah Tuan Muda.' Sahutnya menunduk tak yakin bisa menatap tatapan yang membuat jantungnya terasa sesak untuk berdetak.


"Ingat aku tidak memaksa" Ucapnya lagi. Kemudian dia mengeluarkan sebutir Pil berwarna merah yang sama dengan yang dia berikan kepada Wang Ding. "Pulanglah kalian ke Klan. Suatu hari nanti aku akan datang berkunjung" ucapnya.

__ADS_1


"Baiklah Tuan Muda. Sahut dua orang itu. lalu mereka pergi.


"Mana Kakek mu?" Tanya Zhang San kepada Zhou Ruyue.


Zhou Ruyue hanya mengangkat bahu. Karna dia pun tidak tahu. "Apakah kau mau sekamar denganku?" tanya Zhang San lagi sambil memeluk pinggang Zhou Ruyue.


"Ih" Zhou Ruyue mencubit pinggang Zhang San. Tentu Zhang San pura-pura kesakitan.


"Jangan sekarang. Kita resmikan saja dulu pernikahan kita. Lalu kita buat anak dan bahagia." Ucapnya membayangkan masa bahagia mereka.


"Oke.... Apa yang kau ingin akan aku turuti" Ucapnya berbisik sambik menghembuskan nafasnya pada tengkuk Zhou Ruyue.


"Geli tau" ucapnya sambil mendelik. Mereka berjalan sambil bercanda. hingga tak terasa sampai pada pintu kamar yang akan ditempati Zhang San.


"Katakan pada Kakekmu, Kapanpun boleh melaksanakan pernikahan." Ucapnya lagi.


Zhang San menutup pintu setelah Zhou Ruyue menghilang dari pandangan. lalu dia masuk kedalam dunia jiwa.


"Sayang!" Ao Zisi melompat dan memeluk Zhang San dengan hati yang sangat senang.


"Kau terlihat ceria sekali?" Tanya Zhang San sambil mencubit hidung Ao Zisi membuat pipi bulatnya menggelembung. "Dan ini juga imut sekali." Kini satu pipi bakpaonya yang tercubit.


"Aku Hamil." Bisik Ao Zisi ditelinga Zhang San

__ADS_1


"Kok bisa? Siapa ayahnya?" Canda Zhang San dan itu berhasil membuat wajah Riang itu menjadi cemberut dan dia merajuk.


dia melompat dan berlari ke kamar.


"Aku kan hanya bercanda." Ucap Zhang San lalu dia mengejar Ao Zisi yang memasuki kamar. "Sayang! buka pintunya" Ucap Zhang San pelan. dia mengetuk beberapa kali. Namun, tidak ada jawaban sama sekali. Dia langsung mendobrak pintu itu dan mendapati dua wanita yang sudah tidak memakai Pakaian lagi menunggu dirinya untuk masuk.


"Kalian menggodaku, Ah-" Zhang San langsung melepaskan pakaiannya juga dan menerjang dua wanita yang sudah siap untuk merasakan tongkat saktinya.


"Pelan-pelan. Sepertinya aku hamil." Ucap Cao Ling An yang juga memberi kejutan mendadak kepadanya.


"Kalian berdua. sama-sama hamil?" Tatapan ketidak percayaan bercampur kesenangan melanda hati Zhang San. Dia tidak berpikir bahwa dia akan menjadi seorang ayah secepat ini.


Cao Ling An dan Ao Zisi saling pandang lalu saling bertanya. Setelah mendapat jawaban yang sama mereka tergelak bersama dengan tawa renyah.


"Kita akan menjadi ibu secara bersamaan, Aku tidak menyangka hal itu." Ucap Ao Zisi dan dia memulai ingin memakan pisang suaminya yang sudah terbuka dari bungkusnya itu. dan mereka pun melewati malam bertiga seperti biasa.


...............


Siang kembali datang. terlihat barisan bendera berwarna merah tersusun dari pintu gerbang hingga kediaman. Karpet merah juga sudah terurai dan segala sesuatu telah dipersiapkan dalam semalam.


Zhou Suyan memerintahkan anggota Klan untuk mempersiapkan hari pernikahan untuk Cucunya dengan Zhang San. tanpa sepengatahuan calon pengantinnya. dan ketika mereka terbangun dari kamar mereka masing-masing dan keluar dari kamar itu. mereka dikejutkan dengan banyaknya aktifitas yang dilakukan oleh orang-orang.


Zhou Ruyue segera berjalan ke tengah ruangan yang biasa dijadikan tempat pertemuan dan dia melihat Kakeknya sedang berdiri mengarahkan beberapa orang yang memasang lentera.

__ADS_1


"Hari apa hari ini Kek? apakah ada yang istimewa?" Tanya Zhou Ruyue.


Informasi: Menurut kalian tamatin ini dengan up bolong2 atau ganti buku dengan Buku baru untuk Season duanya?


__ADS_2