(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
Lamaran


__ADS_3

😥Like nya dulu dong


*


*


*


POV Rama


Janjian makan siangku bersama Maudy adalah untuk kali terakhir. Aku hanya ingin mengakhiri semuanya dengan baik-baik. Selama ini aku selalu adu mulut setiap berbicara dengannya. Jadi pikirku, alangkah baiknya sebelum aku resmi menjadi calon suami Feza aku berbicara dulu dari hati ke hati dengan Maudy.


Tok...tok...tok


"Masuk" ucapku. Aku sudah tahu siapa yang datang ini.


Maudy tersenyum manis menghampiriku seperti saat dulu ia masih menjadi kekasihku. Namun, senyum itu begitu hampa dimataku. Tidak ada cinta lagi untuknya. Maafkan aku Maudy.


"Kenapa minta aku kesini?" tanya Maudy yang duduk berhadapan denganku, hanya berbatas meja kerjaku.


"Sudah lama kita gak ngobrol baik-baik. Yang terakhir waktu kamu jutekin aku di ruang praktek kan?"


"Iya, maaf ya. Aku gak bermaksud gitu sama kamu. Aku sayang sama kamu, aku ngelakuin itu biar kamu jera dan gak ninggalin aku. Aku mau liat seberapa cinta kamu ke aku" ucapnya.


"Gak seharusnya kamu ngelakuin itu"


"Maaf honey, tapi kamu sayang gak sama aku?" Maudy dengan kebiasannya setiap kali ia merasa bersalah selalu berpangku dagu dan menggembung-gembungkan pipinya. Seperti anak kecil saja, tapi itulah hal yang aku suka darinya.


"Iya, aku sayang sama kamu". Sampai disini, aku hanya berbohong.


"Kamu masih mau kembali sama aku?" tanyanya.


"Iya, apapun. Yang terpenting adalah sama kamu"


Aku meraih tangannya, ku ajak ia pergi menuju restoran favorit yang dulu sering kami kunjungi. Aku lakukan lagi hal-hal yang dulu sudah menjadi kebiasaanku.


Membuka pintu mobil untuknya, pasangkan seatbeltnya, usap kepalanya sebelum aku melajukan mobil. Lalu setelah sampai, kubuka pintu mobilnya, berjalan masuk bergandengan tangan. Lalu aku juga yang akan memesankan makanannya. Sesekali kuusap sisa makanan yang menempel di bibirnya. Semua yang kulakukan ini semata-mata untuk membuatnya bahagia.


POV Rama end.


-Hari Jum'at-


Hari yang dinanti-nantikan oleh Feza kini telah tiba. Dirinya duduk disebuah ruangan sedangkan rambut dan wajahnya sedang di tata oleh orang-orang yang ia percayai untuk membantu merias dirinya agar terlihat semakin mempesona dihari bahagia ini.

__ADS_1


Cklek


Pintu terbuka menampakkan sosok Dinda yang telah berpakaian full batik yang spesial ia gunakan untuk menjadi tamu istimewa Feza.


"Uluh uluh, cantiknya yang mau lamaran" ucap Dinda mendekati Feza.


"Iyalah, masa kucel" sambut Feza dengan tertawa.


"Jam berapa sih acaranya? Gue kecepetan ya?" tanya Dinda.


"Nggak kok, bentar lagi juga mulai. Jam 2an lah. Si Nanda sama Sherly ikut?" tanya Feza.


"Ada dibawah. Lagi ngobrol sama Pak Prima" ucap Dinda sambil ikutan ngaca merapikan dandanannya di cermin.


"Lo udah ketemu Rama? Gue 2 harian ini ngechat dia selalu gak di bales" ungkap Feza, membuat Dinda jadi kepikiran dengan kejadian Rama tempo hari gandengan sama cewek yang ternyata beneran Maudy.


"Gak liat, tadi Nanda juga udah hubungin dia tapi gak diangkat. Lagi siap-siap juga kali" ujar Dinda.


"Ya itu hari ini, lah kalo 2 harian lalu gak bales chat gue dan gak angkat telpon gue. Kemana kira-kira?" tanya Feza.


"Mungkin sibuk urus rumah sakit Za. Kan lo tau sendiri calon suami lo itu direktur sekaligus pemiliknya, ya pasti sibuklah. Lo harus pahami itu mulai sekarang, ya?" kata Dinda menesehati sekaligus menenangkan Feza dari segala dugaan yang bersemayam di benaknya.


"Dia mungkin sengaja mau beresin semua kerjaannya dulu biar pas selesai lamaran fokusnya nyiapin pernikahan kalian aja. Kan kalian gak lama lagi resepsinya" sambung Dinda.


Jam sudah menunjukkan pukul 14:30, Feza juga sudah berada di aula besar yang telah di dekorasi sedemikian cantik dengan didominasi warna salem sesuai warna kesukaannya. Rama duduk dengan wajah kalut di apit oleh kedua orang tuanya.


"Kenapa tegang?" tanya Feza hanya dengan gerakan bibir.


"Gak papa" jawab Rama dengan cara yang sama.


Acara pun dimulai saat seorang pembawa acara (MC) mengucapkan salam pembukanya.


Di bagian inti acara, sang MC meminta Rama menyampaikan isi hatinya pada Feza untuk meminangnya secara langsung.


Rama pun berdiri dan berusaha tersenyum pada kedua orangtua Feza. Lalu mengajak Feza menuju tempat yang sudah disediakan oleh pihak Wedding Organizer untuk saling mengucapkan isi hati.


Rama mengangkat satu mikrofon lalu menggamit tangan Feza. Dihadapan para orangtua dan tamu, Rama menyampaikan niatnya.


"Feza, kamu cantik hari ini. Aku yakin esok dan seterusnya akan tetap sama. Asal kamu izinkan aku melihatmu di setiap harinya sebagai partner in your life.


Aku dan kamu memang belum lama menjalin hubungan. Tapi aku sudah yakin dengan niatku. Menjadikanmu wanita satu-satunya dalam hatiku, yang akan menemani hari-hariku sampai tua nanti. Feza, maukah kamu menjadi istriku?" tanya Rama.


Semua tamu yang muda-muda merekam adegan ini dengan kamera ponselnya masing-masing. Mereka berteriak "Jawab, jawab, jawab". Suasana yang tadinya hening dan begitu khidmat menjadi ceria penuh dengan suara-suara tamu yang gemas dengan ke-unyuan ini.

__ADS_1


"Dijawab ya Za, yang panjang dong jawabannya" goda MC.


Feza pun mulai mengangkat mikrofonnya dengan tersipu malu.


"Aku gak tau harus jawab sepanjang apa" ujarnya yang langsung dibalas Rama dengan gelengan kepala.


"Gak perlu panjang-panjang, yang penting aku diterima" ucap Rama pelan dan sedikit mendekat ke Feza sehingga suaranya terdengar di mikrofon Feza.


Seisi ruangan menjadi semakin riuh, Sherly bahkan menggigit jari kukunya karena dapat melihat betapa uwunya pasangan itu. Sedangkan Rama menahan malu karena ketahuan tidak sabaran. Lalu Feza mendorong dadanya pelan dengan wajahnya yang sudah bersemu merah.


"Aku mau" jawab Feza singkat dengan senyum tersimpul.


"Boleh peluk gak?" tanya Rama yang hanya dijawab anggukan oleh Feza .


Lalu merekapun berpelukan.


"Makasih Za" ucap Rama pelan sambil mengusap-usap punggung Feza.


"Sama-sama. Makasih juga ya udah mau menerima gue apa adanya" ucap Feza yang tengah menangis terharu.


"Jangan ngomong gitu, lo spesial buat gue"


Mereka pun mengakhiri acara lamaran itu dengan sesi foto bersama kerabat dan sahabat. Nanda berdiri disamping Rama saat hendak berfoto bersama.


"Gue liat lo sama Maudy di restoran Chinese" ujar Nanda pelan sehingga hanya Rama yang mendengarnya.


"Gue cuma mau mengakhiri semuanya baik-baik" jawab Rama sesempatnya.


"Sambil gandengan?" sindir Nanda.


"Nanti gue ceritain" jawabnya singkat.


"Sudah sejauh ini, awas aja kalo gue tau lo cuma main-main" ancam Nanda karena takut Rama akan mempermainkan Feza dan kembali pada mantannya.


"Lo tenang aja, gue masih punya akal". Lalu mereka kembali saling tersenyum saat sesi foto bersamanya telah selesai. Dinda, Nanda, dan Sherly pun pamit pulang saat sudah hampir pukul 5 sore.


$


$


$


Jangan lupa like dan komen ya guys, terimakasih😍

__ADS_1


__ADS_2