(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
50. Eh...


__ADS_3

Mendengar ucapan Ayu, ada benarnya juga. Dinda ngangguk-ngangguk karena memang ia dan Ariel yang sudah pacaran kurang lebih 5 tahun memang sudah beratus-ratus kali putus-nyambung.


Maka dari itu, setiap kali Dinda dan Ariel cekcok, biasanya Dinda tak langsung curhat kepada teman-temannya sebab, teman-temannya pasti akan meledek Dinda karena mereka sudah khatam betul dengan kisah percintaan Dinda dan Ariel. Namun, meski begitu Dinda tetaplah nyaman dengan Ariel dan terbukti mereka memang selalu kebali akur setelah cekcok yang mulai dari ga teguran 3 hari, sampai ke cekcok yang bikin ga teguran berbulan-bulan.


"Jadi, lo bener-bener ga chatingan gitu sama Ariel sebulan?" tanya Ayu yang salut dengan pasangan 1 ini karena tahan banget untuk ga saling kontekan padahal rumah depan-depanan.


"Iya, gue sih udah biasa aja. Karena ini bukan kali pertama juga kan" jawab Dinda enteng.


"Lo ga ngerasa kesepian gitu kalo ga ada dia? Apa jangan-jangan lo udah ga cinta sama Ariel tapi karena terlanjur lama terus makanya lo bertahan sama dia?" tanya Ayu lagi.


"Gue sayang banget sama Ariel. Bukan karena terlanjur lama, memang gue cinta ma dia. Memang sih dia itu udah banyak kecewain gue. Tapi gue yakin kalo dia tuh bisa berubah. Lagian namanya pacaran udah lama, pasti ada bosannya juga. Ada masanya dia muak sama gue. Dan gue maklumin itu. Karena gue juga bukan orang yang sempurna buat dia" ucap Dinda dengan tatapan kosong sambil membayangkan perlakuan manis Ariel terhadapnya. Seperti, Ariel yang selalu mengecup tangan Dinda tiap mereka sedang berbicara serius.


"Gue pernah liat quotes di Ig, katanya tanda kalo dia adalah jodoh kita, kita bisa ngebayangin hidup berumah tangga sama dia. Lo bisa?" tanya Ayu yang sudah seperti seorang psikolog pasangan.


"Bisa apa?" tanya Dinda balik.


"Bayangin berumah tangga sama Ariel sekarang" ujar Ayu sambil mengusel-usel pipi Dinda karena ia sebal Dinda bertanya padanya dengan raut muka blo'on.


"Oh, bentar-bentar. Gue coba" kata Dinda yang mulai merenung menatap kosong ke arah plafon di atas kepalanya.


Ayu yang di anggurin pun hanya bisa mengotak-atik ponsel sambil menunggu Dinda selesai menghayalnya.


5 menit kemudian...


"Bisa, gue barusan bisa banget ngayal tentang gue sama Ariel punya anak cowok, terus kita jadi orang tua yang kompak. Ariel yang sering banget bawa anak kita ke kantornya sedangkan gue jadi ibu rumah tangga yang akan bawain makan siang mereka ke kantor. Arrgggghhh... indahnya berumah tangga. Jadi ga sabar" ujar Dinda dengan senyum mengembang di wajahnya.

__ADS_1


"Ya udah, ga usah khawatir. Berarti Ariel jodoh lo" pungkas Ayu.


"Sesimpel itu? Ah, kok gue malah ga yakin ya?" tutur Dinda membayangkan betapa mudahnya cara nentuin seseorang itu adalah jodoh kita.


"Hehe, iya juga ya. Gue bahkan ga pernah ngebayangin Aidil jadi laki gue" ucap Ayu polos.


"Aha, lo coba bayangin berumah tangga sama Zapata dong. Kalo lo bisa, berarti tu quotes salah. Karena ternyata kita manusia bisa ngebayangin apa aja. Hayuk, buruan-buruan" pekik Ayu yang sangat bersemangat menjadikan Dinda sebagai alat uji cobanya.


"Oke-oke, tarik nafas... lalu buang. Bismillahirrohmanirrohiim" ucap Dinda yang mau saja di suruh-suruh Ayu. Padahal ga ada gunanya juga.


"Tadi pas Ariel ga ada tuh bismillah bismillahnya" ketus Ayu yang tampak heran dengan perbedaan tutorial Dinda waktu mau ngebayangin Ariel.


"Hehe, yang ini beda dong. Kan ga ada rasa" jawab Dinda beralasan. "Udah protesnya? Kapan mulainya ini" tukas Dinda yang gagal ngebayangin Zapata.


"Eh tapi..." kata Dinda tiba-tiba.


"Apalagi?" ucap Ayu kesal karena Dinda ga jadi-jadi ngayalnya.


"Gue lupa, Zapata mukanya yang mana ya?" ujar Dinda dengan wajah polos.


"Astagaaaa... Bentar-bentar, kita cek foto profil WAnya aja" ujar Ayu yang segera membuka kontak Zapata di aplikasi Whatsappnya.


"Ig dong, biar banyak pilihannya" omel Dinda yang merasa Ayu kok bego gini sih. Mau lihat foto bukannya buka Ig malah buka WA.


"Dia ga punya Instagram. Heran juga gue. Padahal dengan tampang cakep begitu, mudah banget buat dia cari follower. Mana tajir lagi. Pejabat pula" tutur Ayu yang kini sudah tahu banyak tentang sahabat suaminya itu.

__ADS_1


"Ha? Jaman sekarang ga tergiur buat punya IG? Gue yang tampang seadanya aja pede bener poating tiap hari" ujar Dinda yang mengingat kelakuannya akhir-akhir ini. Demi mendapat perhatian Ariel ia rela menjadi pengguna instagram yang kelewat aktif. Untuk sekedar cari tahu, apakah Ariel bakal meng-love postingannya atau tidak. Dan setelah tahu Ariel nge-love fotonya, Dinda malah menjadi-jadi. Bahkan posting foto tiap 2 jam sekali. Dasar Norak!


"Tuh kan, langka bener nih cowok. Beruntung deh kalo lo jadi bininya. Lo bakal jadi satu-satunya wanita yang bisa menikmati wajah tampannya tiap saat. Wajah yang ga pernah di obral di mana-mana" beber Ayu sambil nyodorin foto Zapata.


"Silahkan di coba, Bunda... Ngayalnya" sambung Ayu lagi.


Dinda pun menatap wajah Zapata di ponsel Ayu. Tampilan wajah dengan alis tebal, rambut rapi dengan potongan menyamping, hidung mancung, pipi tirus, bibir tipis, senyum minimalis yang cukup manis, dan setelan jas yang memberi kesan "susah di gapai". Setelah 3 menit menghayati bentuk wajah Zapata, Dinda pun mulai menghayal menjadi istri Zapata.


Setelah sepersekian detik...


"Whoaaa". Hanya kata itu yang keluar dari mulut Dinda.


"Lo kenapa? Kerasukan?" ucap Ayu cemas karena Dinda yang tadinya melamun tiba-tiba memancarkan senyuman kebahagiaan.


"Jangan sembarangan lo, gue tadi berhasil ngayal jadi bininya si Zapata. Lo tau? Gue jadi ibu-ibu sosialita, kemana-mana banyak kamera yang ngikutin gue. Terus gue bener-bener cuma ngabisin duit laki doang. Ennak bangetttt" pekik Dinda yang bersemangat menceritakan hasil "observasinya".


"Ah, bukan jodoh lo berarti" ucap Ayu mematahkan kesenangan Dinda.


"Bodo, gue juga ga cinta. Nih hp lo" tukas Dinda yang mengembalikan ponsel Ayu.


Hening, mereka berdua sama-sama sibuk dengan pikiran masing-masing. Ayu memainkan ponselnya karena memang harus selalu memantau kegiatan anaknya selama ia tinggal.


Sedangkan Dinda, lagi mantengin foto profil Whatsapp Ariel yang sepertinya baru saja di ganti. Sebab tadi pagi masih foto profil yang lama.


Saat hampir sore, Ayu dan Dinda mulai keluar dari kantor Dinda. Mereka akan ke supermarket untuk menemani Ayu yang akan belanja kebutuhan rumah tangganya.

__ADS_1


__ADS_2