ZHANG SAN

ZHANG SAN
Menolong


__ADS_3

Mampir juga di Karya terbaru Jajajuba....



"Jika memang aku harus mati, Aku tidak akan menyesal mempertahankan prinsipku dalam menjaga putri"


Tebasan dari banyak arah mengarah kepadanya, Sekuat-kuatnya naga akan mati jika di keroyok.


Teng teng teng!! Buk Buk buk!!


Xiang Zhu terkejut ketika ada serangan yang datang ke arah nya dari atas. tapi bukan untuk menyerang dirinya melainkan membantunya untuk menghalau serangan yang mengarah ke tubuhnya.


Satu sosok pemuda tampan muncul dan menyandarkan punggungnya pada punggung Xiang Zhu, Lalu pemuda itu berkata "Beginikah sikap lelaki sejati? main keroyokan?" Ucap pemuda itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Zhang San.


"Kau jangan ikut campur urusan kami anak muda, kau hanyalah bocah kemarin sore yang baru selesai dikeloni" Ucap Pemuda yang lainnya.


Hingga tawa dari kelompok itu pecah, mereka tergelak bersama. Padahal jika di ingat mereka terkena pukulan. Mungkin karna itu lucu makanya mereka tidak ingat lagi tentang rasa sakit.


"Kalian boleh tertawa sepuasnya! Pergilah jika kalian ingin hidup? aku tak akan mengulah kata-kataku!" Ucap Zhang San lagi sambil tersenyum


"Mundurlah kamu, dan pulihkan tenaga" Zhang San meminta Xiang Zhu untuk menjauh, Namun dia tak memberi Pil penyembuh.


Setelah Xiang Zhu cukup jauh, Zhang San berkata "Majulah kalian semua" Ucapnya.


"Dia meremehkan kita tetua"


"Apalagi yang kalian tunggu, Hajar saja langsung, dia yang meminta" Teriak Xiang Chang kepada satu kelompok orang yang dia sewa namun terlihat bodoh itu.


Wush!!


Zhang San bergerak lebih dulu karna mereka terlalu banyak bicara.


Akh..!! Satu teriakan menggema, Disusul teriakan lainnya. Lima orang langsung terkapar dengan darah yang menyembur keluar dari pangkal leher yang terpisah dari kepala.


Untuk membunuh beberapa kecoa seperti itu memang mudah, Tapi lawan masih tenang, meski ada sedikit kejutan dimatanya, dengan sedikit melotot namun tubuhnya tidak bereaksi sedikitpun.


"Ku akui kau cukup hebat bisa membunuh orang suruhanku, Namun kau jangan senang dulu"


Wush!!

__ADS_1


Terlihat dia melempar bubuk berwarna merah ke arah Wajah Zhang San. Zhang San tak mengantisipasinya hingga dia terkena bubuk itu.


"Baunya aneh" Gumamnya sambil mundur dua langkah ke belakang.


"Hahaha, Kau akan segera lumpuh, Itu adalah bubuk racun pelumpuh" Ucap Xiang Chang sambil tertawa puas


Sriiiing!! "Jangan sok jago dan jadi pahlawan jika nanti kau hidup di masa depan"


Swush! Pedang Xiang Chang menebas leher Zhang San.


"Tidaaak!" Teriak Xiang Zhu yang melihat pedang itu menebas leher pemuda yang menolongnya..


"Apa?" Xiang Chang berteriak karna terkejut dan kebingungan, Orang yang terkena tebasan pedangnya menghilang seperti tidak pernah ada.


"Apa kau mencariku?" Tanya Zhang San yang kini tersenyum dan bersandar dibawah pohon.


Xiang Chang mengedarkan pandangannya kesegala arah ketika mendengar sebuah suara dan dia mendapati pemuda yang sebelumnya sudah terkena racun pelumpuh miliknya dengan santai bersandar.


Hal itu membuatnya murka ditambah kebingungan hatinya, Tapi dia tidak memikirkan hal yang lainnya seperti kemungkinan bahwa pemuda dihadapannya lebih kuat darinya, dengan tampilan Zhang San yang masih muda siapa yang akan percaya.


"Kau" tunjuknya dengan marah "kau berani mempermainkan ku?" Dia melompat dengan mengeratkan pedangnya lalu mengirim serangan berbentuk bulan sabit ke arah Zhang San yang masih santai.


Booom!! Pohon itu meledak dan hancur tapi tidak dengan Zhang San.


Suara Zhang Yimin menggema dikepala Zhang San,


Dia pun tersenyum lalu dia muncul dibelakang Xiang Chang dan Wush! Peng!


Pukulan nya mengenai punggung, melemparkan tubuh Xiang Chang ke arah batu yang cukup besar.


Beng!!


Terdengar benturan yang keras, antara kepala dan batu. hingga Xiang Chang tak bisa bangun lagi


Zhang San berjalan menuju orang yang ditolongnya sebelumnya, Begitu pula dengan orang itu, Orang itu segera membungkuk.


Lalu dia berkata "Terima kasih banyak, Tuan sudah menolongku, jika tidak ada tuan, Aku pasti sudah mati, dan nasib putri entah apa yang akan terjadi"


"Pertemuan adalah Hal yang baik, Mari berteman" ucap Zhang San mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Tuan pemuda yang sangat sopan, Tidak banyak orang yang masih memiliki kesopanan jika sudah memiliki kekuatan ataupun kehormatan" Pujinya, Dengan tangan yang menyambut uluran tangan Zhang San.


Seorang wanita pun datang, dengan pakaian putih, tampil anggun dengan memperlihatkan paha putihnya ketika berjalan, meski pakaiannya cukup panjang dan tidak menonjolkan hal yang lain, Namun ada belahan pada baju bawahnya yang memanjang.


Serta sebuah senyuman yang terlukis dari wajahnya, Mampu mebuat orang bertengkar hanya untuk mendapatkanya.


"Putri, Maaf atas kejadian ini" Ucap Xiang Zhu yang berlutut dengan satu kaki,


Putri itu melambaikan tanganya lalu menatap wajah tampan pemuda yang menolong mereka, dia memberikan senyuman manis terbaiknya dengan dua lesung pipi yang terlihat berbeda.


Namun meskipun wanita itu cantik, Masih tidak mengalahkan dua wanita yang ada dalam dunia jiwa miliknya.


Wanita itu membuka mulutnya dengan bibir basah yang entah dipoles dengan apa "Terima kasih banyak Tuan Muda, Jika boleh tau! Siapakah nama tuan muda?"


"Namaku Zhang San" Sahutnya singkat.


"Apakah Kamu berasal dari Klan Zhang yang terkenal itu? Klan besar yang berada diselatan Benua selatan?"


"Kau benar" Sahut Zhang San singkat. "Namun aku sudah lama tidak pulang, dan aku tidak tau kemana arah jalan pulang, Bisakah kalian menunjukan arah?"


"Tidak jauh dari sini, Kau hanya perlu terbang ke arah selatan, Arah sana, Dan kebetulan kami juga akan keselatan, Namun tujuan kami ibu kota kekaisaran"


"Baiklah kalau begitu, Jaga diri kalian baik-baik, semoga bisa bertemu lagi" Ucapnya tersenyum.


Senyum yang bisa melelehkan hati.


Zhang San melompat ke udara lalu melesat terbang sesuai dengan arah yang di tunjukan oleh Wanita tadi.


"Dia tak menanyakan namaku" Gumam Xiang Xue kesal, Dia tak pernah diabaikan seperti ini sebelumnya, Karna banyal yang berada dikotanya memuja dirinya hingga membuatnya risih dan kesulitan untuk keluar dari rumah. karna akan ada banyak pasang mata yang memperhatikan setiap langkah yang dia ambil.


"Xiang Zhu, Kita pulang juga, Jangan laporkan hal ini pada ayahku!" ucapnya lagi lalu memasuki kereta kuda


"Jika Nanti Patriak bertanya, Aku harus menjawab apa?" Gumamnya pelan sambil mendesah "Ah Nanti saja memikirkannya lagi" dia bingung dengan keadaan yang akan dia hadapi.


Zhang Yimin mengikuti Zhang San terbang, "Kenapa kita tidak memakai kapal terbang Tetua?"


"Ada larangan khusu yang melarang untuk menggunakan kapal terbang jika perjalanan kita hanya sebatan di Benua selatan, Terkecuali kita akan pergi ke benua utara"


"Ternyata ada peraturan seperti itu"

__ADS_1


"Ada banyak peraturan, Jika di ucapkan akan sangat memakan waktu"


Mereka terus terbang tanpa henti hingg besok lagi


__ADS_2