(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
14. Inikah Komitmen?


__ADS_3

...Jangan lupa di like dan komen ya guys. Komenlah sebebas-bebasnya😎...


...$...


...$...


...$...


Dinda yang tertidur saat perutnya kosong akhirnya terbangun sekitar jam 10 malam karena keroncongan. Dinda pun sadar kalau ia masih menggunakan mukena saat tidur. Sebelum turun untuk makan, Dinda melepaskan mukenanya terlebih dahulu dan melipatnya kembali ke tempat semula. Saat hendak turun, Dinda melihat bahwa dibawah sudah sepi, meski biasanya sang Papa masih nonton di jam segini, atau sekedar memeriksa email dengan laptopnya di ruang tengah.


Karena Dinda ini orangnya penakut, maka ia buru-buru sekali menuju ruang makan dan menghangatkan makanan. Setelah itu ia segera mengambil makanan dan sebotol air minum. Lalu, ia buru-buru menuju kamar lagi karena ia takut makan sendirian.


Dinda yang telah sampai dikamarnya pun kini sedang asyik menikmati makanannya dengan sangat fokus. Keroncongan yang tadi mengganggu tidurnya kini telah reda. Dinda pun kenyang dan tak tahu setelah makan ini mau ngapain lagi. Karena ngantuknya sudah hilang dan ini sudah hampir jam 11 malam. Karena bingung mau ngapain Dinda pun mencari-cari handphonenya agar punya kesibukan sampai matanya kantuk lagi.


Handphone Dinda ternyata sudah tergeletak dilantai. Karena semalam memang ia tak sadar kapan tertidurnya dan mengapa bisa handphonenya dilantai. Ia ambil handphone itu dan segera melihatnya.


Ternyata ada pesan whatsapp dari Ariel. Itu adalah balasan Ariel atas chat Dinda semalam yang meminta Ariel untuk tak perlu kerumahnya malam ini.


πŸ‘¦:"Iya iya, gue mah ngikut apa kata bos aja"


Saat itu Dinda juga melihat bahwa Ariel terakhir online 30 menit yang lalu. Dinda pun iseng balas lagi chat Ariel sekalian biar tahu apa Ariel masih bangun atau sudah tidur.


πŸ‘©:"Bangun oii, iler lu sampe rumah gua ni"


Setelah Dinda mengirimkan chat itu, ternyata langsung dibalas sama Ariel.


πŸ‘¦:"Anda jangan coba-coba fitnah saya, mau saya perpanjang kasus ini?πŸ˜πŸ˜„"

__ADS_1


πŸ‘©:"Hoaammm, tidur dulu ah"


πŸ‘¦:"Oii, gue jangan ditinggalin. Lu aja udah ganggu tidur gue, sekarang guenya di anggurin"


πŸ‘©:"Haha, emang enak. Btw lagi apa lu?"


πŸ‘¦:"Ya lu pikir jam segini gue lagi apa? Patroli nyari tumbal? πŸ˜’"


πŸ‘©:"Gue nanya serius oii"


πŸ‘¦:"Ya lagi ditempat tidurlah, rencana mau tidur eh lu ngechat gue"


πŸ‘©:"Ya udah, tidur sono gih"


πŸ‘¦:"Ngantuk gue ilang. Tanggung jawab lu"


Dinda tak membalas, sebab sedang ambil wudhu karena ia ingat bahwa semalam ia belum sholat isya.


"Nih cewek kemana sih, nongol tiba-tiba ngilangnya juga tiba-tiba. Jago banget bikin jantung gua kaya lampu disko" gerutu Ariel yang berbicara sendirian sambil melihat layar handphonenya yang menampilkan chatnya bersama Dinda.


Ariel yang sudah 3 tahun ini sudah tak lagi gila otomotif dan balapan karena ia merasa sudah cukup dengan dunia senang-senangnya. Sekarang harus lebih dewasa dan banyak mikir kalo mau apa-apa. Kini Ariel sudah terbiasa tidur pukul 10 malam karena tidak lagi kelayapan bersama teman-temannya.


Ariel yang tadinya tak bisa tidur, akhirnya sudah mulai bisa memejamkan matanya. Tapi baru 5 menit terlelap eh malah handphonenya bergetar diatas nakas samping tempat tidurnya. Karena getaran handphone itulah akhirnya Ariel kembali terjaga dari "tidur ayam"nya (istilah kampung author buat menyebut tidur yang belom nyenyak alias mata merem tapi telinga masih denger).


Ternyata pelaku yang mengirim chat kepada Ariel adalah tetangganya sendiri. Ariel sempat heran tumben sekali Dinda menghubunginya di jam-jam seperti saat ini. Biasanya mereka paling larut chatingan cuma sampai jam 9 malam saja.


Karena chat Dinda sudah dibaca, jadi tak mungkin Ariel tak membalasnya sedangkan Dinda diseberang sana pasti sudah tau jika chatnya sudah di baca karena ada centang birunya.

__ADS_1


Setelah ketak-ketik ketak-ketik sekian lama, tiba-tiba Dinda ngilang lagi seperti saat tadi sehabis maghrib Dinda yang ngechat lalu tak balas-balas lagi.


Ariel kini berusaha untuk terlelap lagi meski matanya seperti tak mau di ajak kompromi. Sedangkan ia harus bangun pagi untuk bekerja. Kini sudah pukul tengah malam, Ariel yakin sekali pasti ditinggal tidur oleh Dinda. Sebab Dinda ngilang udah 30 menit.


Untuk mengisi kekosongannya Ariel pun buka-buka instagram dan ternyata ada yang memfollownya, dan sekilas Ariel seperti mengenal laki-laki tersebut sebab beberapa kali berpapasan dengan Ariel di dekat komplek perumahannya.


Ariel pun memfolbacknya, karena tidak ada alasan untuk tidak memfolback, pikirnya.


Selang beberapa saat mata Ariel pun lelah dan tertidur dengan sangat lelap.


Sedangkan Dinda yang tadinya melaksanakan sholat isya, kini terkantuk-kantuk lagi. Dinda sudah kembali terlelap dengan mudahnya. Perut yang sudah terisi membuatnya makin nyaman untuk tidur.


Beberapa hari berlalu, hubungan Dinda dan Ariel semakin hangat saja meski tak berpacaran. Biasanya cewek-cewek diluar sana pasti mengincar kejelasan dalam setiap kedekatan yang ia jalin dengan lawan jenis. Dan hal ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan Dinda, hanya saja Dinda orangnya mudah puas dengan sesuatu. Ia sudah cukup bahagia dengan hubungan pertemanan yang "lebih dari sekedar teman" ini. Meski egonya menuntut lebih tapi ia begitu yakin jika Ariel bisa dipercaya meski tanpa ikatan. Sebab yang Dinda tahu, Ariel tidak mudah dekat dengan lawan jenis dan Ariel benar-benar pria yang dingin walau banyak perempuan yang tak malu menunjukkan ketertarikannya secara jelas terhadap Ariel. Begitupun dengan Dinda, ia merasa tak butuh lelaki lain, cukup Ariel saja baginya. Butuh apa-apa Dinda akan cari Ariel, mau cari apa-apa Dinda minta ditemani Ariel, sedang ada masalah yang Dinda butuh adalah bahu Ariel. Sekarang dunia Dinda penuh Ariel. Seperti tak ada kesempatan lelaki lain untuk masuk kedalam hati Dinda.


Dinda sangat pengertian kepada Ariel begitupun Ariel sangat perhatian kepada Dinda meski sekarang Ariel jauh lebih sibuk dari biasanya. Sebab, tidak hanya bekerja Ariel yang kini makin banyak temannya yang merupakan anak komplek sini jadi sering diajak main sepak bola, basket, atau bermain voly sore-sore dan untuk malam hari biasanya pergi main futsal atau nge-gym bareng.


Dinda sangat pengertian dengan segala kesibukan Ariel beserta teman-temannya.


Memang Dinda tak pernah sekalipun menemani Ariel seperti pacar-pacarnya teman Ariel yang ikut kelapangan untuk melihat pacar mereka kalo lagi ada suatu pertandingan atau turnamen.


Ariel yang tahu jika Dinda pemalu dan rada gak nyaman berada di keramaian juga tak mempermasalahkan dan tak memaksa Dinda untuk ikut dengannya melihatnya bermain. Karena setiap orang kan memang berbeda, tak bisa di paksa untuk jadi a atau b.


Selama Dinda mendukung apapun kegiatan positifnya itu sudah lebih dari cukup bagi Ariel.


...$...


...$...

__ADS_1


...$...


Jangan lupa kasih aku vote dan hadiahnya yaaa, biar makin semangat nih ketak-ketik lanjutannya😊


__ADS_2