
"What? Si Zapata? Haduh, hutang budi nih gue" ujar Dinda yang mendadak merasa tidak enak hati pada Zapata karena ia tidak menduga akan mendapat info dari orang tersebut.
Laki-laki yang pernah Dinda temui beberapa tahun lalu di perusahaan Aidil waktu Zapata masih menjadi pejabat. Namun kini tidak lagi, karena periodenya sudah berakhir. Zapata kembali menekuni dunia bisnis yang sempat ia tinggalkan 5 tahun ini.
"Hahaha, bisa kali nebus hutangnya pakek hati" goda Ayu dengan sengaja ngetes Dinda aja.
"Hati gue udah mati rasa" ucap Dinda pelan namun masih terdengar oleh Ayu.
"Huh, turut berduka yaa" sambut Ayu sambil memukul pundak Dinda pelan sembari memberinya kekuatan.
Ting...
Ponsel Ayu yang tergeletak samping Dinda berbunyi, Dinda pun menyerahkannya pada Ayu.
Ayu menerima ponselnya lalu setelah membuka pesan tersebut, Ayu pun berkata...
"Din, lo kepo ga sama emmm... calonnya Ariel?" tanya Ayu dengan ragu-ragu. Takut Dinda sedih lagi, atau bahkan Dinda sama sekali tidak mau tahu lagi tentang Ariel.
"Kenapa? Lo dapet fotonya?" tanya Dinda dengan antusias.
"Nih, kalo lo memang mau liat banget" ujar Ayu seraya menyodorkan ponselnya ke hadapan Dinda.
Dinda pun dengan cepat menyambut ponsel dari Ayu. Meski dada seperti di pacu dengan cepat, Dinda tetap tak bisa mengabaikan rasa penasarannya. Sehingga terang-terangan ia masih ingin tahu siapa sosok tunangan Ariel.
"Oh, ini..." ucap Dinda tanpa ekspresi apapun.
"Maksud lo? Lo kenal?" tanya Ayu lagi.
"Itu cewek yang Instagramnya selalu di follow Ariel meski gue udah berulang kali pencetin unfollownya. Tapi lagi-lagi di follow. Ternyata emang udah lama ngincer. Bangsat" umpat Dinda yang tak kaget ternyata perempuan yang Ariel follow terus-terusan itulah yang menjadi tunangannya.
"Namanya siapa?" tanya Ayu lagi.
__ADS_1
"Diana" ungkap Dinda.
"Gila, nama kalian mirip. Terus nanti, apa Ariel ga takut kalo orang tuanya bakal salah panggil malah kesebut nama lo" ujar Ayu yang malah mengkhawatirkan hal itu.
Sedangkan Dinda sudah terlanjur gondok dengan kelakuan Ariel. Dulu saja, mereka sepakat buat saling follow lawan jenis asalkan masing-masing dari mereka mengenal orang tersebut. Tapi, Ariel secara terang-terangan follow tuh cewek padahal Dinda ga kenal. Dinda sampe capek karena tiap buka Akun Instagram Ariel, Dinda selalu nge-unfollow tuh cewek. Dan lama-kelamaan, Dinda lepas tangan aja. Toh, sama tuh cewek Si Ariel ga di follback (ikuti balik).
"Penuh teka-teki banget yaa..." ungkap Dinda.
"Gue sampe mikir, apa jangan-jangan justru gue yang jadi selingkuhan dia" sambung Dinda yang tak habis pikir kalau sampai dirinya yang di pacarin 5 tahunan tapi ternyata jadi selingkuhan.
"Busyettt... Kalo lo yang setengah abad ini jadi selingkuhan dia. Terus ceweknya di pacarin berapa lama?" sahut Ayu yang terkejut dengan penuturan Dinda barusan.
"Dari SMA kali. Secara naksirnya aja udah dari SMA, kan?" tutur Dinda dengan melipat tangannya depan dada.
"Gue rasa ngga deh. Lagi pula dulu kan ponsel dia sering lo pegang juga. Dan buktinya dia ga punya selingkuhan dengan nama Diana, kan?" kata Ayu menenangkan Dinda.
"Justru menurut gue, Ariel kayanya masih punya ambisi aja sama tuh cewek. Setelah lulus SMA terus udah ga ketemu lagi sama tuh cewek, terus kenal lo, terus tuh cewek nongol lagi, Ariel semacam menyambung ke-kepoannya lagi terhadap tuh cewek. Dan mungkin tuh cewek bilang ke Ariel kalo dia ga mau pacar-pacaran, melainkan maunya nikah aja. Si Arielnya juga udah cukup umur dan mapan pula. Di tambah lagi kasmaran sama tuh cewek. Jadi deh... Tunangan mereka. Itu sih kalo menurut gue" papar Ayu menerangkan pendapatnya.
"Kapan-kapan karaokean yuk? Biar hati lo lega" ajak Ayu yang menikmati merdunya suara Dinda.
"Sekarang aja, gimana?" ucap Dinda memberi saran.
"Lo mau kita karaokan pakek daster gini?" tunjuk Ayu pada outfit Dinda.
"Astaga, gue lupa ganti setelan hahaha" ujar Dinda sambil melirik ke bawah melihat tampilannya.
"Padahal udah lama juga nih kita ga karaokean. Untung suara emas gue ga berubah jadi perak" sambungnya lagi.
"Jadi perak sih ngga. Tapi jadi perunggu" ledek Ayu sambil mendorong bahu Dinda sampai-sampai Dinda yang duduk di pinggir kolam renang itu hampir kecebur.
"Hampir jatuh ni gua. Awas lu ya" ujar Dinda sambil berdiri lalu mengejar Ayu untuk balas dendam.
__ADS_1
Mereka berkejar-kejaran di tepi kolam sambil mengelilingi kolam itu. Hingga akhirnya Aidil datang dan menghentikan kelakuan keduanya.
"Ehem" tegur Aidil yang melihat Dinda dan istrinya main kejar-kejaran.
"Eh, mas. Udah pulang. Sejak kapan?" tanya Ayu yang berjalan mendekati suaminya untuk sekedar menyambut sang suami yang baru pulang entah dari mana.
"Sejak kalian mulai kejar-kejaran. Lain kali jangan di tepi kolam. Halaman depan kan lebih luas" ucap Aidil memberi saran tapi malah membuat Dinda dan Ayu meringis.
"Ya elah bos. Di kira kita anak TK kali ya" canda Dinda menyambung sindiran Aidil.
"Kamu!" tunjuk Aidil yang berdiri 3 meter depan Dinda dan menunjuknya.
"Wajar aja di tinggal nikah, kelakuan masih kaya bocah gitu" sambungnya.
"Ayu, gue mau pulang. Sumpah gue tersinggung sama kalimat laki lu" rengek Dinda sambil menghentak-hentakkan kakinya.
"Hahahha, sebelum pulang ga mau makan dulu, Din? Gue beli pizza semeter lho" bujuk Aidil yang merasa telah salah berucap.
"Boleh deh. Gue juga ga mau buru-buru pulang. Takut papasan sama rombongan lamaran" ujarnya sambil balik badan kembali ke posisi semula.
Dinda, Ayu, dan suaminya pun menikmati sore hari mereka di gazebo taman belakang rumahnya yang bersisian dengan kolam renang. Di hadapan mereka tersaji sekotak pizza yang berukuran 1 meter.
Aidil sengaja membelinya karena ia tahu makanan kesukaan istrinya di tambah lagi penghuni rumahnya yang cukup banyak maka ia membeli yang 1 meter. Mumpung hari ini lagi promo hihihi.
Dinda menghabiskan waktunya seharian di rumah Ayu. Sampai-sampai Aidil harus sedikit mengalah saat ia butuh bantuan istrinya tapi sang istri sedang memberi wejangan perihal pernikahan dengan sahabatnya yang gagal nikah itu.
Aidil juga senang dengan kehadiran Dinda hari ini di rumahnya, karena bisa menghilangkan suntuk sang istri yang semenjak menjadi ibu jadi jarang keluar rumah. Ayu betul-betul menghabiskan waktunya untuk merawat dan mendidik anak mereka.
●●●
Kasih dukungan ya gais buat novel garing ini hehe... Setidaknya dukungan kalian bikin Otor jadi semangat mikir dan ngelanjutin nulis.
__ADS_1
Dan jangan lupa, tinggalin jejak di kolom komentar yaaauuuww... Allaview❤🤘