(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
78. Selasa Bersama


__ADS_3

Di keesokan harinya, tepatnya di hari Selasa. Dinda bangun pagi-pagi sekali. Karena ia akan pergi ke rumah Nanda tanpa memberi tahu Nanda terlebih dahulu.


Dinda membawa beberapa bahan masakan yang sekiranya mungkin tidak ada di rumah Nanda. Setelah ia memasukkan ke dalam kantong kresek, Dinda langsung pamit pada Bi Hanum saja karena orang tuanya belum keluar kamar dan memang saat ini jam masih pukul setengah 6 pagi.


Setelah pamit, Dinda bergegas menuju garasi mobilnya dan berlalu meninggalkan rumahnya. Di perjalanan Dinda masih mikir-mikir, kira-kira apalagi ya yang di butuhkan sebab mumpung masih di jalan jadi bisa mampir dulu ke minimarket yang buka 24 jam.


Namun setelah berpikir, akhirnya Dinda mampir ke minimarket hanya untuk membeli buah-buahan saja. Karena rasanya sudah tidak ada lagi yang perlu di beli. Sepanjang perjalanan Dinda membayangkan reaksi Nanda nanti ketika kaget mengetahui Dinda yang pagi-pagi sudah siaga di rumahnya.


Tak lama, Dinda pun sampai. Bahkan Dinda berbarengan datangnya dengan sang ART Nanda yang baru saja di antar suaminya sampai depan pagar.


Dinda pun turun dari mobil dan tak lupa mengeluarkan beberapa kantong kresek yang ia bawa dari bagasinya.


"Selamat pagi, Non" sapa Bibi yang Dinda sendiri lupa namanya siapa karena jarang ketemu.


"Pagi juga Bi" balas Dinda dengan senyum ramahnya.


"Bi, nanti yang siapin sarapan biar aku aja ya. Bibi kerjain yang lain aja atau bantu aku masak juga boleh" ujar Dinda saat mereka berdua tengah berjalan bersama menuju rumah.


"Baik, Non. Sini Non biar saya bantu bawa belanjaannya" tawar Bibi seraya mengambil beberapa kantong buah-buahan dari tangan Dinda.


"Makasih ya, Bi"


Setelah mereka sudah sampai dapur, Dinda pun meminta Bibi untuk mencuci dan memotong dada ayam karena Bibi sendiri tadi yang bilang bahwa ia akan bantu Dinda masak di dapur. Dinda pun senang membuat nasi goreng spesialnya, dengan begitu ia jadi bisa menyelesaikan masakannya dengan cepat.


Mereka sudah selesai dengan kegiatan potong-potong, kini nasi goreng Dinda sedang di goreng oleh Bibi. Sembari menunggu nasi goreng itu siap untuk di cicipi, Dinda memotong beberapa jenis buah untuk di makan bersama nantinya.


Dari arah depan, terdengar langkah kaki seseorang. Ternyata itu Sherly, yang berjalan menuju kamar mandi yang tepatnya berada di dekat dapur, dimana Dinda kini berada. Sherly tak tahu bahwa ada Dinda di rumahnya di tambah lagi ia berjalan ke kamar mandi tanpa lihat kiri kanan lagi. Pasti Sherly juga bakal kaget kalau begini.

__ADS_1


Nasi goreng sudah siap bersamaan dengan Sherly yang keluar dari kamar mandi. Mencium bau nasi goreng yang berbeda dari biasanya, Sherly pun berjalan menuju dapur.


"Kakak?". Raut wajah Sherly kaget karena tak percaya bahwa sepagi ini Dinda sudah ada di rumahnya.


"Kakak nginap sini? Dikamar abang?". Waduh, dugaan Sherly membuat Bibi tertawa mendengarnya.


"Ngga, kakak datang kesini barengan sama Bibi. Kakak mau kasih kejutan buat abang. Kamu pura-pura ga tahu aja ya nanti" ajak Dinda bersekongkol.


"Hahaha, oke. Tapi ini nasi gorengnya pasti lezat, soalnya wanginya yang buat aku mampir dulu ke sini" ujar Sherly memuji nasi goreng Dinda.


"Ya udah kamu buruan siap-siap gih. Nanti telat lho" titah Dinda yang langsung di patuhi oleh Sherly.


Tak lama setelah itu, terdengar lagi suara langkah kaki dari arah depan. Ternyata itu Nanda yang berjalan sambil menyampirkan handuk di pundaknya. Pasti mau mandi.


Dinda yang melihat hal itu jadi mesem-mesem sendiri.


"Hayoo, Non lihatin apa toh?" tegur Bibi yang heran dengan sikap Dinda.


Setelah berbincang sambil beres-beres, Dinda yang tak mendengar suara air menetes lagi dari kamar mandi pun segera menuju ke dekat pintu kamar mandi buat ngagetin Nanda.


Cekrek


Pintu kamar mandi terbuka, Nanda keluar dengan bertelanjang dada karena hanya handuk yang ia pakai di pinggangnya.


"Dor"


"Monyet Dinda" latah Nanda yang di sebabkan oleh Dinda karena mengagetkan Nanda yang baru saja melangkah dari pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Kamu ngatain aku monyet?" geram Dinda karena latah Nanda barusan.


"Astaga, bukan sayang. Aku bilang kan monyet Dinda bukan Dinda monyet" ucap Nanda membela diri.


"Sama aja, ada monyetnya" ujar Dinda cemberut.


"Kamu sih ngagetin aku. Emm kok tumben pagi-pagi udah di sini?" tanya Nanda mengalihkan pembicaraan.


"Aku mau kasih surprise" jawab Dinda sambil tersenyum. "Buruan pakek baju, kita sarapan bareng. Aku yang masak, tapi bareng Bibi juga hehe" ujarnya dengan bangga.


"Siap sayang, aku ke kamar dulu ya". Nanda berlalu meninggalkan jejak wangi-wangi sabun dari tubuhnya.


Uh ini baru spoiler, Dinda. Sabar, kita tunggu trailernya. Habis nikah baru full adegan kikikiki. Dinda tertawa membayangkan kepingan-kepingan adegan kalau suatu saat bakal jadi Nyonya M. Nanda Wirawan.


Kini, mereka semua sudah berkumpul di meja makan. Sepinya sama seperti kondisi meja makan di rumah Dinda. Sebab memang hanya tiga kursi saja yang terisi. Ada Nanda, Dinda, dan Sherly.


Nanda dan Sherly memuji nasi goreng buatan Dinda, termasuk Bibi juga ikutan memuji. Dan Dinda juga tadi sempat ngasih tahu resepnya kepada Bibi biar ada referensi tambahan kalau Bibi mau buatin sarapan orang rumah ini.


Nanda pun pamit buat antar Sherly sekolah. Nanda juga mengajak Dinda untuk ikut tapi Dinda menolak karena ingin bantu Bibi membereskan rumah. Ditambah lagi dapur mereka di buat berantakan oleh Dinda. Dinda merasa tak enak pada Bibi kalau pergi begitu saja dan tak bertanggung jawab setelah misinya selesai.


Nanda pun tak keberatan dengan alasan Dinda. Akhirnya Nanda dan Sherly pamit kepada Dinda sebelum berangkat mengantarkan Sherly. Dinda juga mengusulkan untuk pakai mobilnya saja biar Nanda tak perlu repot mengeluarkan mobilnya di garasi dan Nanda menuruti keinginannya itu.


Dinda yang di tinggal bersama Bibi akhirnya mereka memulai beres-beres. Dinda mencuci piring, sedangkan Bibi mengurus pakaian kotor untuk di cuci.


Selesai mencuci piring Dinda pun menanti kedatangan Nanda duduk di teras sambil membaca novel milik Sherly yang ia temukan tergeletak di ruang TV.


Tak berselang lama, yang di tunggu-tunggu pun datang.

__ADS_1


"Papa pulang" teriak Nanda yang baru saja turun dari mobil.


Dasar, belum apa-apa udah papa-papa aja, ringis Dinda bahagia dalam hatinya.


__ADS_2