
Sekembalinya Dinda ke pelukan orang-orang terdekatnya sore itu, pada keesokan paginya Dinda dan Nanda kembali pulang kerumah mereka. Nanda akhirnya bisa bernafas lega dan kembali bisa tidur nyenyak tanpa harus mengkhawatirkan istrinya.
Di rumah itu, keadaannya masih sama persis dengan keadaan saat ditinggal Dinda. Bahan masakan yang masih di posisi semula namun hanya berubah layu. Lilin pun juga masih setia di atas meja makan.
Kalau Dinda ingat lagi alasan dirinya menyiapkan semua itu jelas saja ia akan menangis lagi dan lagi. Namun, karena ia tak ingin membuat suaminya curiga Dinda dengan luwes membereskan itu semua tanpa rasa getir sedikitpun dalam hati. Bisa dibilang, ia telah pandai bersandiwara.
Setelah membereskan semuanya, Dinda pun beristirahat dikamar. Karena ia juga harus memperhatikan kesehatan fisiknya yang menurun.
Sedangkan Nanda sehabis mengantarkan Dinda sampai rumah ia langsung berangkat kerja. Walau sebenarnya ia ingin sekali bermanja-manja dengan istrinya namun Dinda memaksanya untuk tetap bekerja dengan alasan sudah kelamaan absen dari kantor. Mau tidak mau, Nanda mematuhi ucapan istrinya itu.
-
Siang harinya Dinda kaget mendapati suaminya yang sudah pulang kerumah jam 12an. "Lho, cepet banget pulangnya sayang?" tanya Dinda heran.
"Karena kamu hari ini dirumah, jadi aku mau makan siang dirumah aja" jawabnya sambil membuka sepatu kerjanya dan mengganti dengan sendal rumahan.
"Aku belom masak sayang" ujar Dinda.
"Masak yang gampang-gampang aja. Yang 5 menit selesai" sambut Nanda dengan mudahnya.
Akhirnya Dinda membuatkan suaminya telor dadar beserta rebusan daun singkong. Hanya itu bahan yang ada di dapur dan bisa di masak dalam waktu 5 menit.
"Wahhh" antara memuji atau menyindir. Hanya Nanda yang tahu.
"Makanya, kalo mau pulang cepat tuh bilang biar aku bisa masakin kamu yang lain" ujar Dinda sedikit gemas.
"Gak pp sayang, apapun makanannya asal makannya sama kamu. Semua akan terasa enak" pujinya pada sang istri.
"Halah" tampik Dinda.
"Kamu tuh, dibilangin gak percaya"
"Udah-udah, buruan makannya nanti balik kekantornya lama".
Mereka pun akhirnya menyantap makan siang super sederhana. Setelah makanannya habis, Nanda pun menyempatkan untuk sholat dzuhur terlebih dahulu sembelum kembali ke kantornya.
-
Drrrrrttttt....Drrrrttttt....
"Halo Yu"
__ADS_1
"Ya ampun Din, akhirnya lo balik juga. Gue dikabarin Nanda semalam, tapi karena gue gak bisa keluar malam, gue samperin sekarang aja ya. Lo dimana? Rumah bokap apa rumah lo?" tanya Ayu yang begitu histeris bisa kembali mendengar suara Dinda.
"Rumah gue, buruan lo kesini. Gue kangen banget" pekik Dinda yang senang karena Ayu akan menemuinya.
"Sip sip, mau gue bawain apa nih. Kan ceritanya kayak jenguk orang sakit ya haha" ledek Ayu.
"Bawain buah aja buat cemilan sehat haha" sahut Dinda.
"Ogghey" jawab Ayu dengan suara yang ia buat seperti yang viral di sosial media.
Sembari menunggu kedatangan Ayu, Dinda kembali mengistirahatkan dirinya di kamar. Ia tiba-tiba teringat tentang Rama. Pria baik yang sudah menolongnya.
"Si Rama kerja dimana ya? Gue baru sadar, kalo selama ngobrol sama dia gak pernah nanya dimana tempat kerjanya" ucap Dinda bermonolog.
Tak berapa lama, pintu depan ada yang mengetuk. Sudah pasti itu adalah Ayu. Dinda pun bergegas membukakan pintu untuk Ayu.
"Dindaaaa" pekik Ayu saat baru saja pintu itu terbuka dan menghambur memeluk Dinda. "Gue kangen sama lo, tapi... lo kok mengecil" ucap Ayu melepaskan pelukannya.
"Kurusan maksud lo?" tanya Dinda yang tahu arti kata mengecil yang Ayu sebutkan.
"Ho'oh"
"Gue stres, jauh dari suami jauh dari keluarga. Dibawa entah kemana. Gimana gak kurus" jawab Dinda lalu menarik Ayu untuk segera masuk ke ruang tamunya.
"Makasih ya bestie. Apa kabar anak sama laki lu?" tanya Dinda.
"Dua-duanya sehat wal'afiat. Karena di beri asupan gizi yang cukup dan susu segar" jawab Ayu rada-rada 21+.
"Sialan lo. Kalo dulu lo ngomong yang aneh-aneh gue hanya sebatas ngerti. Kalo sekarang gue ngerti dan mendalami hahaha" keduanya pun asyik menceritakan kehidupan rumah tangga masing-masing.
-
Di kantor Nanda
Nanda menghubungi nomor Rama. Karena memang dirinya telah menyimpan nomor Rama. Ia berniat ingin memberikan uang yang memang telah disediakan untuk di berikan kepada siapapun orang yang telah menemukan Dinda.
"Selamat siang" sapa Nanda saat panggilannya sudah terjawab.
"Selamat siang, siapa ya?" tanya Rama.
"Gue Nanda, suaminya Dinda" jawab Nanda.
__ADS_1
"Oh. Ya, ada apa Nan?" tanya Rama yang kini terdengar lebih ramah dari sebelumnya.
"Bisa ketemu gak? Ada yang mau gue serahin ke lo" kata Nanda.
"Apa tuh?" tanya Rama.
"Nanti juga lo tau sendiri" jawab Nanda.
"Emm, ya udah ketemu di rumah sakit aja kalo gitu" saran Rama.
"Rumah sakit mana?" tanya Nanda.
"Rumah sakit Boedi Batoe" jawab Rama.
"Oke, nanti sekitar jam 5 sore gue kesana" kata Nanda.
"Oke"
Panggilan pun berakhir. Nanda kembali ke pekerjaannya. Ia juga tak lupa menghubungi istrinya di tengah-tengah kesibukannya. Tentu saja kasus hilangnya Dinda menjadi pelajaran berharga baginya. Jangan sampai terjadi lagi.
-
Sherly yang mengetahui bahwa Nanda berniat menemui Rama untuk memberikannya imbalan pun mengharap agar dirinya diperbolehkan untuk ikut. Namun nyatanya Nanda jelas tak mau membawa sang adik yang menurutnya akan merepotkan jika sepulang dari bertemu Rama ia harus mengantar adiknya barulah ia bisa pulang kerumahnya.
Bukan Sherly namanya jika kehabisan akal. Nanda yang masih berbincang dengan papa dan mama di dalam rumah sedangkan Sherly sudah mencuri kunci mobilnya dan duduk di dalam mobil menunggu sang abang selesai berbincang.
"Lihat tuh adek kamu udah nungguin di mobil" ucap Mama.
"Biarin aja ma, ini masih jam 3. Aku janjian sama Rama jam 5 di rumah sakit Boedi Batoe" kata Nanda sembari tertawa jahat dalam hatinya. Karena sang adik pasti akan turun sendiri karena bosan menunggu dirinya.
"Ya ampun, biar kapok ya dia udah maksa-maksa minta ikut" ucap Mama dengan tertawa.
Nanda pun menonton TV sambil menikmati keripik singkong buatan Bi Hanum. Saat menyadari waktu sudah memasuki pukul 16:15, Nanda pun bergegas sholat ashar di kamar yang biasa ia gunakan jika sedang menginap disana.
Setelah selesai sholat, Nanda kaget karena Sherly sudah ada dikamarnya. Tak tahu kapan masuknya.
"Nih anak, gak ada angin gak ada ujan tahu-tahu udah disini aja-...".
"Stop, harusnya yang ngomel tuh aku bang. Aku nungguin abang sejam lebih gak nongol-nongol. Cape tau nunggunya. Mana keripik aku di abisin lagi. Pokonya harus ganti, kalo ga di ganti aku ga mau ngomong sama abang" Sherly dengan lancar tanpa hambatan mengomeli abangnya.
"Iya iya maaf, nanti boleh ikut deh ketemu Rama" Rayu Nanda agar adiknya tidak cemberut lagi.
__ADS_1
●●●●●
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMEN YA GUIS...