ZHANG SAN

ZHANG SAN
Rencana Penyelamatan


__ADS_3

Ken Dai langsung mengambil Giok komunikasi yang ada di cincin di mensi nya. Lalu mendengar kan apa yang di sampaikan patrik Gu Ming-Hun. Kemudian dia memberi tahu lokasi nya.


Setelah itu dia mengecek kembali tawanan gadis yang ada dalam goa.


Gu Ming-Hun melesat menuju lokasi pertemuan. Dia di temani oleh dua orang ketua yang berada di tingkat kaisar tahap puncak, mereka terbang dengan kecepatan seperti kilat sekejap mata langsung menghilang.


°°°°°


"Bagaimana persiapan nya komandan" tanya sang jendral yang bertugas memimpin penyelamatan tawanan.


Sang komandan menangkupkan tangan nya lalu berkata "Semua sudah berada di tempat yang sudah kita rencana kan. Tinggal menunggu aba- aba dari mu saja jendral" ucap nya lalu menunggu Jendral itu menyahut.


"Segera saja. Sebentar lagi mereka akan berganti penjaga. Sa'at itu lah beri sinyal kepada yang lain untuk bergerak"


"Baik jendral. Hamba mengerti" ucap nya lalu melangkah mendekat kekelompok nya.


Selang beberapa sa'at terlihat pergerakan dari dalam dan pergantian penjaga pun dilakukan.


"Cepat bunuh mereka" ucap sang komandan menyerukan suara nya.


Dua puluh orang maju secara serempak, dengab mudah mereka membunuh sepuluh penjaga itu. Lalu mereka mengambil pakaian nya. Dan sepuluh orang lain nya manenarik mayat penjaga itu agar tak ketahuan.


Lima orang menunggu di pintu masuk goa. Dan lima orang lagi masuk kedalam untuk memastikan letak tawanan.


Dong Fu juga datang bersama dengan Lao Lixian dan sebagian perwakilan sekte aliran putih.


Mereka melihat pembunuhan yang di lakukan oleh anggota kekaisaran


"Ternyata mereka tau lebih dulu persembunyian musuh" ucap Dong Fu dengan pelan. Lao Lixian mengganguk dan mulai berkata.


"Kita terlambat sedikit. Tapi ini bagus. Jika pertempuran pecah. Kita akan membantu mereka. Sebisa mungkin." Ucap nya lalu memperhatikan perkembangan situasi depan goa. Mereka duduk di atas pohon yang daun nya lebat hingga memungkin kan mereka untuk mengintai dari jauh.


Didalam goa....


Mereka berlima terus berjalan memasuki area dalam. Hingga mereka sampai di tempat para gadis di tahan.

__ADS_1


"Sungguh perbuatan keji." Beberapa wanita di ikat dengan telanjang, mereka merudal nya Untuk memusakan hasrat binatang mereka.


"Hentikan" ucap nya. Entah siapa yang berbicara namun yang pasti kata itu keluar tanpa sadar. Karna melihat kekejaman yang mereka lakukan.


Ken Dai dari Jauh mengawasi garak gerik mereka. "Seperti nya mereka bukan anggota Organisasi hitam." Dia pun melompat mendekat ke arah salah satu dari mereka berlima. Kemudian mencekik leher orang itu.


"Katakan siapa kalian jika ingin hidup?" Tanya nya garang dengan seringai penuh.


Namun bukan jawaban yang di dapat. Namun serangan langsung dari empat orang yang ada di sisi nya.


Terpaksa Ken Dai melepaskan cekikan nya. Dari pada tangan nya yang tanggal.


Ken Dai mundur dengan cara melompat kebelakang. Lalu dia mengambil ancang- ancang bersiap dengan lima orang ini.


"Teknik tingkat pertama, Pedang pencabut nyawa" gumam nya. Dia langsung melompat dan berputar menebas salah satu nya. Namun empat orang di samping nya menghadang nya. Mereka mengkombinasikan pertahanan sambil menyerang hingga membuat Ken Dai mundur dan berpikir ulang.


TREEEEEENG!!


"Formasih pedang pembunuh" ucap mereka serempak langsung mengarahkan pedang nya ke arah Ken Dai yang juga menggumam kan Teknik nya.


Namun masih dapat di tahan. Lalu dia berbelok kesamping karna melihat celah sa'at pergantian posisi. Lalu dia menusuk menerobos celah itu. Dia memamfa'at kan nya dengan baik.


Creeeeeez.


Pinggang salah satu dari mereka terkoyak.


Satu kesalahan saja berakibat fatal. Formasi mereka mulai pincang. Dan anak buah Ken Dai juga ikut menyerang mengeroyok mereka.


Salah satu nya melepas kan kembang api. Dan cahaya itu melesat keluar dari goa..


Dengan sambil bertahan mereka mundur kebelakang. Berharap mereka bukan umpan yang di sengaja di siapkan untuk srigala.


Beberapa sa'at mulai terdengar langkah kaki yang banyak merangsak masuk. Lalu cahaya secepat kilat menuju langsung ke arah kelompok Angin Hitam.


Booooom!!

__ADS_1


Beberapa dari mereka terlempar. Karna sa'at itu mereka sedang berkumpul membentuk formasi menyerang.


Jendral datang dengan senjata perang lengkap. Dengan jirah baja serta tombak yang menghunus kedepan.


Ken Dai Langsung menggunakan teknik nya.


"Teknik tingkat ketiga, Putaran Pedang Penghancur"


Jendral melompat ke arah Ken dai dengan tombak di tangan nya  yang siap menusuk jantung. Namun putaran pedang seperti gasing menghentikan tombak itu. Ken Dai dengan pedang di kedua tangan nya. Terus menebaskan pedang nya ke arah tombak itu. Namun Jendral kekaisaran juga sangat tangguh.


Dia menarik ulur tombak nya. Dan kemudian memutar serta terus menusuk meski terua di tangkis dengan pedang.


Namun suatu ketika kecepatan Ken Dai bertambah. Dia pun sempat mengenai bahu Jendral itu.. untung saja di sa'at itu dia sempat berkelok kesamping. Hingga tipis saja luka yang di dapat nya.


Ken Dai menyeringai dengan penuh pengharapan. Dia melompat lagi mendekati arah kiri Jendral dengan dua pedang nya yang bergantian mengarah ke bahu jendral.


Namun sesuatu menahan satu pedang nya. Membuat nya terkejut dan tidak fokus. Hingga Jendral dapat menusuk kan tombak nya ke dada Ken Dai.


"Aku datang membantu jendral" ucap Dong Fu dengan cambuk energi nya menahan salah satu pedang Ken Dai.


Akan tetapi Ken Dai langsung melepaskan satu pedang nya. Dan menghalangkan pedang yang tersisa di tangan nya ke arah dada.


Ken Dai pun menendang jendral hingga dia termundur. Kemudian dia melompat kesamping dan mengambil pedang satu nya yang berada ditanah dengan cara berguling dua kali lalu melonjak kan tubuh nya ke arah Dong Fu.


Lompatan setinggi tiga meter di udara dengan pedang di kedua tangan nya. Dia berputar seperti tornado yang menerjang badai.


Dong Fu melecutkan cambuk energi nya ke arah Ken Dai yang terus maju hingga ledakan dahsyat menggetarkan dinding Goa.


BOOOOMM!!


"Gawat Goa ini akan runtuh" entah siapa yang berbicara. Yang pasti mereka semua berlari keluar dari goa. Meninggalkan tawanan yang mulai panik karna bebatuan mulai berguguran 


Di luar goa pun pertarungan masih berlanjut. Ken Dai melawan Dong Fu yang di temani oleh Jendral Qing Le terus mencecar Ken Dai yang mulai terdesak oleh serangan gabungan mereka.


Sesa'at kemudian dia terkena terdangan dari Jendral Qing Le di dagu nya Membuat nya melambung keatas.

__ADS_1


"Kubus Pembunuh" Lao Lixian melemparkan teknik Formasi nya mengurung Ken Dai yang masih berada di udara. Lalu mengecil kan nya. Ken Dai tak bisa bergerak atau pun lepas. Karna perlahan kubus itu mengecil mempersempitkan gerak nya...


__ADS_2