(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
Gara-Gara Mantan


__ADS_3

Makin lama, matahari mulai tampak malu-malu menyinari bumi, kepergiannya diiringi dengan kemunculan bulan yang akan bersinar terang nanti malam. Nanda dan Dinda yang kini sudah berkumpul diruang tengah bersama yang lain sambil memperhatikan semua kegiatan-kegiatan keluarganya. Sepupu Dinda yang kecil-kecil ada yang berlarian kesana kemari, ada juga yang berusia remaja seperti Sherly, mereka ngumpul dipojokan dengan asyik bercerita entah membahas apa. Yang jelas mereka terlibat percakapan yang sangat seru. Yang ibu-ibunya ada yang membahas resep kue, ada juga yang bergosip tentang suaminya sendiri. Maklumlah, keluarga besar Dinda jarang berkumpul dan juga sudah lama tidak bertemu, beginilah jadinya. Bahkan mereka bisa mengobrol sampai larut malam. Karena semua sudah berkeluarga dan tinggalnya pun di berbagai kota. Pernikahan Dinda menjadi ajang mereka melepas rindu.


"Ma, Pa, Om, Tante, semuanya, saya pamit dulu ya... Mau pulang, udah hampir maghrib juga soalnya" ujar Nanda yang menghampiri calon mertuanya untuk bersalaman.


"Mau pulang sekarang Yank?" tanya Dinda yang mengekori Nanda. Sebenarnya ia ingin Nanda tetap disini. Karena mereka akan dipingit 1 minggu, itu artinya Dinda harus menahan rindu lama untuk bertemu lagi dengan Nanda.


"Iya, kan tadi aku udah bilang sama kamu sayang" ucap Nanda pelan. Karena tiap kali keluarga Dinda mendengar Nanda memanggil Dinda sayang, pasangan yang hampir menikah itu akan kena bully oleh para Tante Dinda.


Nanda pun lanjut menyalami semua saudara dari orang tua Dinda. Tak luput, keluarga Ariel pun ia salami. Sedangkan para bocil, Nanda cuma pamit melalui ucapan saja karena mereka asik lari-larian. "Hei, abang pamit ya" begitu pamit Nanda pada sepupu Dinda yang masih bocil. Dan mereka cuma melirik sekilas dan mengangguk, lalu kembali dengan kejar-kejarannya.


Nanda memanggil Sherly yang masih duduk bersama teman sebayanya. "Sher, ayo pulang" ajak Nanda pada adik kesayangannya itu.


"Ish, cepet banget. Kan masih seru" Sherly menggerutu namun ia tetap berdiri lalu menghampiri abangnya.


"Pamit dulu sana sama kakak dan yang lain" suruh Nanda yang langsung di turuti oleh Sherly.


Mereka berdua pun pulang menuju rumahnya. Diperjalanan, Sherly mengatakan pada Nanda bahwa sebenarnya tadi dirumah Dinda, Nanda sempat berpamitan dengan mantan kekasih Dinda.


Mendengar penuturan adiknya, Nanda langsung berpikir laki-laki yang mana yang disebut-sebut sebagai mantannya Dinda? Sebab dirumahnya tadi, laki-laki yang belum memiliki istri memang ada beberapa, tapi mereka semua adalah sepupu kontan Dinda. Lalu yang mana?


"Emang kamu kenal mantannya kakak?" tanya Nanda yang penasaran.


"Nggak kenal awalnya, tapi di kasih tau Zara (sepupu Dinda yang usianya sebaya dengan Sherly)" begitu kata Sherly.

__ADS_1


"Yang mana emang?" tanya Nanda lagi. Ia menduga itu adalah laki-laki yang rumahnya tepat di depan rumah Dinda. Entahlah mengapa bisa Nanda menduga laki-laki bertubuh tinggi tegap dan tampan namun memiliki istri itu, ia hanya merasakan ada firasat saja.


"Yang tadi abang sempat salamin, cowo yang pakek baju warna biru dongker lengannya digulung segini (Sherly memperagakan dengan menunjuk batas lengannya) punya tahi lalat di pipi"


"Kata Zara, kak Dinda ditinggal nikah pas mereka masih pacaran"


Tuh kan, bener firasat aku


Memang selama Dinda dan Nanda menjalin kasih, keduanya tak pernah membahas masa lalu masing-masing. Mereka benar-benar menjalani yang ada di depan mata saja tanpa berniat ingin tahu tentang kisah masa lalu dari masing-masing pihak. Memang hati Nanda terasa sedikit sakit mendengar info dari Sherly. Karena ia mengetahuinya dari orang lain bukan dari Dinda langsung bahwa mantannya itu tinggal tepat di depan rumahnya. Apakah selama ini Dinda sering bermanja-manja padanya saat menjemput Dinda kerumahnya adalah salah satu alasan untuk membuat mantannya cemburu? Dan apakah awal Dinda menerima dirinya hanya pelampiasan saja, yang kebetulan menjadi benar-benar cinta?


"Bang, mantannya kakak ganteng juga ya" ujar Sherly yang kini masih belum menyadari bahwa Nanda sudah mencengkeram setir erat karena ia tiba-tiba merasa terbakar api cemburu.


"Bang, denger gak sih?" tanya Sherly dengan memajukan wajahnya mendekat ke telinga Nanda.


"Denger" ujar Nanda singkat.


"Iya, gue cemburu" Nanda mengusap matanya yang tiba-tiba berair. Ia juga heran mengapa jadi mellow begini.


"Hahahhaha, bang..." Sherly mendorong-dorong pelan lengan Nanda karena ia tahu saat ini Nanda sedang sensitif. Ini kali pertama Sherly melihat abangnya itu menangis namun dimatanya ini sangatlah lucu. Nanda yang berbadan atletis ternyata juga bisa nangis.


Setelah merasa dirinya sudah jauh lebih baik, Nanda pun kembali memasang wajah cool yang seperti tidak terjadi apa-apa barusan. Sherly masih tertawa geli duduk disampingnya.


Sampai dirumah, Nanda bukannya langsung membersihkan diri, tapi malah menghubungi Dinda melalui telepon. Ia ternyata masih cemburu kala mengetahui mantan Dinda berada tepat didepan rumah dan tak kalah tampan pula.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum sayang" sapa Dinda dari seberang telepon.


"Wa'alaikumsalam, Aku kesal sama kamu" ucap Nanda tanpa babibu langsung menyambar begitu saja. Dinda yang tak tahu apa-apa jadi bingung sendiri.


"Kesal kenapa sayang?" tanya Dinda masih dengan suara yang lembut.


"Mantan kamu tinggalnya depan rumah. Mana aku salamin lagi tadi. Kok kamu gak bilang, tahu gitu dia aku skip. Malas banget salaman sama dia"


What the hell, umpat Dinda dalam hati.


Nih orang kenapa sih? Tumben banget ngedumel kaya gini.


"Yank, itukan cuma masa lalu. Aku juga udah ikhlasin semuanya dan sekarang udah baik-baik aja. Aku ga punya rasa apa-apa lagi. Toh dia juga udah nikah" begitulah keterangan yang Dinda sampaikan.


"Sebelum jadian sama aku, kamu pacaran sama siapa?" Tiba-tiba saja Nanda ingin membahas masa lalu, padahal mereka juga sebentar lagi mau nikah. Ah pusinglah dengan pak polisi satu ini.


"Ya sama dia, aku kan pacaran cuma 2 kali Yang. Sama dia, terus sama kamu" ucap Dinda menjawab dengan patuh karena saat ini calon suaminya sedang tantrum.


"Aku sholat maghrib dulu, nanti telpon lagi. Assalamu'alaikum" Nanda pun mematikan teleponnya. Ia kesal mendengar jawaban Dinda, sebenarnya ingin mengorek lebih lanjut, tapi waktu sholat maghrib sudah kelewat 15 menit. Akhirnya ia pun mandi secepat kilat lalu melaksanakan kewajibannya.


Dirumah Dinda, ia jadi uring-uringan di kamar. Karena mau turun kebawah ngumpul bareng keluarga besarnya menjadi tidak seru karena Nanda yang sedang marah padanya. Apalagi Nanda mengatakan akan menguhubunginya lagi, Dinda jadi merasa takut. Karena selama kenal Nanda, tak pernah sekalipun Nanda begini. Apa ini yang di sebut ujian pra-pernikahan. Semua baik buruk pasangan akan terlihat jelas?


●●●

__ADS_1


Yok di vote guys, kasih komennya dong, jangan lupa likenya juga, favoritin kalo memang suka, dan kasih hadiah buat othor yaa...


Bye the way, lebaran pastinya tanggal berapa ya guys?


__ADS_2