(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
Berhenti Berharap


__ADS_3

Waktu terus berjalan, keharmonisan antara Nanda dan Dinda semakin terlihat karena mereka yang kini sudah menjalani masa pacaran 6 bulan. Nanda juga semakin sibuk dengan pekerjaannya. Namun, meski begitu kadang mereka berdua selalu menyempatkan waktu walau hanya sekedar makan siang bersama di sela-sela rutinitas mereka. Begitulah cara mereka menjalin komunikasi, selain lewat Hp juga perlu pertemuan walau singkat.


Bagaimana dengan Lita?


Dia baik-baik saja. Setelah keadaannya pulih, ia kembali fokus dengan pekerjaannya semula dan ia juga menjaga jarak dengan Nanda sejak keluar dari rumah sakit. Tak tahu apa alasannya, namun yang jelas Nanda masih sering menyapanya kalau papasan di kantor atau di luar. Nanda dan Dinda terkadang masih sering membahas tentang Lita. Termasuk menduga-duga alasan Lita yang sengaja menjaga jarak dengan Nanda. Mungkin ia merasa bersalah atas kejadian yang sempat membuat Nanda dan Dinda berantem di rumah sakit.


Malam ini Dinda sedang berdandan karena akan ada perayaan ulang tahun Sherly. Ia sepakat akan menggunakan dress panjang yang berwarna senada dengan yang akan Sherly gunakan. Dinda tak tahu akan ada seberapa banyak tamu yang Sherly undang, namun yang jelas perayaan makan malamnya akan di adakan di sebuah restoran terkenal yang sengaja Dinda dan Nanda sewa di bagian rooftopnya khusus untuk perayaan ultah Sherly saja.


Tak sulit bagi Dinda untuk menyewa rooftop restoran tersebut. Karena pemiliknya adalah mertua Sigit. Dan ia cukup mengenal baik istri Sigit, dan oleh karena itu semua menjadi serba mudah.


Dinda yang sudah selesai menilai penampilannya, ia pun segera turun dan pamitan pada kedua orangtuanya. Setelah pamit, ia menuju mobil untuk segera ke restoran tempat acara makan malam akan di langsungkan.


30 menit perjalanan, Dinda pun sampai di restoran dan memilih parkir di area depan restoran. Karena memang restoran ini memiliki dua lahan parkir, satu di depan dan satu di belakang.


Saat turun dari mobil, mata Dinda sempat bertemu dengan mata seorang wanita anggun yang juga baru saja parkir di samping mobilnya. Anehnya, wanita itu melihat Dinda dengan raut wajah terkejut. Merasa tak mengenalinya, Dinda langsung saja masuk ke dalam restoran untuk bergabung bersama yang lain. Namun saat Dinda menaiki tangga menuju rooftop, ia baru ingat tentang wanita itu.


Jadi, wanita tersebut adalah Diana. Istrinya Ariel. Dinda ingat itu karena merasa familiar dengan ciri khas yang dimiliki istri Ariel itu yakni bentuk kening wanita itu yang agak lebar dan memiliki anak rambut pendek-pendek yang tersusun rapi diposisinya. Persis seperti yang Dinda lihat di foto saat Ariel lamaran.


Dinda sampai di rooftop, ternyata yang hadir cukup banyak. Sherly mengundang semua teman satu kelasnya dan mengundang beberapa saja yang beda kelas. Setelah menunggu 10 menit, acara pun di mulai. Selama acara, Dinda selalu mendampingin Nanda yang berdiri di belakang Sherly saat adiknya sedang mengucapkan beberapa kata untuk mengapresiasi kehadiran semua teman-temannya. Setelah itu lanjut makan bersama.


Tidak ada potong kue, sesuai dengan keinginan si empunya acara, potong kue di ganti dengan sebuah panggung kecil yang sepaket dengan alat musiknya untuk bernyanyi bersama setelah makan malam selesai.

__ADS_1


Saat makan malam berlangsung, tiba-tiba ada tamu yang telat datang. Langkah kaki itu tepat di belakang posisi Dinda dan Nanda. Dan Dinda yakin, tamu ini seorang perempuan, karena aura tatapan Jovan si teman Sherly berbeda. Ada kilat-kilat raut wajah terpesona yang Jovan tampilkan. Dinda pun berbalik menyusul Nanda yang sudah lebih dulu memutar wajahnya.


Ada Lita di sana. Lita datang bersama seorang laki-laki yang ia gandeng. Kemungkinan itu adalah kekasihnya, tebak Dinda.


"Yeeay, makasih KaLit udah dateng meskipun telat" ujar Sherly yang menghambur ke pelukan Lita.


Perasaan, Sherly sama gue ga pernah peluk-peluk. Dia sama Lita malah kayanya akrab banget, jadi iri. Ucap Dinda dalam hati melihat keakraban antara Lita dan Sherly yang terlihat seperti selayaknya kakak beradik.


Yank, jangan gitu banget liatin Lita, hargain aku yang ada di samping kamu.


Dinda menawari minum pada Nanda, namun Nanda tak menggubrisnya semenjak kehadiran Lita disana. "Yank, gitu banget liatin Litanya. Bukannya di kantor juga ketemu" Dinda kesal mendapat perlakuan cuek Nanda. Sebelumnya Nanda tak pernah sampai mendiamkannya begini, tapi karena kehadiran Lita membuat Dinda jadi halus seperti makhluk tak kasat mata.


Lita menghampiri Nanda untuk menyapa dan mengenalkan laki-laki yang datang bersamanya. Laki-laki itu bernama Ikhsan. Saat Ikhsan pamit ke toilet, Dinda sempat mendengar pembicaraan Nanda dan Lita.


"Baru sadar kalo gue cantik? hahaha" candanya. "Btw, Gue menjauh bukan tanpa alasan ya. Demi kebaikan lo aja" ujar Lita lagi.


"Kebaikan yang mana?" tanya Nanda.


"Ya kebaikan buat lo sama pacar lo. Terakhir kan kalian berantem di rumah sakit gara-gara gue" jawab Lita yang meminum minuman di gelas Nanda. Mengulang kebiasaannya dulu.


"Udahlah lupain aja, toh gue sama Dinda sampe sekarang baik-baik aja" kata Nanda dengan tersenyum simpul. Jujur saja, ia merindukan sosok Lita yang kadang tomboy kadang manja padanya. Namun karena menghargai Dinda yang kini jadi kekasihnya, ia pun membiarkan saja Lita menjauhinya. Karena hidup ini tidak akan pernah balance (seimbang) tetap harus ada yang di korbankan.

__ADS_1


Acara pun berlanjut dengan sesi menyanyi bersama. Lita pun bernyanyi bersama Sherly. Dan saat lagu itu selesai, namun masih ada musik yang mengiringi, Lita sempat bertanya pada Sherly dengan tetap menempelkan microphon ke bibirnya.


"Jawab jujur, pilih KaLit atau Ka Dinda?" entahlah pertanyaan ini menjurus kemana, Dinda pun ikut memperhatikan dengan seksama menunggu jawaban Sherly.


"KaLit" jawab Sherly dengan senyum sumringah.


Dinda yang tak tahu harus berbuat apa, namun yang ia tahu hatinya panas mendengar jawaban itu. Tapi Sherly kan jawab jujur, lalu apa salahnya.


Salahnya adalah...


Maksud pertanyaan Lita itu ambigu. "Pilih KaLit atau Ka Dinda?" Pilih untuk jadi kakak ipar? atau pilih untuk jadi teman duet nyanyi di panggung itu?


Dinda tahu pasti Nanda mengetahui sinyal-sinyal kesedihannya. Nanda merangkul bahu Dinda namun kini Dinda yang bersikap dingin padanya. Dinda menjauhkan diri dari Nanda dan seolah mengajak Jovan untuk berbincang seputar apapun, yang kira-kira cocok di bicarakan sama Jovan.


Kapan nih acara selesai, gue pengen buru-buru pulang, gerutu Dinda yang muak karena Nanda tak menghiraukannya sama sekali. Tak ada sedikitpun usaha Nanda untuk menghiburnya. Dinda tahu Nanda sangat merindukan sosok "sahabatnya" itu. Tapi bagaimana bisa Nanda begitu mudah bersikap seolah semua baik-baik saja, sedangkan harusnya kalau Nanda peka, dari cara Dinda yang menjauhinya Nanda pasti tahu bahwa Dinda tak menyukai sikapnya saat ini.


Kehadiran Lita membuat hubungan Nanda dan Dinda perlu di pikirkan lagi. Karena sikap Nanda membuat Dinda menjadi ragu berjalan kedepan.


ā—ā—ā—


Hello, adakah yang senasib kaya Dinda?

__ADS_1


Dan gimana puasanya? Lancarkah?


Jangan lupa kasih vote dong guys...😄


__ADS_2