(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
82. Lita Dalam Bahaya


__ADS_3

Setelah mengirimi Dinda pesan, Nanda menghabiskan waktunya dengan memandangi sekitaran rumahnya sambil nungguin Lita bangun. Berhubung Lita masih tidur, Nanda pun inisiatif untuk memesan makanan via aplikasi karena tak mungkin ia meninggalkan Lita sendirian di rumah.


30 menit kemudian makanan yang di pesan Nanda sudah datang, Nanda meletakkan bungkusan makanan itu di meja makan. Nanti ia akan makan bersama dengan Lita. Namun ternyata Lita sudah bangun, karena Nanda melihatnya yang masuk ke kamar mandi.


Saat Lita sudah selesai mencuci mukanya, Nanda pun mengajak Lita untuk makan siang bersama. Mereka duduk berhadapan dengan fokus pada makanan masing-masing.


"Nan, lo kenapa baik banget sii sama gue?" tanya Lita yang sejujurnya sangat senang dengan sikap Nanda yang begitu perhatian. Hal itu membuat Lita makin suka terhadap Nanda. Dan memang sudah lama ia menyukai Nanda, bisa di bilang ia menyukai Nanda sejak baru bergabung di kepolisian.


"Emang kenapa? Gue salah gitu berbuat baik sama lo?" Nanda balik bertanya.


"Nan, emang lo ga ngerasain perasaan gue terhadap lo?" tanya Lita lagi.


"Ta, makan aja ga usah ngobrol" titah Nanda mengakhiri pertanyaan-pertanyaan konyol Lita.


"Iya iya, bahkan lo ketus mulu sama gue tetep aja guenya makin suka" omel Lita yang tetap berlanjut.


Nanda makan dengan penuh penghayatan. Ia tak peduli dengan kicauan Lita yang tak kunjung berhenti meski sudah beberapa kali melotot ke arah Lita tetap saja wanita itu teguh dengan pendiriannya.


Setelah makan, Nanda bersiap-siap mengganti pakaiannya dan kembali ke kantor. Lita menunggunya di depan rumah.


Setelah Nanda keluar, mereka pun langsung berangkat menuju kantor. Namun ternyata di perjalanan pun Lita masih juga mengutarakan perasaannya.


"Nan, lo bisa gak sih bales perasaan gue? Gue tuh udah bosan jadi sahabat lo. Dulu lo kemana-mana selalu mau bareng sama gue. Gue kan jadi berharap sama lo, Nan"


"Nan, kok lo diem aja sih. Gue sama Nan kaya cewek-cewek di luaran sana. Maunya tuh hubungan yang jelas. Gue pengen tahu, lo tuh ada rasa ga sih ke gue?" ucap Lita mulai lirih.


"Nan" sentaknya di lengan Nanda.

__ADS_1


"Gue udah punya pacar, Ta. Dan gue ga ada rasa apapun ke lo. Gue sayang sama lo murni sebagai sahabat gue. Lo orang yang bisa mendeskripsikan sesuatu yang gak bisa gue deskripsiin. Lo tuh kaya juru bicara gue. Udahlah, ngapain sedih. Jodoh kan ga akan kemana" hibur Nanda dengan menyemangati Lita.


"Yeee, itu artinya masih ada kemungkinan dong kalo kita berjodoh" kesimpulan Lita membuat Nanda terkejut.


"Terserah elu deh" pungkasnya.


Mereka pun sampai di kantor. Nanda meninggalkan Lita begitu saja di mobilnya. Ia ingin menjaga jarak agar Lita tak berharap lebih padanya. Tadi juga ia sudah menegaskan bahwa ia sudah memiliki kekasih.


Di tempat yang berbeda


Dinda baru saja menghabiskan jam istirahatnya dan baru kembali ke meja kerjanya. Ponselnya tergeletak di depan komputer kerjanya, ia sengaja karena ponsel itu sedang dalam pengisian daya alias di cas. Setelah ia mendudukkan diri ke kursi kerjanya, ia pun membuka ponsel dan ternyata sang kekasih hati ada kabar hari ini. Dinda pun membalasnya.


13:51


Dinda


Nih aku baru aja selesai makan siang di kantin sama temen-temen. Kamu jangan cuma ngingetin aku, kamu sendiri jadwal makannya sering berantakan 😏


13:54


Dinda


Aku tebak sekarang kamu udah di kantor lagi hehe...


Yang semangat ya kerjanya, aku sayang kamu💜


Begitulah balasan pesan yang Dinda kirim buat Nanda. Ia sangat tahu pesannya itu pasti akan lama di balas. Ya, begitulah Nanda. Jarang sekali mengabarinya. Meski begitu Dinda sangat memahami pekerjaan Nanda dan juga pengorbanannya menunggu akan terbayarkan nanti (entah kapan) ketika Nanda menghubunginya.

__ADS_1


-


Hubungan Dinda dan Nanda terus berlanjut. Begitu pula dengan misi terkait pekerjaan Nanda. Namun, dalam hal pekerjaan Nanda mendapati kabar buruk. Ternyata ada perempuan yang ketahuan kabur dari kamar yang menjadi tempatnya melakukan tugas sebagai wanita penghibur. Wanita itu juga menjadi rekan Lita untuk membongkar bisnis kotor ini. Dengan tertangkap basahnya wanita itu, membuat Lita turut masuk dalam masalah. Karena semenjak Lita baru bekerja di sana, perempuan yang bernama Mayang itulah satu-satunya yang berteman dengan Lita. Kedekatan mereka penyebab terbongkarnya identitas Lita.


"Sialan" umpat Radius yang menjadi rekan Lita dan Nanda dalam misi ini.


Mereka pun bergerak dengan berpedoman pada alat pelacak keberadaan atau GPS yang di pasangkan tepat di kalung yang Lita gunakan. Lita di bawa oleh beberapa lelaki bertubuh kekar ke tempat yang jauh dari keramaian dan berhenti di sebuah gedung tua untuk mereka siksa.


Para pria bertubuh kekar itu tidak tahu bahwa Nanda dan tim sedang mengikuti mereka dengan mengatur jarak. Setelah Nanda dan yang lainnya sampai, mereka buru-buru mengatur posisi untuk menyergap semua pria kekar yang berjumlah 5 orang itu. Nanda sengaja menyerang mereka dari semua sisi, karena ia yakin pasti 5 orang pria itu memiliki senjata yang mungkin saja lebih canggih dari yang mereka gunakan.


Saat Nanda siap menyergap, ternyata kedatangan mereka sudah di tunggu-tunggu oleh para pria itu. Mereka tersenyum saat Nanda dan teman-temannya berhadapan langsung dengan mereka.


"Selamat datang para pecundang" sapa salah satu yang mungkin ia adalah bosnya di antara mereka berlima.


"Jangan basa-basi! Kami kesini untuk melakukan negosiasi. Kembalikan teman kami jika kalian tidak mau kami seret ke penjara" ancam Nanda. Tentu saja yang ia ucapkan tidak sepenuhnya benar. Karena yang ia inginkan memang Lita, namun 5 orang itu tetap akan ia penjarakan juga nantinya.


"Kamu pikir semudah itu mengembalikan perempuan j*lang ini. Setelah ia masuk dan mencuri informasi dari dalam lalu kami serahkan secara cuma-cuma pada kalian? HA HA HA, nanti akan kami serahkan, setelah kami puas" ujarnya dengan menampilkan senyum menyeringai.


Nanda yang memang temperamen ingin sekali menonjok wajah preman bertato itu. Terlebih ia juga tak terima Lita di katai perempuan j*lang. Dengan penuh emosi, Nanda menembakkan 1 buah peluru yang melesat dengan cepat melewati tepi telinga kiri pria itu dan kemudian peluru itu menabrak dinding.


Sadar dengan kode Nanda, teman-temannya yang masih diluar untuk mengepung para pria itu pun bersiaga untuk masuk dengan mengendap-endap. Mereka sengaja menyergap dengan beberapa lapis pengamanan yang Nanda rencanakan saat mereka di perjalanan. Dengan begitu energi lawan mereka pasti sudah terkuras dan gampang menangkapnya untuk di bawa ke kantor.


Semakin sibuk Nanda maka semakin terlantar Dinda. Namun meski begitu, ia seringkali mengirimkan sekotak kue yang ia buat untuk Nanda melalui aplikasi Ojek Online. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk bahwa ia peduli terhadap Nanda dan sama sekali tidak merasa Nanda melupakan dirinya. Ia mengerti bahwa saat ini pekerjaan Nanda sedang genting dan sahabatnya yakni Lita sedang dalam keadaan butuh pertolongan. Dan tidak pantas bagi Dinda untuk cemburu karena Nanda yang begitu mengkhawatirkan Lita. Meski dalam hati kecilnya tetap saja cemburu, namun ia berusaha tak menunjukkannya karena tak ingin membebani Nanda.


●●●


Dinda pacar yang pengertian ya, Bund. Kalo aku sih jujur aja orang yang sangat-sangat pencemburu.

__ADS_1


__ADS_2