
Hai orang baik, tap jempolnya dulu dong. Kalo udah, jangan lupa komen yaa๐
...$...
...$...
...$...
Dinda dan Ariel yang kini sudah berjalan 2 bulan (pembaca: apanya nih?) kedekatannya. Mereka saling mendapatkan dukungan juga dari keluarga. Sebab orangtua Ariel sudah dekat dengan Dinda begitupun orangtua Dinda yang lebih dulu dekat dengan Ariel karena memang Ariel lebih sering berkunjung kerumah Dinda ketimbang Dinda kerumah Ariel.
Beberapa kali memang ada Dinda kerumah Ariel namun itu jika hanya diminta oleh Ariel saja, sebab Dinda masih malu-malu dan canggung jika bertemu orangtua Ariel. Meski mereka sangat baik kepada Dinda, hanya saja Dinda tak PD jika tiba-tiba nongol tanpa ada tujuan yang jelas.
Hingga pada suatu ketika, Ariel ingin memperjelas hubungan mereka. Karena ia pikir akan lebih baik jika ada kepastian. Sebab bisa saja diluar sana Dinda dekat dengan orang lain, dan itu tentu menyakiti hatinya. Hanya saja, ia takkan berani protes sebab takutnya Dinda akan berkilah bahwa mereka tidak ada ikatan apa-apa.
Dimalam itu...
Tuuuut....tuuuutt
Dinda:"Halo riel"
Ariel:"Kamu ada dirumah kan?"
Dinda:"Iya, emang kenapa?"
Ariel:"Kalo gitu, aku kerumah sekarang ya" tut. Panggilan telepon dimatikan oleh Ariel.
"Ariel kenapa sih? Tumben banget sok misterius kaya gini" ucap Dinda sambil mengganti pakaian santainya yang rada terbuka.
Sedangkan dibawah, ternyata Ariel sudah datang dan sedang ngobrol bersama mamanya Dinda.
"Sebentar ya Riel, tante panggilin Dindanya" ucap mama yang sudah selesai ngobrol sama Ariel.
"Iya tante" jawab Ariel dengan sopan.
Mama berjalan menuju arah tangga dan memanggil Dinda dari sana.
"Dinda, ini ada Ariel nyariin kamu" jerit mama yang terdengar sampai keseluruh sudut rumah.
"Ishh mama ini, jerit-jerit gitu apa ga malu sama Ariel" gerutu Dinda yang masih sibuk merapikan rambutnya yang panjang.
"Iya ma, bentar" sahut Dinda dari kamarnya.
__ADS_1
Setelah selesai berkaca, Dinda segera menuju ruang tamu untuk menemui Ariel.
Diruang tamu, Ariel sedang duduk sendirian dan terlihat serius seperti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.
"Dinda, aku mau ngomong sama kamu" ucap Ariel saat Dinda baru saja duduk di depannya.
"Kamu mau ngomong apa?" tanya Dinda dengan memperhatikan mata Ariel.
"Tapi jangan disini ya, malu aku kalo mama kamu dengar" ucap Ariel yang membuat tatapan seriusnya luntur.
"Aneh banget sih, terus kamu mau ngomong dimana?" tanya Dinda yang tak lagi menatap Ariel lekat.
"Situ aja" tunjuk Ariel ke teras depan.
"Ya udah ayo" ucap Dinda menyetujui ajakan Ariel.
Setelah mereka duduk dikursi teras depan, bukannya ngomongin sesuatu, Ariel justru berdiam diri sambil menatap langit yang banyak sekali bintangnya dan bulan yang bersinar terang malam itu.
"Riel, kok diem. Katanya tadi mau ngomong" protes Dinda yang membungkam keheningan diantara mereka.
"Kira-kira nanti kamu kaget ga ya setelah aku ngomong?" tanya Ariel sambil tetap melihat langit.
"Makanya kamu ngomong dulu biar bisa tau aku kaget apa nggak" keluh Dinda yang penasaran memangnya Ariel mau ngomong apa sih.
"Kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Ariel yang menatap dalam ke manik mata Dinda.
"Gak Riel" ucap Dinda dengan raut wajah tak enak.
"Kenapa? Kamu jangan gantungin aku terus dong. Aku mau hubungan kita ini jelas. Biar kalo orang nanya tentang kita, aku ga bingung lagi jawabnya. Lagipula kita kemana-mana bareng, bahkan teman aku udah tahu kamu juga, temen kamu udah kenal aku juga. Kamu ga cape kita kaya gini aja. Ga mau ke step yang lebih serius. Dinda, aku ga pernah seserius ini sama cewek. Tapi setelah kenal kamu, aku serius sama kamu. Oke, kalo kamu nolak aku, jangan temui aku lagi. Aku kecewa sama kamu. Aku pikir kamu cinta sama aku" ucap Ariel panjang lebar lalu berdiri hendak meninggalkan Dinda dan segera pulang.
"Gak mau nolak maksudnya" jawab Dinda cepat sebelum Ariel melangkah pergi.
"Gak, kamu pasti cuma mau mainin perasaan aku" jawab Ariel yang tak percaya.
"Aku serius, aku sayang kamu. Aku bahagia kenal kamu. Kamu jangan marah dong, kan aku tadi cuma mau liat aja reaksi kamu gimana kalo aku tolak. Soalnya ga pernah sama sekali aku liat kamu pasang tampang serius kaya tadi" ucap Dinda sambil menarik-narik kecil ujung baju Ariel untuk kembali duduk disampingnya.
"Jadi aku diterima nih?" tanya Ariel untuk meyakinkan.
"Iya dong" jawab Dinda sambil ngangguk.
"Hahahah horeee, makasih ya" ucap Ariel sambil mengacak rambut Dinda dengan lembut.
__ADS_1
"Btw sekarang jam berapa ya?" sambungnya.
"Kalo diliat liat dari bintang yang paling terang itu, kayanya jam 8" sahut Dinda ngasal yang akhirnya mendapat cubitan di pipinya karena Ariel gemas dengan tingkah absurd Dinda selama ini.
"Kamu tahu ga? Kalo kamu beneran nolak aku lagi barusan. Aku bener-bener ga mau liat muka kamu lagi" ucap Ariel yang menyampaikan curahan hatinya.
"Yakin bisa kaya gitu?" tanya Dinda dengan jahilnya sambil senyum-senyum liat Ariel.
"Ya nggaklah" jawab Ariel terdengar putus asa.
Dinda pun tertawa karena meski Ariel lebih dewasa darinya tapi Ariel dengan "hebat"nya bisa mengimbangi kelakuan bocahnya yang rese', yang suka banget liat Ariel kena "mental breakdance", suka patahin kepedean Ariel. Intinya Dinda kini menemukan teman yang bisa mengerti dan memahaminya.
Sedangkan bagi Ariel, menemukan cewek yang bisa buat jantungnya berpacu lebih cepat dan membuat dunianya jungkir balik sampe salto-salto, itu cuma Dinda. Yang ia pikir Dinda cewek garang, jutek, dan cuek ternyata bisa manis juga, dan penuh kejutan. Ariel jatuh hati sama Dinda karena Dinda jago becanda sedangkan Ariel suka goda-goda aja awalnya. Dan sadar Dinda tak seperti perempuan pada umumnya yang suka jaim dan tak "apa adanya".
Dimalam itu, mereka jalan-jalan sebentar sekedar untuk merayakan hubungan mereka yang kini resmi pacaran. Ariel tak lagi khawatir jika Dinda akan direbut orang, sebab kini Dinda adalah miliknya dan ia percaya Dinda akan selalu setia.
Dengan mengendarai motor sport yang biasa Ariel gunakan, mereka berkeliling menikmati udara malam. Sambil nyanyi-nyanyi di atas motor karena Dinda yang menagih saat dulu Ariel pernah meminta izin mau nyanyi. Maka, sekaranglah Ariel lagi nyanyi sambil "jejeritan" biar Dinda bisa dengar lagu apa yang ia nyanyikan karena terganggu suara kendaraan yang lain. Namun, itu tak menjadi halangan bagi mereka yang kini justru nyanyi bareng.
***Sheila on 7
Dan kau bisikkan kata cinta
Kau telah percikkan rasa sayang
Pastikan kita seirama
Walau terikat rasa hina
Ariel yang begitu bahagia mengendarai motor sportnya dengan lihai sambil menggenggam tangan Dinda. Dalam hati, Ariel berharap jodohnya adalah perempuan yang saat ini tersenyum dan meletakkan dagunya di bahu Ariel.
"Kamu baik-baik ya, suatu hari kalo aku udah siap. Kamu mau ga jadi istri aku?" tanya Ariel yang melihat Dinda melalui spion dan berbicara dengan kuat karena mereka masih dijalan menuju pulang.
"Mauuu" jawab Dinda dengan kerasnya.
"Yeeeeaaayyy" sambungnya sambil merentangkan tangannya menikmati terpaan angin yang mengibaskan rambutnya dengan indah seindah perasaannya saat itu.
...$...
...$...
...$...
__ADS_1
Semoga novel ini makin banyak yang baca ya, makin banyak yang kasih vote dan mawar merahnya๐๐๐
Ini kode guys, buat yang paham aja๐