(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
13. Anggota Baru


__ADS_3

Jangan lupa pencet tombol like dan komen sesuka hati kalian ajalah ya, biar ada yang bisa aku baca heheueue😋


...$...


...$...


...$...


Sore hari yang mendung namun juga sangat gerah, Dinda menanti Ariel di taman kampusnya sambil menikmati bubble tea kesukaannya. Sebenarnya hari ini Dinda hanya punya jadwal kuliah sampai pukul 2 siang. Namun karena ajakan temannya untuk mencari buku diperpustakaan dan sekaligus membuat tugas, maka disinilah ia sekarang.


15 menit berlalu, akhirnya Ariel nongol juga. Dinda begitu senang melihat Ariel meski telah bekerja seharian tapi tetap kelihatan segar dan terlebih lagi ia selalu wangi. Jadi pengen nempel, Oups.


"Silahkan masuk tuan putri" ucap Ariel yang mempersilahkan Dinda tanpa turun dari mobilnya hanya membuka kaca jendelanya saja.


"Makasih ajudanku" ucap Dinda dengan senyuman manisnya.


"kamu tahu ga bedanya mamang sayur sama Meggi Z?" tanya Ariel sambil nyetir.


"Kalo mamang sayur togenya-togenya, kalo Meggi Z teganya-teganya" ucap Dinda yang tertawa melihat ekspresi kecewa Ariel karena Dinda tahu jawabannya.


"Aishh, tahu lagi" keluh Ariel


"Haha ya iyalah, itu mah tebak-tebakan jaman dulu banget. Ga ada yang terbaru apa?" tanya Dinda mengolok-olok Ariel.


"Harusnya sih ada, tapi aku ga update" jawab Ariel yang justru serius banget menanggapi omongan Dinda.


"Uluh uluh, jangan sedih ya. Kita tanya Om Gugel nanti" ucap Dinda sambil mengusap bahu Ariel seolah menyemangati.


"Iya ma" jawab Ariel yang di buat-buat suaranya seperti bocah.


Bagaimana Dinda tidak merasa nyaman saat bersama Ariel, sedangkan setiap mereka sedang bersama pasti selalu saja ada bahan untuk dibahas. Apapun itu sampai ke hal yang tidak berfaedah sama sekali. Saat bersama Ariel, Dinda bisa menjadi dirinya sendiri, meski kadang-kadang ada jaimnya juga, namun tujuannya agar tetap menawan "sedikit" dimata Ariel. Ya, sedikit. Sebab banyakan ga jaimnya.


Begitupun yang Ariel rasakan, Dinda perempuan istimewa yang berani menolak cintanya dan bisa dibilang sulit bagi Ariel untuk meluluhkan hati Dinda terlebih sampai saat ini saja Ariel masih tidak berani ajak Dinda jalan dimalam Minggu, takutnya Dindanya ga mau.

__ADS_1


padahal mah Ariel ingin sekali pergi bareng Dinda seperti pasangan PDKT lainnya. Yang nonton bioskop lah, Makan di restoran mewah lah, pergi ke kebun binatang pun oke lah. Kemana saja, tapi Ariel ga berani mengutarakan niat ngajak jalannya. Sepertinya Ariel harus maju terus pantang mundur dan tak menampakkan sisi menggebu-gebunya.


Saat mobil telah berhenti tepat didepan pagar rumah Dinda, celotehan mereka pun berakhir dengan sendirinya. Dinda yang tahu pasti Ariel lelah dan alangkah baiknya ia segera turun agar Ariel bisa segera pulang dan istirahat dirumahnya.


"Oii, entar malam sibuk ga?" tanya Ariel yang seperti tak ada lelahnya.


Mau ngajak pergi nih gaya-gayanya.


"Gak, kenapa emang?"


"Nongkrong diteras yok entar malam" jawab Ariel yang menunjuk kursi di teras rumah Dinda tempat orangtuanya sering menikmati teh di pagi Minggu.


"Wuih, keren banget tu tempat nongkrongnya" cela Dinda yang disertai anggukan tanda setuju.


"Awali dengan yang deket-deket dulu, minggu depan baru Kanada" jawab Ariel becanda mulu.


"Bawa eneng kerawa-rawa bang" sambung Dinda becanda juga sambil cekikikan.


"Siap, abang mah rela di apa-apain" balas Ariel yang tak sudah-sudah.


"Haha iya iya, dadaaaa" jawab Ariel membelokkan mobilnya menuju ke halaman rumahnya.


Dinda yang letih sekali sore itu hendak langsung menuju kamarnya untuk istirahat. Namun saat ingin menapaki tangga, terdengar ribut-ribut dikamar mama papanya. Tapi bukan ribut-ribut berantem, lebih kepada seperti nyari-nyari sesuatu lalu ketemu tapi... ah. Karena penasaran, Dinda mengurungkan niatnya untuk beristirahat di kamar. Ia ingin melihat apa yang sedang terjadi di kamar orangtuanya.


Saat Dinda mengetuk pintu dan tak mendapat jawaban dari sang empunya kamar, akhirnya Dinda pun membuka pintu itu lalu melihat ke seisi kamar ternyata orangtuanya sedang ngemper dilantai sibuk melihat-lihat ke arah kolong bawah tempat tidur.


"Ma, Pa, lagi pada ngapain sih?" tanya Dinda tidak sabar ingin tahu.


"Eh anak mama udah pulang" ucap Mama yang baru menyadari keberadaan Dinda.


"Mama aku nanya, malah ga dijawab" keluh Dinda yang langsung menghempaskan tubuhnya di tempat tidur orangtuanya.


"Aaaa..." teriak Mama dan Papa bersamaan saat Dinda menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur mereka.

__ADS_1


"Aaaa..." ucap Dinda yang refleks ikut-ikutan teriak sekaligus karena Dinda merasakan lengannya menyentuh sesuatu yang berbulu.


"Dinda buruan bangun, nanti bisa mati dia kamu himpit" seru papa yang terlihat panik.


Karena geli dengan sesuatu yang berbulu itu, Dinda pun segera bangun dan melihat apa yang sebenarnya ada dibawah lengannya tadi. Setelah tahu, Dinda pun merasa makin geli dan mendadak bulu-bulu halus di kedua tangannya meremang.


"Cucu oma gapapa kan?" ucap mama yang langsung menggendong kucing kecil.


"Ma, adopsi kucing lagi?" tanya Dinda yang menyadari sekarang dirumahnya ada anggota baru.


"Ngga, ini anaknya Angel" kali ini papa yang jawab sambil meringkuk dibawah tempat tidur seperti mencari sesuatu.


"Terus itu papa nyari Angel?" tanya Dinda lagi.


"Ngga, nyari anaknya. Anaknya 6. Tapi mati 1" jawab mama.


Mendengar jawaban mama, Dinda benar-benar kaget tapi sambil ketawa juga sebab yang ia tahu biasanya kucing melahirkan 3 anak saja. Tapi ini 6. Aneh sekali, pikirnya.


Banyak banget woi, mendadak ini rumah jadi rame.


Seketika lenyap sudah lelah Dinda sore itu, justru saat ini Dinda ikut mencari dan menyenteri seluruh kolong yang ada di kamar orangtuanya itu. Sebab kata mama, tadi Angel melahirkannya ga lama setelah Dinda berangkat ke kampus. Terus itu pun mama taunya pas anaknya Angel udah pada lahir. Lahirannya dikamar papa bawah tempat tidur. Mama udah sediain tempat khusus buat Angel dan anak-anaknya di sudut kamar. Tapi si Angel malah ngangkutin anaknya satu-satu ke bawah kolong tempat tidur. Tapi giliran di cari-cari baru nemu 1 aja. 4-nya mana ini. Kebetulan yang mati udah dikubur di taman belakang bawah pohon lengkeng yang ga pernah berbuah.


Menjelang maghrib barulah ditemukan satu persatu, si Angel bener-bener deh ngerepotin banget. Dinda yang hampir patah pinggang karena sibuk nunduk sore ini akhirnya bisa istirahat meluruskan pinggangnya sebentar sebab ia harus segera mandi dan menjalankan kewajibannya.


Setelah selesai menjalankan sholat maghribnya, Dinda pun segera mencari handphonenya untuk menghubungi Ariel lewat pesan whatsapp. Ia ingin memberi tahu Ariel agar tak perlu kerumahnya malam ini, sebab ia sangat lelah dan sudah mulai kantuk padahal saat itu belum menyentuh pukul 19:00.


Tanpa menunggu balasan dari Ariel, Dinda yang tak lagi kuat menahan kantuk akhirnya langsung ketiduran dengan masih memakai mukena sebab niatnya ingin tidur selepas isya. Bahkan Dinda tak sempat makan malam bersama kedua orangtuanya.


...$...


...$...


...$...

__ADS_1


Bagi vote dan hadiahnya donk kalo suka sama novel ini😍


__ADS_2