ZHANG SAN

ZHANG SAN
Mampir di Pulau


__ADS_3

Zhang San muncul disamping Zhang Yimin yang menunggunya dengan santai dibawah Pohon, Dengan teknik teleportasi yang sudah dia kuasai, Dengan mudah dia bisa menentukan tujuannya, Namun itu sebatas jika dia pernah berada disana.


"Apakah sudah siap?" Zhang Yimin sekali lagi memastikan


"Sudah tetua, Sebaiknya kita percepat saja, aku sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana benua selatan itu sebenarnya, Yang katanya lebih maju dari benua ini.


"Kita akan melewati laut lepas, Jika terbang mungkin akan memakan waktu satu tahun, Namun kita tidak perlu terbang" Ucapnya lalu mengeluarkan sebuah kapal berukuran kecil yang hanya muat untuk beberapa orang, Dia melemparkannya ke langit dan kapal itupun mengambang.


"Naiklah!" Zhang Yimin langsung melompat, Zhang San langsung bergerak juga dengan melompat.


"Berapa lama waktu yang kita perlukan dengan memakai kapal terbang ini Tetua?" Zhang San bertanya dengan antusias. dia merasakan kecepatan yang melebihi kecepatan dirinya ketika terbang


"Kita hanya memerlukan waktu dua bulan saja, Maka dari itu kita harus memiliki persediaan makanan untuk menyemil di perjalanan" Sahut Zhang Yimin sambil tertawa pelan. karna hari dia kembali telah tiba, dan dia akan membongkar kekotoran yang dilakukan oleh Panatua Pertama Klan Zhang.


Wajah nya terlalu bersemangat dan itu dilihat oleh Zhang San dan dia segera bertanya "Apakah yang membuat Tetua begitu bahagia" Tanya Zhang San dengan sebuah senyuman khas diwajahnya.


"Aku hanya ingin menghukum Panatua pertama yang sombong, Angkuh dan kejam itu, yang tanpa pandang bulu terhadap anggota keluarganya sendiri" tangannya terkepal dengan erat, Menunjukan permusuhan yang dalam jika dia mengingat hal itu, dimana dia di dorong oleh Panatua pertama dan harus terkena pukulan beracun dari Zhang Juan.


Swosh!! Seperti ķecepatan cahaya, Kapal terbang itu di udara melaju tanpa hambatan, Hampir tak bisa diikuti dengan mata.


Untungnya Zhang San tidak muntah, dia masih bisa menahan dengan duduk sambil menyeduh teh bersama dengan Zhang Yimin. Kapal terbang dibiarkan auto pilot karna tujuan sudah di atur.


Lima hari berlalu Zhang San melihat sebuah pulau dan merasakan aura dingin yang sedikit menyengat. 'apakah ini pulau yang dikatakan oleh Tetua Bing Ren'


"Tetua Zhang, Bisakah kita turun sebentar di pulau es itu?" tunjuk Zhang San kepada sebuah pulau yang cukup luas itu


Tanpa menyahut, Zhang Yimin langsung membuat pengaturan pada kapal terbang miliknya. setelah itu mereka melompat ke Pulau es itu dan Zhang Yimin langsung menyimpan Kapal terbang pada cincin dimensi miliknya.

__ADS_1


Karna mereka turun dengan mencolok, Seorang penjaga Pulau langsung mendekat dan bertanya dengan sopan "Ada keperluan apa Tuan berdua ke Pulau kami?" Tanya Penjaga Pulau tersebut.


Zhang Yimin memandang ke arah Zhang San.


"Kami ingin berkunjung ke Sekte Bintang Hidup, Apakah ini benar pulaunya?" Sahut Zhang San dengan sopan pula.


"Benar ini Pulaunya, Sebutkan siapa kalian? dan darimana?"Tanya Sang penjaga.


"Katakan kepada tetua Bing Ren, Long San ingin berkunjung" Sahut Zhang San


"Tunggu sebentar, Aku akan mengabari pihak sekte" Ucap penjaga pulau itu dan terlihat dia mengeluarkan Slip Giok kemunikasi.


Setelah beberapa saat menunggu, Seseorang dengan cepat terbang menuju kearahnya. dan langsung tersenyum ketika melihat Zhang San berdiri dengan seseorang yang tidak dia kenal.


"Sungguh kemulian bagi sekte kami, Karna Patriak Sekte Pedang Kebajikan dapat berkunjung" Sapa Bing Ren "Ikuti aku" Ucapnya lagi,


"Sungguh tidak terlalu jauh Patriak Long" Sahut Bibg Ren.


Lalu mereka bertiga berjalan santai, Untuk menikmati suasana dingin, Zhang San sudah terbiasa dengan suasana dingin itu, jadi dia tidak kesulitan, begitu pula dengan Zhang Yimin, dia mengontrol energi Qi yang bisa menetralkan hawa dingin itu.


Setelah berjalan cukup lama mereka sampai pada dua pilar yang berdiri kokoh mengapit satu pintu besar yang berwana abu-abu.


"Buka pintunya" Ucap Bing Ren kepada penjaga yang berada di atas tembok.


Segera pintu ditarik dari dalam dan pintu besar itu seperti terbelah menjadi dua.


"Mari masuk, Akan ku kenalkan dengan patriak Bing Sheng, Beliau ingin sekali bertemu denganmu, setelah melihat bukti nyata yang kau katakan, Lima orang dari sekte bintang hidup yang pernah berkultivasi ditempatmu pun kini menjadi murid inti,, Meski masih muda, Namun mereka memiliki tingkatan yang cukup tinggi, Yang sekarang berada pada tingkat Dewa Biru tahap menengah untuk Qu Yang, Dan yang lainnya berada ditahap awal, itu sangat membantu sekte kami"

__ADS_1


"itu karna bakat mereka sendiri yang bisa menggunakan kesempatan itu" Sahut Zhang San dengan tersenyum. dan tanpa terasa langkah kaki mereka sampai pada halaman yang luas dengan tiga bangunan rumah yang cukup besar.


"Yang di tengah itu adalah kediaman patriak Bing Sheng" Ucap Bing Ren lagi "Aku sudah mengabari kedatanganmu, Kemungkinan patriak Sudah menyiapkan tempat untukmu"


Zhang San sudah dapat melihat bahwa ada seorang yang tua sedang menunggu mereka dengan jubah berwarna putih dan tangan yang disimpan dibelakang.


"Selamat datang ditempatku yang sangat sederhana ini, Maaf aku tidak bisa menyambutmu dengan baik" Ucap Bing Sheng sambil tersenyum lalu meminta tiga orang itu untuk masuk kedalam rumah.


"Silahkan duduk, Aku juga sudah menyeduhkan teh untuk kalian" Tambahnya lagi lalu dia duduk lebih dulu.


"Terima kasih patriak, Kenalkan juga ini tetua dari Klan ku" Ucap Zhang San mengenalkan Zhang Yimin yang kini berada sedikit debalakangnya.


"Salam tetua" Ucap Bing Sheng mengulurkan tangannya. "Maaf sebelumnya jika aku mengabaikanmu, itu karna aku terkesan dengan kedatangan Patriak Sekte Besar yang sekarang menduduki posisi nomor satu dibenua Timur dan Barat" Tambahnya


"Tak apa Patriak, Aku tidak mempermasalahkan hal itu" Sahut Zhang Yimin menyambut tangan Bing Sheng sebentar lalu melepaskannya lagi.


Zhang San tanpa sungkan lagi meraih gelas dan mereka saling menyentuhkan gelas hingga terlahir sebuah suara teng!


Mereka langsung minum secara bersamaan.


"Jika boleh tau, Kemana kah tujuan Patriak Long?" Tanya Bing Sheng.


"Aku ingin pulang Ke Klan Zhang Patriak"


Mendengar Klan Zhang, Dahi patriak Bing Sheng mengerut, "Bukankah kau berasal dari Klan Long?" Tanyanya dengan bingung, Wajah penasaran dia pasang dan menunggu jawaban.


"Ada lebih dari satu identitas yang ku miliki, Bukan hanya seorang Patriak sekte Pedang Kebajikan tapi juga Patriak Long, dan Anggota Klan Zhang, Nama sebenarnya aku adalah Zhang San" jelasnya sedikit tentang identitas yang sekarang dia miliki.

__ADS_1


"Hemm kau memang pemuda yang luar biasa Patriak, Masih muda, namun memiliki pencapaian yang orang tua ini saja bahkan tidak bisa mencapainya. Ingin rasanya aku berguru kepadamu" Patriak Bing Sheng mengutarakan isi hatinya.


__ADS_2