ZHANG SAN

ZHANG SAN
Pertandingan dimulai


__ADS_3

Dibawah cahaya matahari yang bersinar sangat cerah, Kurang lebih Seribu orang sudah berhadir dan duduk dikursi yang disediakan menatap kearah tiga arena yang kini sedang diperiksa kesiapannya.


Setelah beberapa waktu menunggu, Terlihat seseorang melayang dan mendarat diarena tengah.


Sosok itu memakai Pakaian berwarna hijau muda tapi orangnya tidak muda. Dia lantas berkata "Mohon Perhatiannya sebentar! Perkenalkan, Namaku Dong Hu! dan aku akan memimpin acara pembukaan sekte dan juga acara pertandingan persahabatan yang akan berlangsung sebentar lagi.


Pertama-tama! kami ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas kehadiran kalian semua dalam meramaikan pembukaan Sekte kami ini, dan kami berharap dengan adanya kami disini dapat membantu kalian dalam berbagai misi.


Dan juga kami akan merekrut murid sekitar seribu orang saja. Jika ada dari Klan atau sekte yang ingin muridnya belakar disekte kami, Kami akan menerima dengan lapang hati.


Tak perlu banyak bicara lagi, aku akan mengundang Patriak Sekte Pedang Kebajikan untuk segera ke atas arena dan memotong pita merah ini, Marilah sambut Patriak kami dengan tepukan tangan" Ucap Dong Hu lalu memandang kearah Bangunan bertingkat lima itu. Keluar satu sosok yang sangat muda dengan perlahan melayang dengan dibantu energi sepiritual yang membuatnya tetap dapat mempertahankan keseimbangannya.


Dan dia pun mendarat di Arena dengan membawa pisau kecil untuk memotong pita merah yang memanjang yang terhubung dengan dua arena yang lainnya.


Segera dia memotong pita merah itu dan acara resmi dibuka, suara tepukan tangan kembali menggema, Zhang San tersenyum lalu dia pun berkata "Minta waktunya sebentar! Perkenalkan Namaku Long San Patriak muda dari Klan Long dan juga sekaligus Patriak Sekte Pedang Kebajikan ini" Zhang San menjeda ucapnya dan mengedarkan pandangannya kesegala arah untuk melihat reaksi penonton yang langsung bersuara riuh. Dia sengaja mengambil identitas itu untuk menghindari Keserakahan dari hati orang-orang yang ingin menghancurkan sektenya.


"Aku tak menyangka dia juga seorang patriak dari Klan Long" Ungkap seseorang dibarisan penonton.


"Bukan hanya muda tapi juga punya kekuatan yang langka di dua benua ini" Sahut orang sebelahnya.


Zhang San kembali berkata, "Aku sangat berterima kasih atas kehadiran kalian semua disini, Dan aku akan memberikan sesuatu yang Khusus nantinya untuk empat pemenang, Jadi bersemangatlah kalian dalam pertandingan ini" Tutupnya lalu memandang kearah Dong Hu "Lanjutkan!" Ucapnya lalu melayang kembali ke gedung bertingkat lima dan kasuk kedalamnya.


Disana sudah ada beberapa patriak dan perwakilannya, Dari Lan Chuyuan, Jing He, Tang Rui, Lou Tianxing, Min Pai dan salah satu tetua Sekte Bintang Hidup dan ada sebagian lagi dari patriak dan perwakilan sekte kecil.


"Semoga sukses patriak Long" Ucap mereka semua bersamaan dengan tangan yang bertangkup memberi ucapan selamat.

__ADS_1


"Terima kasih banyak, Silahkan dinikmati hidangannya" Ucap Zhang San tersenyum lalu mengarahkan tangannya kesetiap kursi yang ada.


"Baiklah, Sekarang aku akan mengambil alih kembali, Untuk mempersingkat waktu, kita akan mengadakan pertandingan secara berkelompok, Yang artinya dari setiap lima orang dalam satu kelompok akan bertanding dengan lima orang dari kelompok yang lain" Ucapnya lalu mengambil nafas sejenak.


"Siapa yang menang otomatis akan maju ketahap selanjutnya, Karna sekarang kelompok yang terdaftar adalah Seratus sembilan, Maka satu kelompok akan mendapatkan Hak khusus yang mana akan langsung masuk keputaran selanjutnya. Siapa yang akan masuk itu tergantung dari keberuntungan" Lalu menoleh kepada panitia, Lalu berkata "Bawakan stik angka" Ucapnya.


Salah satu panitia segera membawakan "Ini tetua Dong"


"Mm" Tetua itu mendapat anggukan kepala, "Taruh dimeja" Pintanya, kemudian Dong Hu mengedarkan pandangannya kesegala arah dimana ada kelompok peserta yang sudah berbaris menghadap ke arahnya.


"Satu orang dari kelompok kalian maju, Dan mengambil satu stik, Jika ada diantara kalian yang memiliki Stik ber-angka satu, Maka dia berhak lolos putaran ini dan jangan ditunjukkan sebelum aku memintanya, apa kalian mengerti?" Tanya Dong Hu.


"Kami mengerti!" Sahut mereka.


"Apakah sudah semuanya?" Dong Hu kembali bertanya dan menatap mereka, Para peserta.


Melihat mereka mengangguk, Dong Hu kembali berkata "Tolong Angkat tangan kalian tinggi-tinggi lalu tunjukkan siapa yang mendapat angka satu yang tertulis di Stik itu"


Semua orang mengangkat tangan lalu salah satu berteriak "Aku yang mendapat Angka satu" Teriaknya lalu semua mata memandang kearahnya.


"Bawa kemari" Ucap Dong Hu.


Peserta itu pun segera maju dan memberikan Stik yang tertu plis angka satu Lalu Dong Hu mengumumkan kepada semua penonton "Yang mendapat keberuntungan itu adalah, Sekte Bintang Hidup" Ucap Dong Hu, tidak berteriak tapi cukup didengar oleh semua orang karna dia menyalurkan energi Qi pada suaranya dan mengirim kepada semua orang.


"Selamat Tetua Bing, Kelompokmu mendapatkan peluang yang bagus" Ucap Zhang San sambil tersenyum.

__ADS_1


"Itu hanyalah keberuntungan saja" Sahutnya


"Sekarang kita akan memulai pertandingan, Nomor urut seratus sembilan dengan nomor urut dua silahkan memasuki arena satu, Nomor urut seratus delapan akan melawan nomor urut tiga silahkan memasuki arena dua dan nomor urut seratus tujuh akan melawan nomir urut empat silahkan memasuki arena tiga" Ucapnya lalu meminta kepada tiga orang wasit untuk memasuki arena satu, dua dan tiga.


Wasit pun segera mengaktifkan Formasi agar serangan mereka tidak menyasar, Terlihat warna biru tipis seperti benang namun kuat melingkupi arena satu, dua dan tiga.


"Ini adalah pertandingan persahabatan, Jadi tidak diperbolehkan membunuh atau pun dengan sengaja menyiksa lawan, Apakah kalian semua mengerti" Teriak Dong Hu lagi mempertegas dan mengingatkan peraturan yang ada, Setelah itu dia pergi dari arena itu melalui celah yang dibuka oleh wasit dan kembali ketempat duduknya semula.


"Apakah kalian siap?" Tanya Wasit diarena satu.


"Kami siap" Sahut salah seorang yang berdiri dikelompok sebelah kanan "Mohon bimbingannya kepada senior semua" Ucapnya lagi sebagai pemimpin dari Kelompok Klan He klan kecil yang berada di kota Canglan.


Kelompok diseberangnya pun tersenyum lalu salah satu diantara mereka berkata "Jangan sungkan"


"Mulailah" Teriak sang wasit lalu mundur ke pinggir arena.


Di arena dua juga sudah terjadi pertarungan antara kelompok dari Klan Tang melawan Sekte Bunga Mawar yang dihuni oleh para wanita saja.


Sedangkan arena tiga ada Klan Jing melawan Klan Lou.


"Aku tak menyangka anggota kita harus berhadapan lebih dulu patriak Lou" Ucap Jing He sambil tersenyum.


"Yah, Mau gimana lagi, semua adalah nasip" Desah Lou Tianxing.


"Kau harus memberi mereka semangat, Jangan loyo seperti ini" Ucap Jing He lagi tak lupa tangannya mengurut janggut yang mulai berubah warna menjadi putih tersebut

__ADS_1


__ADS_2