
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Patriak Wang kepada tetua disampingnya itu.
"Jika ingin selamat, Tentu kita harus kabur!" Sahutnya.
"Mm" Patriak Wang mengangguk dengan ide itu lalu dia berkata "Tahan dia untukku" Ucapnya kepada dua orang yang ada didepannya.
"Baik" sahut mereka sembari menangkis serangan yang dengan gencar datang ke arah mereka berdua.
"Mana kekuatan yang kalian banggakan tadi? Bisanya cuma menindas semut, Apa kau tak tau bahwa semut pun bisa menggigit jika diganggu" Ucap Zhang San Menambah energi jiwa pada Pedang Bintang yang semakin bersinar.
Dentang! Dentang! Mereka berdua masih bisa menangkis pedang yang terayun ke arah mereka. meskipun tangan mereka hampir sudah tidak bisa lagi memegang senjata. Kebas sangat terasa ketika senjata mereka bersentuhan dengan pedang milik Zhang San.
"Patriak bantu kami!" salah satunya bersuara dan menengok ke belakang. Namun tidak ada yang dilihat seorang pun ditempat semula. "Sial! Patriak mengorbankan kita" Ucapnya dengan penuh kekesalan.
Bugh!! tendangan Zhang San menyasar ketubuhnya. dikarnakan kekurangan Fokus dan terlalu memikirkan kekesalannya.
Beng! Satu orang lagi menyusul ke arah dimana dia jatuh hingga dirinya tertimpa tubuh temannya.
Zhang San langsung melambaikan tangannya untuk mengikat mereka "Segel kandang langit dan Bumi" gumamnya.
Muncul seketika sebuah kurungan, dari langit datangnya. Menguruh tubuh mereka yang terjerambab ditanah. Lalu muncul lagi sebuah kurungan dari tanah yang menjadi pelengkap.
Zhang San melayang mendekat ke arah mereka. Lalu, Diapun berkata "Kalian sungguh kasian, Malah ditinggalkan oleh Patriak kalian. Patriak macam apa itu yang mengorbankan rekan dan anggota keluarganya sendiri. Jika aku jadi kalian, Aku pasti akan membalasnya dua kali lipat. Bahkan aku akan melakukan apapun untuk bisa membalaskan rasa sakit hati yang dia berikan" Zhang San mempengaruhi pikiran mereka untuk sebuah kepentingan. dan dia tersenyum dengan idenya itu.
"Kau benar. Aku tak mengira dia sepicik itu! akan ku balas" Ucapnya dengan api kemarahan
__ADS_1
Zhang San tak dapat menahan untuk tidak tertawa. "Apa kau bodoh. sekarang saja kau tak bisa menyelamatkan hidupmu. Bagaimana mungkin kau akan membalasnya!?"
Orang yang ditertawakan seketika sadar akan kebodohannya. dia menggertakkan giginya lalu berkata "Jika tuan muda mau melepaskan kami, Aku memberikanmu ini" dia mengambil cincin dimensi miliknya lalu menyerahkan kepada Zhang San.
Zhang San menggelengkan kepala "Bukan itu yang ku mau! jika aku ingin mengambil itu darimu, Itu mudah. tinggal membunuhmu maka akan kudapatkan" Ucapnya tersenyum misterius.
"Lalu apa yang tuan muda inginkan?" tanyanya
"Aku menginginkan kesetiaan kepadaku! Kau tidak ada kemewahan untuk menolak. Karna itu hanya akan berakhir dengan kematian" Sahut Zhang San. Lalu dia berpaling dan melihat Empat Klon nya yang sebelumnya mengejar empat orang sudah kembali.
Mereka kembali dengan membawa dua orang yang dia perintahkan melalui pikirannya untuk menangkap dua orang yang baru pergi. yaitu Patriak Wang dan seorang tetua
Kala itua mereka ketakutan dan terbang dengan panik hingga tak menyadari ada sebuah segel yang dilemparkan ke tubuh mereka. hingga mereka tertangkap tanpa perlawanan..
melambaikan tangannya untuk melepaskan segel yang mengekang dua orang tetua itu. "Kau bisa membalaskan sakit hatimu!" Ucap Zhang San. Dia mundur dua langkah dan duduk diatas batu. untuk melihat pertunjukan yang akan di pertontongkan oleh empat orang itu.
"Terima kasih atas kesempatan yang kau berikan. aku berjanji akan setia kepadamu setelah menyelesaikan scor ini" Ucap tetua itu lalu mendengus menatap Patriak Wang yang sebelumnya meninggalkannya. Lalu dia menoleh ke samping dan bertanya. "Sauadaraku! Bagaimana menurutmu?" Tanyanya dengan tatapan harapan.
"Aku akan membantumu, Tapi aku tidak ingin menjadi pelayannya!" Ucap Wang Yuwen menatap Wang Ding dengan tegas.
"Aku tidak mempermasalahkan keputusanmu! aku akan membantu untuk meminta keringanan kepadanya nanti!" Sahut Wang Ding memberi harapan. "Dan yang terpenting sekarang kita harus menghajar Patriak bangsat ini!" Teriaknya. Kemudian dua orang itu segera melompat agar lebih dekat kepada dua orang yang salah satunya adalah yang paling mereka benci.
"Wang Sya, Dan Kau Patriak Wang Dalu. Aku tidak mengira kau akan menghianati kami. Maka, Rasakan sakit hati kami" Ucap Wang Yuwen yang lebih dulu mengayunkan Kaki ke arah kepala Wang Dalu.
Sedangkan Wang Ding menghantam kepala Wang Sya dengan tinjunya. Dua orang yang dipukul dan ditendang secara bergantian itu tidak bisa berteriak ataupun melawan. Karna Klon Zhang San sudah menyegel jalur energi dan pita suara mereka. Hingga mereka hanya dapat berpasrah dijadikan samsak oleh Wang Ding dan Wang Yuwen.
__ADS_1
"Sudah cukup, aku akan pulang. aku sudah bosan melihatnya" Ucap Zhang San yang kini sudah berdiri dari tempatnya.
Wang Ding dan Wang Yuwen saling memandang lalu membentuk sebuah energi dimasing-masing tangan mereka. Lalu melepaskannya, Tepat di kepala dua penghianat itu.
Baaam!! Bumi bergetar ketika ledakan itu terjadi dan semua orang yang berada cukup jauh segera keluar ketika merasakaj getaran itu.
Dan meraka menengadah menatap langit. ada warna merah yang menyala bekas ledakan dan sisa asap yang hitam.
Wang Ding dan Wang Yuwen berbalik mendekati pemuda yang tersenyum ke arahnya lalu berkata "Aku siap menjadi pelayanmu mulai sekarang! aku harap kau tidak menghianatiku seperti halnya Patriak yang ku bunuh"
"Aku pun sama tidak menyukai penghianatan maka dengan itu, Aku harus memberikanmu tanda jiwa" Ucapnya. Lalu, Dia mengeluarkan dan memberikan Sebutir Pil yang terbuat dari esensi darah naga yang memungkinkan orang bisa naik tingkat. Akan tetapi Orang itu tak kan bisa berhianat kepadanya.
"Pil apa ini?" Tanyanya. Dia tak pernah mendapati pil yang berwarna merah seperti darah itu.
"Jika aku ingin membunuhmu! Kenapa aku harus memberikan racun?" Jelasnya sambil mengajukan pertanyaan. setelah itu dia melayang diudara dan berkata lagi. "Cari aku dikediaman Kaln Zhou" Ucapnya dan menghilang.
Wang Ding menatap Wang Yuwen "Apakah dia terlalu percaya diri aku akan menelannya hingga tidak memastikan hal itu lebih dulu" Gelengnya sambil berkata.
"Aku yakin dia mengawasi kita. Apa kau ingat dia bisa membuat Klon?" Ucap Wang Yuwen.
"Kurasa memang seperti itu" Sahut Wang Ding. Dia segera menelan pil itu tanpa keraguan lagi. "Ayo kita pulang ke Klan dan membahas masalah ini dengan anggota Klan yang lainnya" Tambah Wang Ding lagi Namun ketika dia hendak melayang ke udara.
Hawa panas langsung mengisi dantiannya dan itu langsung menyebar ke meridiannya. "Oh dewa!" Ucapnya dengan kegembiraan lalu dia duduk lotus dan mengedarkan semua energi yang merangsak masuk kedalam tubuhnya.
Sedangkan Wang Yuwen bingung, Karna dia tidak tau namun setelah melihat sesuatu yang berbeda dari Wang Ding dia pun berseru dalam hati 'Apakah dia akan naik tingkat? Apakah pemicunya hanya pil itu?' tanda tanya besar dalam hatinya bergemuruh dengan bingung dan kebahagian segera terpancar diwajahnya.
__ADS_1