
"Harap kalian tenang. Hanya ada kerusuhan sedikit dan sudah di netralisir. Silahkan kalian kembali ke aktivitas kalian. Ma'af kan aku...." Patriak Yu Tai Ba menjelaskan panjang lebar. Setelah mereka mengerti. Penduduk pun kembali kedalam rumah. Dan sebagian melalukan aktivitas nya kembali.
"Sayang tak ada cincin dimensi di jari mereka" batin Zhang San menyayangkan Hal itu.
Mereka pun kembali ke kediaman patriak Yu Tai Ba. Di perjalanan mereka bertemu Perwakilan Klan kecil yang datang. Lalu lalu salah satu dari mereka bertanya. "Apa yang terjadi patriak Yu? Apakah ada serangan?"
"Hanya masalah kecil. Dan itu tidak terlalu membahayakan" jelas nya. Lalu mengajak mereka semua pergi kekediaman nya.
Di depan rumah. Para tetua Klan Yu sudah menunggu. Karna sebelum nya Patriak Yu sudah memberi arahan kepada mereka. Untuk tidak membantu. Dan hanya menunggu kabar nya saja.
"Lebih baik kita masuk kedalam." Patriak Yu Tai Ba memimpin jalan nya sambil menyuruh pelayan untuk mengambil meja dan kursi lebih banyak.
"Sebenar nya apa yang terjadi. Mengapa mereka mengincar tuan muda Qin Chang?" Salah seorang tetua dari Klan Yu bertanya kepada Patriak Yu Tai Ba.
"Ma'af karna aku belom menjelaskan nya, sebenar nya kemarin Yu Qin Chang bertarung dengan Yan Shong putra Yan Li-Mau, dan Yan Shong Mati, Dan kemungkinan pembunuh yang datang itu adalah kiriman dari mereka. Dan aku mempunyai Firasat bahwa mereka akan menyerang kita sebentar lagi." Sambil menghela nafas dia menjawab pertanya'an Yu Tai Buki tetua pertama Klan Yu.
"Lantas apa yang harus kita lakukan sekarang Kakak" tanya nya lagi.
"Untuk mengantisipasi serangan mereka. Kita akan membagi pasukan dengan dua kelompok. Satu menghadang serangan dari arah selatan perbatasan dengan Wilayah Klan Yan. Dan satu dari arah tengah perbatasan dengan Klan Duan, aku khawatir Klan Duan juga akan menyerang kita. Karna Yan Shong cucu dari patriak Duan Jing adalah anak dari Duan Wuya istri Yan Li-Mau" dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan nya kembali.
"Aku serahkan satu kelompok kepada mu Tai Buki, kau akan memimpin di arah perbatasan dengan Klan Duan. Hati- hati dengan senjata milik Duan Jing. Usahakan agar menjaga jarak dengan nya, berangkat lah lebih dulu. Bawa semua yang ada di tingkat kaisar"
"Lalu bagaimana dengan mu kakak jika aku membawa semua kekuatan Klan.?" Tanya Tai Buki lagi.
__ADS_1
"Kau tenang saja. Ada tetua Dong dan Nak Zhang. Berangkat lah lebih dulu," tutup nya. Sambil melihat kearah tetua Dong dia bertanya "Kalian mau kan membantu ku sekali lagi" ucap nya kepada Dong Hu
Tetua Dong Hu melirik kearah patriak muda nya. Dan dia mendapati anggukan kepala, "Baik patriak. Kami siap membantu" ucap nya tegas.
Lalu rombongan Klompok Yu Tai Buki berangkat kearah perbatasan Klan Duan. Dia pun disana memasang jebakan dan Formasi pembunuh.
Sementara kelompok Yu Tai Ba berangkat pula. Dia membawa banyak bahan peledak di cincin dimensi nya.
Setelah sampai di perbatasan dan di tanah lapang yang luas, Yu Tai Ba pun langsung menyuruh beberapa anggota sekte untuk menanam bahan peledak di berbagai tempat yang akan menjadi titik pertemuan dua kubu. Lalu mereka menyiram dengan minyak tanah sesuai perintah Yu Tai Ba.
Lalu mereka bersembunyi di balik bukit kecil, cukup untuk menutupi keberada'an mereka.
Zhang San menggerak kan tangan nya membentuk sebuah segel. "Segel ilusi" ucap nya lalu mengarahkan tangan nya ke permuka'an bukit membuat sebuah dinding tak kasat mata. Hanya orang yang berada di dalam yang bisa melihat orang yang ada di luar.
Patriak Yu Tai Ba sangat kagum akan keterampilan yang di miliki oleh Zhang San. "Terlihat dia hanya di tingkat kaisar tahap awal. Namun aura nya yang sempat bocor tidak seperti tingkat kaisar. Apakah dia menutupi tingkat kultivasi nya, Bakat ini jarang ada di enam wilayah. Jika dia tumbuh dengan baik. Maka dia bisa mengungcang seluruh wilayah benua Tianwu dengan kekuatan nya" batin nya
"Kau harus berteman baik dengan nya Chang'er" suara Patriak Yu menggema di pikiran Yu Qin Chang, dia hanya mangangguk kan kepala karna tak ingin suara nya di dengar oleh Zhang San yang berada di samping nya..
Beberapa waktu berlalu. Gemuruh angin terdengar dari jauh. Langkah kaki yang banyak menggetarkan tanah. "Duga'an mu benar patriak. Mereka mengunakan jalur bawah." Ucap Dong Hu di samping patriak Yu yang kagum akan firasat nya.
"Setelah mereka melewati bukit ini kita akan menyerang mereka" perintah patriak Yu Tai Ba kepada anggota nya agar bersiap dengan panah api.
Dalam kelompok Patriak Yu Tai Ba. Hanya ada 20 orang. Termasuk Zhang San dan Dong Hu. Mereka memang sedikit. Namun dia memiliki keyakinan akan mampu mengalahkan mereka.
__ADS_1
Lalu patriak Yu membagi kalompok nya menjadi empat kelompok. Yang mana dalam satu kelompok akan di ketuai oleh diri nya. Anak nya. Tetua Dong Hu. Dan Zhang San yang mana kedua nya sudah sangat di percayainya.
Lalu memerintah kan untuk bergerak di empat titik dan membawa satu ahli panah jarak jauh.
"Ingat kita akan memecah mereka menjadi empat bagian dan......" Patriak Yu Bai menjelaskan panjang lebar strategi nya. Setelah semua nya mengerti dia berkata kembali.
"Bergerak lah dengan perlahan" lalu dia melompat kearah posisi nya. Dan yang lain nya pun sama.
°°°°°
Disisi yang berbeda. Pasukan Duan Jing telah sampai di perbatasan Wilayah nya. Dia hanya membawa beberapa orang. Karna rencana nya hanya serangan kejutan, atau sebagai bantuan yang tidak terduga.
Namun mereka tidak akan menduga. Rencana mereka sudah terbaca oleh patriak Yu Tai Ba.
Dengan percaya diri nya mereka terbang dengan kecepatan cahaya. Melewati formasi pembunuh tanpa menyadari nya.
Duan Jing tidak mewaspadai penyergapan. Karna keyakinan nya. Pasti Klan Yu akan berada di perbatasan selatan berperang dengan Klan Yan.
Setelah Yu Tai Buki merasa pas momentum nya. Dia dengan beberapa orang lain nya mengaktipkan Formasi pembunuh secara bersama'an. Kemudian Kubah transparan melingkupi lima ratus meter wilayah perbatasan.
"Gawat kita di sergap" ucap Duan Jing melalui telepati kepada anggota nya. Dia hanya membawa lima puluh orang anggota nya. Dia tak pernah mengira akan terjadi nya hal seperti ini.
Duan Jing memang orang yang tak berpikir panjang. dia hanya mengandalkan otot bukan otak. Itu lah yang terkadang membuat nya beberapa kali dalam keada'an bahaya...
__ADS_1