(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
81. Lanjutkan Misi


__ADS_3

Setelah hari di mana mereka menghabiskan waktu seharian untuk merayakan hari jadi mereka sebagai pasangan, kini Dinda dan Nanda kembali menjalani kehidupan normal mereka masing-masing.


Nanda kembali mengintai sebuah tempat hiburan malam bernama Golden Palace yang di jadikan tempat prostitusi dan penjualan anak dibawah umur. Sepanjang Nanda melakukan tugasnya, ia selalu bertugas secara tim bersama Lita, Naura, Farhan, Fikar, Radius, dan anak buahnya yang lain.


Karena akses untuk masuk ke dalam Club tersebut cukup ketat, alhasil memaksa mereka untuk membuat strategi khusus demi bisa mencapai tujuan mereka. Mereka pun memilih untuk berdiskusi di dalam sebuah Coffee Shop yang berada tepat di seberang Club tersebut.


Lita menawarkan diri untuk berpura-pura menjadi salah satu wanita yang menjajakan dirinya di sana. Dan hal itu di setujui tim. Karena memang harus terjun langsung agar mereka bisa menggali informasi lebih banyak dan bisa menyelamatkan anak-anak yang tak berdosa dari dalam sana.


Namun, sebelum itu mereka harus memikirkan matang-matang agar taktik mereka ini bisa berjalan mulus dan tidak ketahuan oleh siapapun termasuk anggota kepolisian yang terduga ikut andil dalam bisnis kotor ini.


Farhan dan Fikar memiliki ide, beberapa orang dari mereka akan mendaftarkan diri sebagai anggota baru di Club tersebut karena memang syarat untuk bisa masuk ke Club itu haruslah memiliki kartu keanggotaan. Dan tentunya mereka juga akan menyamar supaya identitas asli mereka terjaga dan pastinya tidak akan mencurigakan bagi para penjaga Club itu. Itu bertujuan untuk mengamati kondisi, ruangan, atau hal-hal apa saja yang perlu di perhatikan seperti letak kamera pengintai (CCTV) dan tempat para penjaga itu berjaga-jaga biar nanti menjadi info penting untuk Lita menjalani misinya.


Dan nanti selama mereka berada di dalam Club itu, mereka akan saling terhubung melalui sistem koneksi yang di pasangkan di ponsel mereka masing-masing. Hal itu untuk berjaga-jaga saja, kalau misi mereka ketahuan. Sebab jika nanti ada alarm yang menyala di ponsel salah satu dari mereka yang berada di luar Club, itu berarti ada hal darurat yang di alami oleh teman mereka yang di dalam Club. Dan semua yang tidak ikut masuk ke dalam Club harus segera siaga dan menyiapkan senjata serta memanggil lebih banyak anggota.


Setelah mengatur strategi sebaik mungkin. Mereka mulai menentukan hari di mana mereka akan memulai misi membongkar bisnis terselubung ini. Dipilihlah lusa, yakni Jum'at malam. Sebab di malam itu biasanya Club akan lebih ramai pengunjung dan akan membuat mereka lebih leluasa dalam bertindak.


Setelah selesai dengan diskusi mereka, akhirnya Nanda dan teman-teman membubarkan diri masing-masing. Nanda hendak pergi menuju rumahnya karena ingin istirahat sebentar. Namun langkahnya menuju mobil di cegat oleh Lita.


"Nan, gue mau ngomong" tegur Lita saat Nanda membuka pintu mobilnya.


"Mau ngomong apa, Ta?" tanya Nanda seperti biasanya.


"Lo mau kemana? Gue ikut ya" ucapnya dengan memohon. "Kita kan baru ketemu lagi sekarang, udah lama lho kita ga jalan bareng kaya dulu. Emang lo ga kangen gue, Nan? Apa karena Dinda makanya lo menjauh dari gue?" tanya Lita dengan penuh penekanan.


"Ta, ga ada sangkut pautnya ya sama Dinda. Dan gue selama ini emang begini, kan? Ga berubah sama sekali. Terus sekarang lo mau apa?" tanya Nanda tetap dengan gaya bicaranya yang seperti itu sejak awal kenal Lita.

__ADS_1


"Nan, gue ikut kerumah lo ya. Bingung nih mau kemana. Ke kantor juga biasanya jam segini masih pada di luar. Sepi, gue ikut lo aja yah" bujuknya agar Nanda sedikit iba padanya.


"Ya udah ayo, tapi nanti terserah lo mau ngapain. Pokonya gue mau istirahat sendirian dengan tenang" ujar Nanda lalu masuk ke dalam mobilnya di susul Lita yang ikut naik dan duduk di sampingnya.


Di tengah perjalanan, Lita sangat bahagia karena bisa berkunjung lagi ke rumah Nanda dan hanya ada dirinya saja tanpa ada Dinda yang mengganggu kesenangannya.


Sampai di rumah Nanda, Lita ikut turun dan masuk ke dalam rumah. Begitu sudah sampai di dalam rumah, tanpa pamit Nanda langsung masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat atau tidur siang dengan tenang karena semalam ia begadang untuk menangkap komplotan begal yang meresahkan warga di sekitaran kota tempat tinggalnya.


Lita yang tak tau mau ngapain dan tidak punya teman ngobrol juga karena Sherly sekolah dan Bibi sedang pergi ke pasar, dan kini pukul 11 siang ia belum juga pulang. Akhirnya Lita merebahkan dirinya di sofa depan TV. Karena suntuk ia pun terlelap dengan mudah.


Sedangkan di kamar depan, Nanda meliuk-liukkan badannya dan merasa lelah di tubuhnya sudah lenyap setelah terbangun dari tidur singkat namun berkualitas itu. Ia pun beranjak ingin menuju ke kamar mandi yang terletak dekat dapur untuk mencuci mukanya. Ia keluar dari kamar hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek rumahan.


Saat melewati ruang TV, Nanda melihat Lita yang terlelap di sofa pun akhirnya berinisiatif untuk memindahkan Lita ke kamar Sherly. Ia kasihan dengan tulang punggung Lita yang pastinya akan sakit kalau di biarkan tidur dalam posisi yang kurang nyaman seperti itu.


Nanda mengangkat Lita dengan gaya Bridal Style, sungguh pemandangan yang romantis dan sangat serasi. Jangan sampai Dinda melihat ini, karena akan sangat menyakiti hatinya kalau sampai ia tahu.


"Aku ga mau kalau kamu terlalu dekat sama dia. Aku ga membatasi kalian kok, tapi aku cuma minta jangan ada kontak fisik. Aku cemburu kalo kamu peluk-peluk dia"


"Astaga, gimana ini? Maafin aku sayang, aku ga bermaksud apa-apa. Kamu pasti ngerti aku, kan? Aku ga ada rasa apa-apa sama Lita, aku cuma kasihan liat dia tiduran di sofa" ucap Nanda sambil menerawang. Ia tahu hal yang baru saja ia lakukan itu tak mengindahkan ucapan Dinda di malam saat mereka baru saja jadian. Ia berjanji terhadap dirinya sendiri bahwa kejadian ini tak akan terulang kembali.


Nanda keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dan ia menuju dapur untuk mencari-cari makanan apa yang bisa ia makan.


Setelah membuka kulkas, Nanda mendapati beberapa potongan semangka yang siap di santap. Melihat semangka itu, ia jadi semakin merasa bersalah terhadap Dinda. Dinda yang selama ini tak pernah mengecewakannya namun dengan tanpa sengaja justru ia yang mengecewakan Dinda meski Dindanya sendiri tidak mengetahui yang terjadi siang ini di rumah Nanda.


Nanda pun membawa potongan semangka itu ke teras depan rumahnya. Ia ingin menjernihkan pikiran sambil menatap tanaman asri di halaman rumahnya.

__ADS_1


Nanda juga mengirimi pesan buat Dinda, karena rasa bersalahnya yang sudah kontak fisik dengan Lita di tambah lagi ia yang tak kunjung meluangkan waktu untuk menghubungi Dinda lebih dulu.


12:41


Nanda


Sayang, maaf ya aku seharian ini ga ngehubungin kamu.


12:42


Nanda


Aku balik kerumah jam 10an terus ini baru bangun tidur sayang


12:44


Nanda


Kamu jangan lupa makan siang ya. Nih aku lagi makan semangka yang kamu beliin kemaren masih ada. Berguna banget buat ngeganjal laper. Mana Bibi ga pulang-pulang, dia ga bilang juga pergi kemana:(


Lama, pesan itu tak kunjung di balas. Mungkin karena Dinda tahu pacarnya sibuk, jadi ia tak begitu memperhatikan ponselnya yang saat ini menerima pesan dari sang kekasih.


Atau jangan-jangan Dinda tahu kalau saat ini ada Lita di rumah Nanda?


●●●

__ADS_1


Gimana? Sejauh ini baguskah kisah yang aku buat man-temanz?


Komen di bavvah!


__ADS_2