
--Seperti biasa, sebelum baca like dulu dong--
...-...
...-...
...-...
Dikeesokan harinya, Dinda dan Nanda mendapat notifikasi undangan grup whatsapp yang ternyata dibuat oleh Rama untuk menjadi wadah bagi mereka berbincang rame-rame. Anggotanya tidak lain dan tidak bukan adalah mereka-mereka juga yang sempat tinggal di desa M****u waktu itu. Nama grupnya pun "Keluarga Jauh".
Rama➡Keluarga Jauh
Guys, apa kabar? Lama bat ga ketemu.
Feza➡Keluarga Jauh
Pagi-pagi udah bikin onar. Pengangguran lu ya?
Nanda➡Keluarga Jauh
Ntar malam jadi kan bro? Biar gue belanja nih sama Dinda. Semua pada bisa kan?
Pak Prima➡Keluarga Jauh
Rama bisa nyantai dikit gak? Kalo ga bisa, tolong di bius total ya, Za
Maaf Nan, Din, saya sama istri lagi gak bisa. Soalnya bentrok sama jadwal arisan keluarga istri saya.
Rama➡Keluarga Jauh
Kan! Baru sehari pisah aku udah di bully😭
Ih Pak Prims gak seru😋
Nanda➡Keluarga Jauh
Iya Pak, gak pa-pa. Salam buat istri bapak ya.
Kita ganti hari lain aja biar semua pada bisa.
Feza➡Keluarga Jauh
Ini si Dinda mana sii? Ga nongol-nongol😗
Ya udahlah gaes, kalo satu ga bisa kita ganti next time aja. Harus formasi lengkap!
__ADS_1
Dinda➡Keluarga Jauh
Ini pasti gara-gara nama grupnya nih, makanya gagal kumpul. Wah parah nih si Rama😈
Feza➡Keluarga Jauh
Dinda sekalinya nongol bahaya ya bund😁
Dan tiba-tiba saja nama grup chat itu berubah menjadi Titik Kumpul.
Rama➡Titik Kumpul
Masih salah juga gua?
Dinda➡Titik Kumpul
😄😄✌✌
Setelah acara jamuan makan malam yang rencananya akan dilangsungkan di rumah Nanda sudah terkonfirmasi batal, Dinda pun juga ikut batal menyiapkan segala makanan yang rencananya akan di buat spesial untuk acara khusus ini. Meski begitu, ia tetap membuat kue donat yang rencananya nanti mau di antarkan kerumah Jovan dan Mamanya. Sekalian nanti mau main kesana untuk bercerita bagaimana pengalaman dan rasanya ketika tinggal di desa walau hanya beberapa hari. Pasti orangtua dan adiknya itu akan sangat antusias mendengarnya.
Pukul 11 siang, donat buatan Dinda sudah siap disajikan. Ia mulai menyusunnya ke dalam kotak bersih untuk di jadikan hampers. Biarpun isinya hanya donat gula biasa tapi minimal boxnya cantik agar yang menerimanya tambah senang.
Beginilah penampilan donat buatan Dinda. Sebagai bentuk rasa bahagianya sudah berhasil membuat donat anti gagal, ia pun memamerkannya di status whatsapp.
"Sayang, udah jadi?" tanya Nanda yang baru saja kedapur karena mencium wangi kue donat Dinda.
"Udah dong. Sayang, tolong ini kamu anterin ke rumah Jovan ya" titah Dinda yang langsung di turuti oleh Nanda. Lelaki itu pun segera menuju rumah Jovan untuk memberikan hampers donat dengan pita cantik yang mengikatnya. Sangat kontras dengan laki-laki berbadan kekar dan tegap yang kini menentengnya ke rumah Jovan.
Sepulang dari rumah Jovan, Dinda dan Nanda pun segera berangkat menuju rumah orang tuanya. Tentu saja membawa donat dalam jumlah yang lebih banyak di banding dengan donat yang mereka bawakan untuk Jovan.
Alasannya karena di rumah orang tua Dinda terdapat banyak penghuninya.
-
"Assalamu'alaikum" sapa Dinda dan Nanda yang langsung membuka pintu utama.
"Wa'alaikumsalam" jawab sang mama yang pertama kali menyambut kedatangan mereka.
"Ya ampun, udah mampir kesini aja. Mama pikir kalian capek lho, justru rencananya mama sama papa sama Sherly yang mau ngunjungin kalian. Eh gak taunya" ucap sang mama yang terlampau senang menyambut kedatangan anak dan menantunya.
"Capek sih capek Ma, tapi karena Dinda lagi seneng-senengnya masak ya jadinya ini deh" tunjuknya pada sekotak donat buatannya sendiri.
Dinda dan mamanya ke meja makan untuk meletakkan donat sekaligus mau mengambilkan minum untuk sang suami. Sedangkan mama menyiapkan kue yang tersedia juga dirumahnya untuk di sajikan ke Nanda yang duduk diruang tengah menonton televisi.
__ADS_1
"Din, gimana kasusnya Feza?" tanya mama sambil memotong kue.
"Udah kelar ma. Pokonya kasus itu bener-bener udah ga kita bahas lagi. Dan sekarang Dinda sama Feza malah deket banget ma. Feza gak seburuk yang kita kira, anaknya baik kok ma" ujar Dinda agar mamanya tak berburuk sangka lagi pada Feza.
"Syukurlah Din, mama juga kasihan sama dia. Terus kamu selama disana ngapain aja? Pasti seru ya?" Mama dan Dinda berbincang sambil menuju keruang tengah.
"Seru banget ma. Nih liat foto aku sama Feza, bagus kan?" tunjuk Dinda yang menampilkan serentetan jepretannya waktu berswafoto di kebun jagung milik Pak Ratmo.
"Desanya tuh masih asri banget ma, warganya juga kompak saling tolong-menolong. Yang paling seru waktu aku ikut dekor dirumah calon pengantin. Itu kita datangnya bawa sembako juga ma" tutur Nanda yang masih ingat saat dirinya dan Rama duduk melihat para pemuda membuat janur kuning yang terbuat dari daun kelapa yang masih muda yang berwarna kuning. Lalu dengan kreatifitas mereka janur itu bisa membentuk mirip seperti lampion dengan untaian panjang dibawahnya.
"Ya ampun, serunya. Mama bisa ngebayangin tuh gimana perasaannya bisa ngeliat hal baru kaya gitu" timpal mama dengan antusiasnya.
"Oh iya ma, Sherly sama papa mana?" tanya Nanda yang menyadari bahwa sedari tadi dirumah ini hanya ada mama.
"Papa sama Sherly lagi pergi ke pet shop. Katanya pengen nambah peliharaan, mau beli kelinci" ujar mama sambil nyantap donat buatan Dinda.
"Cocok banget, papa suka kucing Sherly suka kelinci" pungkas Nanda.
"Huft, kalo aku ga suka dua-duanya" sahut Dinda yang memang anti sekali dengan yang namanya hewan.
Tak lama kemudian, Sherly dan papa pulang. Mereka turun dengan kandang masing-masing. Papa membawa kandang dengan 2 penghuni yang berwarna hitam putih. Sedangkan Sherly membawa kandang dengan 1 penghuni saja namun dengan ukuran tubuh yang lebih besar berwarna abu-abu.
Melihat ada mobil Nanda, Sherly langsung semangat untuk menunjukkan kelinci barunya.
"Abang... Kakak... Liat nih aku bawa apa?" teriaknya sambil lelarian masuk rumah.
"Aaa, jangan di buka. Kakak geli" cegah Dinda saat Sherly hendak mengeluarkan kelincinya dari kandang.
"Ini lucu kak, aku mau kasih dia nama Lulu" ujarnya dengan sangat gembira.
Disusul dengan papa yang baru masuk. "Kalo punya papa namanya siapa?" tanya papa kepada Sherly.
"Emm, namanya Upin Ipin aja pa. Biar gampang disebut" saran Sherly yang diterima dengan mudah oleh papa.
Setelah menunggu papa dan Sherly usai memberi makan Lulu, Upin, dan Ipin. Mereka pun kini berkumpul di meja makan untuk menyantap makan siang sama-sama sekaligus melanjutkan cerita yang terpotong tadi perihal pengalaman yang tak terlupakan selama mereka berada di desa.
...-...
...-...
-
Novel ini tetep Otor lanjutin ya guys, karena menghargai komentar kalian yang tetap minta untuk dilanjutin.
Kalian tunggu aja kisah selanjutnya:)
__ADS_1
Oh iya, jangan lupa like komen dan votenya yaa😉