
Kelabang Api itu mana peduli dengan ucapan yang keluar dari mulut pemuda itu, Dia seolah berdiri dengan banyak kaki nya. Dan menyemburkan api dari mulut nya. Buuuuz..!
Bukan hanya satu, Akan tetapi langsung tiga serangan mengarah ke pemuda itu. Zhang San melapisi tubuh nya dengan teknik Api Matahari.
Sebelum serangan kelabang menghantam nya. Di bergerak terbang ke atas lalu membentuk Pedang Aura dari api dan melempar kan nya kepada ketiga Binatang buas itu.
Tiga Pedang Aura api itu menghantam mulut tiga kelabang secara bersamaan.
Blaar! Blaar! Blaaar!
Kelabang kelabang itu terjatuh ketanah, tubuh mereka melingkar karna kesakitan dan kepanasan yang melebih api yang mereka miliki.
Zhang San turun lalu membuat sebuah gerakan tangan untuk menyedot mereka ke dalam dunia Jiwa.
Setelah itu dia mengedarkan Persepsi nya kembali, "Sebelah sana" Gumam nya
"Tapak Penghakiman"
Swosh swosh!
Dua hingga tiga Fenrir terlempar, terkena hantaman di tubuh, Membuat mereka berguling dan terpisah dari komplotan nya.
Lima Fenrir yang tersisa menggeram dengan kilatan petir di tanduk nya lalu melompat bersilang menyerang dengan petir yang sudah terkumpul di tanduk tersebut.
BOOOM..!!
Tanah pijakan Zhang San merekah layak nya sarang laba laba besar, Tapi Zhang San sudah tidak ada di sana, Dia melayang beberapa meter di udara.
"Tapak Sepuluh Ribu" Ucap nya mengeluarkan teknik nya, Ribuan telapak tangan terkondensasi menyerang lima Fenrir itu. Mereka tidak bisa berbuat apa apa, Ada yang meledak ada yang patah kaki ada yang mati di tempat.
Dia menyimpan Fenrir yang bisa di makan di cincin dimensi nya, sedangkan yang masih hidup dia masuk kan dalam dunia jiwa.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kalian tetua Dong?" Tanya Zhang San melalu telepati.
"Kami sudah melumpuhkan tiga binatang buas bertipe air. Buaya darat, Kodok Kongkong dan Ikan gigi Seribu" Sahut tetua Dong yang terdengar kelelahan.
"Tunggu Aku di sana"
Dia pun melesat, Menuju tempat dimana Tetua Dong Hu berada. Setelah beberapa lama terbang, dia pun sampai pada tujuan. Terlihat Fan Yao dan tetua Dong menyembuhkan luka yang di derita nya.
Zhang San turun dan langsung menyedot binatang buas yang di lumpuhkan oleh dua orang itu. Lalu dia mendekat ketempat mereka berdua dan memberikan energi bantuan untuk mempercepat pemulihan mereka berdua.
Setelah itu dia menghubungi Yan Shong. Dan Tiem Yan Shong tidak mendapat buruan yang hidup. Hanya buruan yang mati saja untuk di makan. Mereka bertemu sesuai tempat yang di perkirakan.
Zhang San menyalakan api unggun di pinggir sungai. Dan Yan Shong bersama tiga orang lain nya membersihkan daging beruang di sungai.
Terlihat asap mengepul tinggi dan beberapa menit kemudian mereka memakan daging panggang paha beruang.
"Setelah ini kita akan kemana tuan muda" Tanya Yan Shong kepada Zhang San yang sedang menggigit daging.
Di sela kunyahan nya Zhang San menjawab, "kalian akan istirahat saja di dunia jiwa, Pulihkan kekuatan kalian lagi" Ucap nya lalu melanjutkan kunyahan daging di mulut nya.
Pagi pun datang menerangi alam.
Zhang San membuka celah dimensi dunia jiwa. Dan Enam orang itu masuk kedalam nya. Zhang San menutup kembali lalu terbang setinggi tinggi nya. Dia lalu melesat menuju arah tengah terdalam.
Zhang San membuak gulungan pata untuk memastikan keberadaan nya. Setelah yakin sudah berada di tengah. Dia kembali mengedarkan persepsi nya untuk merasakan Binatang buas yang ada di bawah nya.
"Wah banyak sekali di sini kelompok klompok binatang buas nya" Ucap nya lalu menukik menyerang. Sebelum kepalan tangan nya menyentuh tanah. Han Oyang berkata "Ada cara yang lebih epektif untuk menangkap mereka semua"
Zhang San menarik energi yang hendak keluar. Lalu dia melayang di udara setinggi lima meter dan dia bertanya karna penasaran. "Bagaimana caranya paman?"
"Mula mula kau harus memberi tanda di setiap sudut dengan teknik segel langit, Kemudian setelah terpasang empat titik itu, Aktif kan formasi nya dan segel tempat itu dengan segel langit. Kemudian buka di mensi jiwa dan tarik hutan yang kau tandai kedalam nya"
__ADS_1
"Aku akan mencoba nya" Ucap Zhang san lalu melesat terbang. Dan menancapkan kayu yang sudah dia beri tanda jiwa. Hingga ke empat titik sudah di beri tanda.
"Akhir nya selesai" Gumam nya
Di ketinggian tertentu Zhang San membuat sebuah gerakan segel dan mengurung hutan luas itu sebagian, Lalu memasuk kan nya ke dalam dunia jiwa.
Itu adalah saran dari Han Oyang. Karna jika terus berburu seperti rencana Zhang San dari awal mau sampai kapan, kata nya!
Zhang San masuk ke dalam dunia jiwa. Lalu mengatur tempat untuk hutan tersebut. Dia menempat kan nya di timur dengan perisai ilusi dari dalam agar para binatang buas tidak keluar dari hutan itu dengan sengaja.
Setelah menyelesaikan semua urusan tentang binatang buas, Zhang San melesat ke sekte pedang kebajikan dan langsung menuju menara kultivasi. Untuk melihat perkembangan senior Tian Zhu.
"Rupa nya senior masih Belum naik tingkat" Gumam nya. Lalu dia turun ke lantai tiga untuk melihat tiga murid nya.
"Seperti nya Wen Hao akan naik tingkat lebih dulu" Gumam nya tersenyum melihat pemuda 14 tahun itu. Lalu menunggu nya disana berdiri. Kalau kalau Wen Hao membutuhkan bantuan untuk penerobosan nya.
Beberapa menit berlalu, Akhir nya energi yang menyelimuti nya masuk kedalam dan suara teredam terdengar kecil.
Duar..!
Wen Hao membuka mata nya lalu tersenyum bahagia, Kini dia berada di tingkat Raja tahap puncak, Dia bisa di anggap seorang jenius muda di sekte pedang kebajikan. Dia menatap sekilas ke arah di mana Zhang San berdiri. Tapi disana sudah tidak ada siapa siapa lagi "apakah hanya perasaan ku saja, Guru tadi ada disini" Gumam nya.
Tak ingin memikirkan terlalu jauh Dia pun melanjutkan memejam kan mata nya duduk bersila untuk menstabilkan pondasi kultivasi nya yang baru naik tingkat
Sedang kan Zhang San keluar dari dunia jiwa. Dan melihat hutan yang hilang separuh nya. Tersenyum santai, Kemudian dia melesat mencari kota/desa terdekat.
"Paman, Maaf menganggu waktu nya. Jika boleh bertanya, Kemana kah jalan menuju Gunung Kayangan?" Tanya nya setelah melihat seorang lelaki paruh baya berjalan sendirian di tengan hutan.
Orang itu menelisik Zhang San, "Aura yang kuat," Gumam lelaki paruh baya tersebut.
Zhang San tak peduli apa yang di gumam kan orang tua itu. Yang dia perlukan adalah jawaban nya
__ADS_1
"Disana" Tunjuk orang itu
"Terima kasih banyak paman, Semoga paman sehat selalu" Ucap nya lalu melesat meninggalkan orang tua yang tersenyum entah kenapa.....