
Patriak Tian Shang langsung duduk setelah jiwa nya terbebas dari kekangan iblis hati. Dia kini memancarkan aura tenang, Terlihat energi banyak berkumpul disekitar nya dan beberapa saat berlalu energi itu masuk kedalam tubuh nya.
Booom.. Terdengar suara teredam dalam tubuh nya menandakan dia sekarang berada di tingkat Dewa Bumi tahap awal
Langit di atas kediaman Patriak Tian Shang menghitam, dan kilatan kilatan petir menyambar.
"Saat nya patriak" Ucap Zhang San.
Tian Shang mengerti dan langsung bersiap. Dia mengeluarkan teknik pertahanan terbaik nya untuk bertahan dari gempuran petir kenaikan,
Ctaaaaar.. Duaaar.. Seolah langit sedang murka.
Hingga beberapa kali petir berbentuk naga menghantam tubuh patriak sebelum menghilang. Dan langit kembali cerah.
Semua orang di luar menyaksikan nya. "Apa yang terjadi di kediaman tuan kota" ucap dari beberapa orang yang melihat dari kejauhan.
"Akhir nya aku bisa naik tingkat setelah seratus tahun stagnan di tingkat suci" dia membuka mata nya dan melihat pemuda yang menolong nya masih berada di hadapan nya mengirimkan energi untuk membantu nya.
Patriak Tian Shang menyipitkan mata nya saat melihat energi yang bocor dari Zhang San tidak lebih lemah dari diri nya.
"Apakah kau juga berada di tingkat dewa Nak?" Tanya nya penasaran.
Zhang San tersenyum mendengar pertanyaan itu. "Cukup patriak yang tau!" Sahut nya.
"Hemm berarti dia tak ingin kekuatan nya diketahui orang banyak, Kenapa, Bukan kah biasa nya anak muda yang jenius akan bertingkah sombong dan angkuh... Rupa nya aku harus menilai ulang pemuda ini, Jika dia bisa bertahan di Klan ini. Pasti kekuatan klan akan sangat kokoh" Pikir nya.
"Baik lah aku tak kan mengatakan bila ada yang bertanya" Sahut nya
Duaaaar...!!
Ledakan akibat pertemuan dua kekuatan menciptakan getaran dan sapuan angin yang kuat hingga sampai kekediaman utama klan.
Padahal jarak dari pertempuran yang di adakan adalah 10Rb KM.
__ADS_1
Sangat jauh, Tapi di karna kan yang bertarung adalah para tetua yang sudah berada di puncak suci. Maka dari itu wajar, wajar saja sampai ke Kediaman Klan Tian.
"Apa yang terjadi, Apakah ada yang menyerang Klan Ku?" Ucap nya langsung bangkit berdiri.
"Tunggu patriak" Zhang San menghentikan langkah Tian Shang.
"Kenapa nak? Kenapa menghentikan aku?" Tanya nya.
"Aku akan menceritakan nya lebih dulu. Duduk lah, Dan stabil kan kekuatan baru yang di miliki" Ucap Zhang San sambil menjentik kan jari nya, muncul dari udara dua butir pil pemulih energi tinggkat tinggi.
"Baik lah" Ucap nya namun hati nya masih gelisah karna rentetan ledakan itu terus menggetarkan kota.
Tian Shang duduk kembali dan bersila lalu menelan Pil Pemulih energi itu. Hingga beberapa menit berlalu terlihat kekuatan patriak Tian Shang sudah stabil.
Zhang San langsung menceritakan semua hal yang dia ketahui kepada patriak Tian Shang saat dia membuka mata nya.
Dia langsung berdiri setelah mendengar cerita dari Zhang San. Dia tak menduga adik nya sendiri menginginkan tahta patriak, "Seandainya dia bisa bersikap adil. Aku pasti akan dengan suka rela memberikan nya tanpa harus bermandikan darah" dia berkata dengan nada sedih. Setelah itu dia berkata lagi. "Ikutlah dengan ku menghentikan perang yang tak perlu ini"
"Tentu patriak" Sahut Zhang San.
Wossh..! Wossh..!
"Itu patriak, lihat keatas"
"Yaa aku juga melihat nya, semoga dia bisa menghentikan peperangan ini"
"Kau benar, negri yang damai harus berakhir, kita juga yang akan kena imbas nya"
Entah siapa mereka yang berbicara itu....
"Tian Zhu, izin kan aku bertukar beberapa serangan dengan mu!" Lei Kang berucap sambil berdiri di depan anggota nya yang jatuh terkena serangan Tian Zhu.
Tanpa menunggu jawaban dari Tian Zhu. Lei Kang menyerang dengan ganas. Tanpa memberi ruang bagi Tian Zhu untuk membalas nya. Tapi pertahanan Tian Zhu juga cukup kuat. Tidak ada sedikit pun serangan Lei Kang yang bersarang di tubuh nya. Bahkan untuk menyentuh pakaian nya sekali pun.
__ADS_1
Tian Zhu bergerak menyerang setelah Lei Kang mengambil nafas, Kini dengan tarian dari teknik Seribu pedang. Dia melompat ke udara lalu berputar dua kali,
Lei Kang terlihat kalang kabut melepaskan serangan yang terlihat itu, hanya saja dia dapat mendengar dari desiran angin yang berhembus. Jadi dia masih bisa menghindari dan untung saja dia mempunyai prisai tempurung kura-kura. Hingga dia bisa selamat untuk sementara waktu.
Tian Cho melihat itu langsung membantu paman nya Lei Kang. Dia menebaskan pedang yang berwarna merah kehitaman itu. Yang seperti nya sudah di lumurin racun. Ke arah Tian Zhu. Namun masih dapat di hindari, dan Tian Zhu terbang mundur sedikit menjauh.
"Tian Cho, mengapa kau harus bersikaf seperti ini? Apakah tidak ada jalan yang lebih baik selain pertumpahan darah?"
"Jangan banyak omong, Kau hanyalah orang luar, Aku tak pernah menganggap mu sebagai anggota Klan Tian"
"Aku dan kakak mu adalah sahabat sedari kecil. Dan aku sudah mengabdikan hidup ku untuk kemajuan Klan, Meski pun aku bukan anggota inti Klan. Tapi aku berhak menghukum siapa pun yang ingin menghancurkan jerih payah kami" Sahut Tian Zhu.
"Serahkan tahta kepemimpinan dan biarkan aku menjadi patriak Klan selanjut nya. Dan kalian semua menjadi budak ku. Maka aku akan melepas kan kalian, Yakin lah, kalian akan kalah. Lihat berapa banyak yang ku bawa, sedang kan kalian hanya beberapa semut yang di bawa" Ucap Tian Cho lantang
Tian Wujie menggertakan gigi nya kesal bercampur marah dengan omongan besar dari paman nya itu. "Paman ingat lah, kita adalah keluarga" teriak nya.
"Haha haha..." Tian Cho tertawa, "Biar ku beri tahu, Aku dan ayah mu tidak lah bersaudara sama sekali, Kami lahir dari ibu yang berbeda dan dari ayah yang berbeda pula, Sebelum ibuku menikah dengan ayah mu. Ibuku sudah mengandung aku, jadi kita tidak ada hubungan keluarga sedikit pun, Dan aku akan membalaskan kematian ayah ku yang di bunuh oleh ayah mu" kata nya lagi
Tian Shang dan juga Zhang San mendengar semua itu di balik awan. "Aku tak mengira kami tidak sedarah sama sekali" Gumam Tian Shang.
"Jika begitu kenyataan nya, maka tidak salah jika kita bertarung hingga akhir, Aku harus mempertahan kan Klan Tian untuk saudara sumpah ku" Ucap Tian Zhu lantang.
Lalu menyerang dengan pedang yang kini ada di tangan nya, Dia mengirim seberkas energi berwarna pelangi kearah Tian Cho yang masih saja tertawa.
"Patriak Tangan beracun, Saat nya kita mengambil scor" Ucap Tian Cho yang langsung membalas serangan dari Tian Zhu. Dia tak mungkin menang melawan Tian Zhu meski sama sama di tingkat suci tahap puncak jika seorang diri. Entah mengapa dia tak mengerti. Tapi dengan dua orang tak mungkin mereka kalah.
Patriak Sekte tangan beracun melemparkan beberapa bola kecil yang bisa meledak, bola kecil itu adalah bom racun yang akan melumpuhkan saraf saraf orang yang bersentuhan dengan nya.
Dong Hu datang dari samping dan mengibaskan tangan nya mengirim serangkum angin bertekanan tinggi untuk menghalau bola bola kecil itu.
Booom... Boomm. Bola kecil itu meledak. Tapi itu malah membuat patriak sekte tangan beracun tertawa akan kebodohan orang yang meledak kan nya.
Racun yang ada pada bola kecil itu langsung menyebar terbawa angin dan menjatuhkan puluhan hingga ratusan orang pasukan yang di bawa oleh Tian Wujie.
__ADS_1
"Sial, Aku tidak mengetahui bahwa itu racun" Ucap Dong Hu. Dia berhasil menahan nafas nya. Jadi tidak terjatuh dan menderita lumpuh..