
Holaaa, selamat membaca... Jangan lupa likenya yang banyak yaa👍
...*...
...**...
...***...
Di suatu siang yang cerah, Dinda di jemput oleh Ariel yang hendak mengajaknya kerumah karena Om Setyo dan Tante sedang keluar kota. Ariel hanya di tinggal bersama ART dan ia kesepian.
Jadi, ia meminta Dinda menemaninya saja sekaligus mengizinkan Dinda untuk mengubrek-ubrek dapur rumahnya. Karena, Dinda baru-baru ini hobinya nonton video masak-masak di youtube.
Dan akan melakukan percobaan masak-memasaknya hari ini untuk pertama kali. Spesial pula di rumah Ariel.
Kini Dinda dan Ariel tengah duduk di bangku taman depan rumah Ariel, sebelum masuk ke tujuan utamanya, mereka ingin sekedar bersantai. Sejenak menikmati angin sepoi-sepoi di bawah pohon mangga yang kini tengah berbuah namun masih kecil-kecil.
"Sayang, tepung protein sedang ada?" tanya Dinda yang memperhatikan bahan-bahan pembuatan kuenya di layar handphone.
"Ga tau sayang, aku cuma tahu tepungnya aja. Proteinnya ga aku hitung" jawab Ariel polos.
"Aku juga ga ngerti ngitungnya gimana. Huft, oon banget aku nanya sama kamu" sahut Dinda membuang nafas berat.
"Lho, kok kamu gitu? Kamu marah sama aku? Salah aku apa?" lirih Ariel yang heran lihat muka Dinda yang memerah di bawah terpaan sinar matahari.
"Kamu ga salah. Udah yuk, ke dapur aja. Sekalian cek-cek dulu. Mana tahu ada bahan yang kurang bisa kita beli dulu" ajak Dinda menggandeng lengan Ariel biar yang di gandeng ga banyak cincong lagi.
Bibi yang memperhatikan Ariel dan Dinda hanya diam saja. Sebab mereka pun sudah tahu jika siang ini Ariel mengajak Dinda untuk masak di rumahnya dan sudah mempersiapkan dapur serapi mungkin agar sang pujaan hati Den Ariel ini nyaman memasak di sana.
"Sayang, letak bahan-bahan di simpannya di sini ya?" tanya Dinda sopan sebelum membuka nakas yang berada tepat di atas kepalanya.
"Coba buka aja sayang, aku masuk ke sini paling kalo mau ambil minum" sahut Ariel yang duduk di mini bar dapur tersebut.
"Dapur kamu keren banget sayang" takjub Dinda menatap pada desain interior serta semua furniture yang ada di sana.
"Ini semua mama yang pilihin sayang, aku sama papa terima beres aja" tutur Ariel sambil ngunyah kerupuk.
"Tepung protein sedang ada, ekstrak vanila ada, pewarna makanannya ada, butter ada, telor ada, gula halus ada, SP ada. Semua ada, ya udah kamu bantuin aku sini" titah Dinda yang membuat Ariel terpaksa beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Aku kira kamu sendiri aja yang masak" sungut Ariel yang maunya duduk, ngunyah, sambil main game nungguin Dinda masak.
"Lama nanti kalo aku sendirian, ayolah sayang yaa. Biar cepet ini" rayu Dinda sambil cubit gemes dagu Ariel.
"Ya udah aku ngapain?" tanya Ariel kemudian.
"Kamu panasin air dulu di situ" tunjuk Dinda pada sebuah pan untuk merebus air.
"Terus lelehin butter 250gr pake mangkok ini, mangkoknya kamu letakin di atas pannya ya" sambungnya sambil memberi sebuah mangkok pada Ariel.
1 jam lamanya mereka bergelut di dapur dengan sangat serius. Kini adonan yang telah mereka buat sudah di masukkan ke dalam oven dan harus menunggu 30 menit lagi untuk bisa menyantapnya.
"Sayang, kalo dari bentuknya sih enak ini" puji Ariel saat mengintip adonan kuenya dalam oven yang mulai mengembang.
"Aku juga baca di kolom komentarnya, banyak yang bilang kuenya enak sayang. Makanya aku berani coba" terang Dinda yang ikut-ikutan ngintip samping Ariel.
"Gimana kalo kita bikin kopi aja, biar nikmatin kuenya sama kopi. Pasti cocok nih" cetus Ariel memberi ide.
"Boleh juga" tutur Dinda menyetujui ide Ariel.
"Kamu tunggu sini aja, mesin kopi aku di situ" titah Ariel meminta Dinda nungguin kuenya aja.
Sedangkan kopi sudah jelas enak karena dari tadi sudah berapa kali mereka menyeruput kopinya.
"Kita aneh banget deh, udah tau ini masih siang, panas terik. Minumnya kopi panas" tutur Dinda yang menyadari kalo mereka salah konsep haha.
Ariel tertawa sambil mengiyakan.
"Kalo gitu siapa yang bodoh?" tanya Ariel yang tak mau di salahkan. Sebab ia yang memberi ide minum kopi.
"Ya kamulah" seru Dinda penuh semangat.
"Yeee, kamulah. Kenapa kamu iyain waktu aku bilang mau bikin kopi" elak Ariel membela diri.
Dinda nyengir saja, toh debat sama Ariel mana ada sih yang mau ngalah. Boro-boro bisa menang, seri aja susah.
Ting...
__ADS_1
Oven yang sedari tadi di intip-intip pun berbunyi. Tanda kue yang mereka masak sudah matang. Dinda segera memasang sarung tangan anti panasnya lalu mengeluarkan kue dari oven.
"Wuihhhh, wanginya sampe depan sayang" sahut Ariel yang baru saja kembali dari kamarnya sesaat buat ambil handphone.
"Kita plating dulu, biar cakep" ujar Dinda yang tak sabar mengeluarkan kue dari cetakan dan meletakkannya di piring cantik yang ia ambil dari lemari piring di sana.
Setelah sudah menata kue itu dengan sangat jeli tidak miring kiri miring kanan. Dinda mulai meminta Ariel untuk memvideokannya saat Dinda hendak memotong kue tersebut.
Ariel patuh dan mangut-mangut saja. Hasil videonya langsung di nilai oleh Dinda.
"Wah bagus, aku posting dulu ya" seru Dinda yang senang kuenya berhasil meski rasanya belom di cicip.
"Kalo gitu kapan makannya nih?" keluh Ariel yang tak sabar mencicipi kue yang sudah ia tekan-tekan ternyata begitu lembut.
"Ya udah makan ya tinggal makan, aku juga mau". Haaapp Dinda langsung memasukkan potongan kue dengan menggunakan garpu ke dalam mulutnya.
"Bilang kek kalo udah boleh di makan" geram Ariel sambil cubit pipi Dinda.
Dua-duanya kini sibuk ngunyah, ternyata kue yang Dinda buat sangat lezat dan rasa manisnya sesuai dengan standar Ariel. Udah berasa makan kue di toko-toko kue ternama.
"Sayang, kapan-kapan bikin lagi. Enak soalnya" tutur Ariel sambil memberi kode jempol buat Dinda.
"Iya sayang, kalo mood" sahut Dinda yang memang hobinya saja nonton video masak-masak, tapi merealisasikannya yang susah. Ngumpulin niatnya bisa sampe berminggu-minggu.
"Kamu kalo udah jadi istri aku, aku buatin ruko buat usaha toko kue kamu" titah Ariel kasih semangat.
"Besok kalo udah sah jadi istri kamu, beneran ya aku tagih ni omongan kamu" sengit Dinda yang yakin 1000% pasti Ariel juga bakal lupa sama omongannya.
"Aman, kalo bisa rekam nih rekam" tantang Ariel. Eh ternyata di rekam beneran sama Dinda.
...*...
...**...
...***...
Selamat berhari minggu😍
__ADS_1
Bagi yang baca di hari lain, komen dibawah⤵