
Dinda pun menghubungi Nara via DM Instagram. Karena Dinda tak punya kontak Whatsappnya. Sebenarnya bisa saja Dinda menghubungi teman Ariel yang laki-laki sebab memang ada beberapa yang Dinda miliki kontak Whatsappnya.
Tapi karena Dinda sudah curiga takutnya mereka sudah di hasut Ariel untuk tutup mulut terhadap Dinda. Jadi lebih baik Dinda mencari tahu lewat teman sesama perempuan saja.
Dan yang ia pilih adalah Nara. Sebab Nara ini kelihatan baik orangnya.
Dan pasti Nara bisa memahami posisi Dinda saat ini. Karena semua teman Ariel termasuk Nara sudah pada tahu berapa lama hubungan Dinda dan Ariel berjalan.
Dinda pun mulai mengetik...
19:00
"Hai, Ra. Apa kabar? Masih inget aku ngga?". Begitu awal mula Dinda membuka percakapan via chat dengan Nara.
Dan tak berapa lama masuklah pemberitahuan (notification) dari Nara. Dinda pun segera membukanya.
19:03
Nara:
"Hai, Din. Alhamdulillah kabar gue baik. Tenang aja gue masih ingat kok😊.
Btw, dari tadi sore gue niat mau DM lo, tapi belum kesampean soalnya lagi ada kerjaan tadi. Eh malah lo duluan DM gue"
18:05
Dinda:
"Emang iya? Lo mau kasih tau gue ya kalo Ariel mau lamaran? Ra, gue mau tahu. Dia lamaran sama siapa?"
Cukup lama Dinda menunggu balasan Nara. Entah sedang apa Nara saat ini, Dinda memang tidak tahu secara gamblang apa kesibukan Nara.
Yang ia tahu, Nara bekerja di salah satu Rumah Sakit yang berada cukup jauh dari tempat tinggal Dinda. Apa saat ini Nara lagi jam Dinas kali ya?, pikir Dinda.
__ADS_1
Sambil menunggu balasan dari Nara, Dinda juga berkirim pesan dengan Ayu. Semua informasi yang Nara beri, nanti akan ia teruskan lagi pada Ayu.
Ayulah kini yang jadi pemberi semangat untuk Dinda. Ayu bilang, "Ga papa nangis. Nangis aja. Meski gue ga pernah di posisi lo, tapi gue paham banget, saat ini sahabat gue lagi sedih. Lo ga perlu nyalahin diri sendiri. Serahin semua ke Yang Maha Kuasa. Ini artinya Ariel bukan jodoh lo. Lo baik, Din. Gue tahu juga lo cewek yang setia. Lo pasti suatu saat dapet gantinya yang jauh lebih baik. Bahkan suatu hari kalo lo ingat kejadian yang hari ini lo alamin. Mungkin lo bakal ngetawain diri lo di hari ini. Maaf ya gue ga bisa nemenin di sisi lo, lo tau sendiri kan gue udah jadi mak-mak. Dan gue yakin, lo pasti kuat. Go Dinda go Dinda go".
Dinda merasa saat ini dunianya benar-benar hancur. Sebelum ia tahu bahwa Ariel akan lamaran, Dinda merasa secerca harapan untuk bersama Ariel itu masih ada meski mereka tidak saling bicara sekian lama.
Tapi hari ini? Hanya penyesalan yang tersisa. Hanya menyalahkan diri saja yang Dinda bisa.
Kenapa aku ga memperbaiki hubungan kita.
Kenapa waktu itu aku ga percaya kamu biar kita masih sama-sama.
Kenapa aku harus gengsi hubungin kamu duluan sedangkan kamu pacar aku.
Kenapa kamu buat aku jadi kaya gini.
Kenapa, kenapa, dan kenapa.
20:00
Iya, Din. Ariel mau lamaran hari sabtu ini. Gue kira sama lo, ternyata bukan".
*SBB singkatan dari Sorry Baru Balas.
Hari ini tepat selasa malam rabu. Dan Ariel akan lamaran hari sabtu.
Itu artinya tinggal 4 hari lagi. Dinda makin tak kuasa rasanya.
Betapa ia menyesali semua hal yang sudah terjadi. Di tambah, selama ini ia begitu yakin kalau Ariel akan selalu kembali padanya.
Dinda menyalahkan dirinya sendiri yang seolah tak pernah berjuang untuk Ariel. Dengan kondisi rumah sedekat ini, kenapa Dinda tidak pernah menemui Ariel untuk memperbaiki hubungan mereka.
Kini? Apalagi yang mau di perbaiki. Kalau ternyata memang sudah hancur tanpa Dinda sadari.
__ADS_1
Ingin rasanya Dinda buru-buru ke rumah Ariel. Tapi di satu sisi, ia pun tak berdaya jika harus melihat wajah Ariel saat ini.
"Aaaaa, selama ini kamu yang selalu nyakitin aku. Kamu selingkuhin aku, aku maafin kamu terus. Dan ini balasan kamu setelah berulang kali aku maafin kamu? Aku salah apa sama kamu sampe kamu tega khianatin aku lagi dan tahu-tahu kamu mau nikah. Jadi, aku ini apa? Kamu anggap aku ini apa? Kamu benar-benar nunjukin kalo aku sama sekali ga berharga. Kamu jahat, Ariel. Kamu jahat. Aku yang sekian lama sama kamu. Tapi dia yang kamu pilih. Kamu brengsek, Ariel. Brengsek. Aaaaa.....". Dinda berteriak sekencang-kencangnya di dalam kamar. Untung saja kamar itu tertutup rapat dan tidak kedengaran sampai kamar orang tuanya.
Hati Dinda benar-benar hancur. Bagaimana tidak, kalau selama ini orang yang bolak-balik mengetuk pintu hatinya selama bertahun-tahun akhirnya memilih orang lain yang entah sejak kapan Ariel kenal. Entah sejak kapan Ariel berhubungan dengannya.
Dinda pun secepat kilat membalas chat Nara. Karena terlihat jelas Nara tak keberatan untuk berbagi informasi padanya.
19:10
Dinda:
"Lo kenal, Ra sama cewenya?". Hanya itu yang mampu Dinda ketik.
19:12
Nara:
"Ngga, Din. Anak-anak juga pada ga kenal sama cewenya. Mereka juga pada kaget waktu Ariel bilang alamat rumah tuh cewek di Bin**ro. Gue sempet denger nama tuh cewe, tapi ga begitu jelas"
Dinda makin penasaran dengan siapa Ariel akan lamaran. Tapi saat ini Dinda pun tidak tahu harus bertanya pada siapa.
Di saat terpuruknya, tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk. Dan ternyata itu mama Dinda.
"Masuk aja ma" ucap Dinda setelah membuka kunci kamarnya dan berusaha menormalkan suaranya agar tidak terdengar parau.
"Din, kenapa ga makan malam, hm?" tanya mama saat sudah berada di dalam kamar.
"Ma, Ariel mau lamaran. Aku sedih". Entah kenapa Dinda justru berkata demikian pada sang Mama. Seketika air mata Dinda jatuh lagi. Untunglah lampu kamar belum di nyalakan. Dan Dinda pun berdiri tepat di balik pintu, sehingga cahaya yang masuk ke dalam kamarnya tidak mengenai dirinya.
"Sudahlah, bukan jodoh kamu". Setelah mengatakan hal itu, mamanya Dinda langsung keluar lagi. Mungkin mamanya ingin memberi waktu untuk Dinda sendirian, menenangkan diri agar bisa kembali pulih dari sakitnya luka yang Ariel buat.
Mama cuma bisa do'ain kamu, Din. Semoga kamu bisa menerima kenyataan. Kamu anak baik, Tuhan pasti tau yang terbaik buat kamu. Mama juga sedih, tapi mama ga boleh tunjukin kesedihan mama depan kamu. Mama sama papa sayang kamu, kita selalu dukung yang terbaik buat kamu. Meski ternyata orang itu bukan Ariel, ucap mama dalam hati.
__ADS_1
Mama Dinda sedih melihat anak perempuan yang ia besarkan dengan penuh cinta di buat luka oleh Ariel. Tapi mamanya bisa apa? Kalau jodoh sejati anaknya sudah ada yang atur, serahkan saja semuanya pada Tuhan.