(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
Kalut


__ADS_3

Selamat membaca....


Jangan lupa tekan tombol like dan votenya yaaa...


****


Ditempat berbeda


Mobil polisi yang berdatangan menuju Desa M****u di pecah menjadi dua bagian. Ada yang menuju Desa M****u, ada juga yang menuju hutan tempat mobil Zapata dan ketiga temannya berada.


Sampai disana, ternyata keberadaan preman komplotan Romi juga tengah menyisir lokasi di sekitaran mobil. Mereka pun akhirnya tertangkap oleh anggota kepolisian karena terbukti menjadi eksekutor dalam kasus kejahatan yang Romi lakukan terkait video yang tersebar semalam.


Polisi yang berjumlah 30 orang pun harus di pecah lagi menjadi dua. Karena sebagian ikut membawa preman kembali ke jakarta, dan tersisa 15 anggota yang menyisiri hutan untuk mencari keberadaan pemilik mobil yang telah teridentifikasi milik Zapata.


Polisi belum tahu pasti alasan mengapa ada mobil Zapata di tengah hutan ini dan mengapa pula ia kabur dari pantauan pesawat tempur. Beberapa anggota kepolisian menduga Zapata ada hubungannya dengan Romi atau bahkan ikut membantu Romi dalam hal penyiksaan yang dilakukan di sebuah gudang milik perusahaan pertambangan batu bara yang ilegal itu.


Mereka menyisiri hutan sampai 2 jam, namun tak kunjung menemukan jejak Zapata dan yang lain. Akhirnya mereka membangun tenda di dekat mobil Zapata guna beristirahat dan sembari menunggu anggota kepolisian lain yang tadi pergi ke Desa M****u.


Gudang


Saat polisi sampai, beberapa pekerja di pertambangan dikumpulkan di halaman luas depan gudang. Mereka dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Tapi diantara mereka, tak ada satupun yang tahu keberadaan Romi. Informasi penting yang polisi dapatkan hanya satu, yakni bahwa Romi memiliki helikopter yang biasa ia gunakan dan terparkir di dalam sebuah bangunan yang tak ada satu pun dari mereka yang pernah masuk kesana.


Polisi pun membobol bangunan yang di sebutkan oleh pekerja tadi. Dan ternyata, kosong. Itu artinya Romi telah kabur menggunakan helikopternya.


Pihak kepolisian bubar dan hendak menyusul kepolisian yang masuk ke hutan. Disana kepolisian mengatur strategi lagi karena sepertinya Zapata juga diduga kuat ikut terseret dalam kasus ini.


Di media, nama Zapata ikut naik. Lengkap dengan wajahnya dan juga biografinya. Masyarakat Desa M****u dibuat geger karena wajah Zapata beberapa kali memang mereka temui 2 hari ini di desa.


Akhirnya terkuaklah tempat tinggal saat Zapata dan ketiga rekannya menginap. Baju-baju Zapata dan yang lain juga memperkuat bukti bahwa Zapata disana tidak sendiri.


Dinda yang menonton liputan itu di TV dihubungi terus-terusan oleh keluarganya. Karena memang selama Nanda pergi, Dinda juga tak pernah kerumah orangtuanya. Jadi, mereka sangat cemas. Tapi disini, Dinda tidak bisa menghiraukan orangtuanya terus-menerus. Karena Dinda juga sedang sibuk mengurusi jenazah Yono untuk nanti dibawa pulang ke Pati dan dimakamkan disana.


Ibu Yono terus-terusan menangis di dekapan Dinda. Feza sedang ada pasien di klinik, jadi belum bisa membantunya ditengah kekalutannya saat ini. Untunglah bapak siap siaga mengurusi administrasi dirumah sakit.


***


MALAM HARINYA


Setelah pengurusan administrasi dirumah sakit selesai. Ibu, bapak, dan juga jenazah Yono akhirnya pulang menggunakan pesawat. Dinda dan Feza berpelukan saat melepas kepergian pesawat yang membawa bapak, ibu, dan juga Yono.

__ADS_1


Dinda tidak menyangka akan begini jadinya. Sementara saat ini kabar dari suaminya juga tak ada. "Za, rahasia masih aman 'kan?" tanya Dinda.


"Aman kok Din. Rama pasti bisa jaga rahasia"


"Kita pulang kerumah orangtua gue dulu ya. Mereka cemasin Nanda gara-gara berita yang simpang siur di televisi"


Mereka pun akhirnya kerumah Dinda. Sherly juga sebenarnya sangat mengkhawatirkan abangnya. Tapi melihat Dinda yang lebih membutuhkan support dibanding dirinya akhirnya ia sedikit ngerem.


Setelah meyakinkan orangtuanya bahwa Nanda pasti baik-baik saja, Dinda dan Feza pun memilih pulang kerumah. Dirumahnya, mereka kini tinggal berdua.


Baju bapak dan ibu masih ada yang tertinggal dijemuran belakang. Dinda mengangkatnya, karena pasti tadi bibi lupa.


Dinda melipat pakaian itu dengan rapi. Matanya menangis saat teringat lagi waktu terakhir kali ia mengantarkan makan untuk Yono bersama Nanda.


"Mbak, bapak sama ibu kapan ke Jakarta? Aku rindu. Aku masih anaknya kan? Kenapa mereka cuma jenguk aku sekali"


Saat itu kondisi Yono menunjukkan kalau dirinya sangat sehat. Bahkan ia makan dengan lahap dan sempat bercerita kalau di dalam tahanan, ia tidak pernah sekalipun disiksa. Justru ia malah dilindungi oleh para penguasa sel. Karena didalam, ia jadi yang paling muda dan juga kejahatan yang ia lakukan termasuk yang paling ringan.


Dinda jadi teringat sesuatu. Yono ditemukan tak bernyawa dengan tubuh yang sudah bersimbah darah. Apa jangan-jangan Yono mati terbunuh???


Dinda ingin menyegarkan pikirannya dari hal-hal yang membuatnya bersedih. Ia pun memilih untuk segera membersihkan diri.


"Din, coba hubungi Nanda. Bisa gak? Soalnya gue daritadi telpon Rama gak bisa-bisa"


Dinda menghubungi Nanda.


"Masuk" ucapnya pada Feza lalu menekan tombol loudspeaker.


"Halo sayang" sapa Nanda.


"Kamu dimana? Kenapa gak ngabarin aku? Kamu baik-baik aja kan yank? Rama gimana? Baik-baik juga 'kan?" Dinda tak sabaran bertanya.


"Hm... Pasti pertanyaan titipan Feza 'kan?" sahut Nanda.


"Iya, jawab yank"


"Aku sama Rama baik-baik aja. Ma, ngomong ma biar Feza denger"


"Za, hp aku mati gak ada tempat ngecas disini" ujar Rama sambil makan.

__ADS_1


"Tuh, dengerkan kalo kami disini baik-baik aja"


"Miris banget, gue gak ada yang nanyain" ucap Zapata lemah.


"Lu sendiri kenapa masih jomblo?" tanya Rama.


Percakapan mereka terdengar ditelepon.


"Ah, pusing gue. Pengen cari yang sebaya, giliran nemu malah gak bener. Sama yang lebih muda, bokap gue gak setuju. Katanya gue cuma mau main-main mulu" ungkap Zapata.


"Tenang saja. Nanti ada, tapi kamu bisa nikahin dia setelah lulus kuliah" ujar kakek ikut menyahut ditengah perbincangan mereka.


"Sekarang udah semester berapa tu kek?" tanya Zapata excited.


"Baru lulus SMA"


Semua tertawa mendengar jawaban kakek. Itu artinya penantian Zapata masih lama.


"Eh Zap, istri gue kebetulan pernah kenal lo" ucap Nanda saat mereka sudah puas menertawai Zapata.


"Masa?" sahut Zapata sambil mengingat-ingat.


"Dia temennya Ayu, istrinya Aidil. Nama istri gue Dinda"


"Yang waktu itu nganterin lo kerumah gue kan? Gue liat sekilas doang sih" ucap Zapata.


"Iya, itu istri gue"


"Dinda?... Oh Dinda yang hampir mau dicomblangin Aidil sama gue itu?" ucap Zapata dengan bangga karena berhasil mengingat Dinda.


"Hm" ujar Nanda datar lalu menyandarkan tubuhnya kedinding.


Rama tertawa karena raut wajah Nanda mulai suram. "Lo liat Zap, ada yang mendung tapi bukan langit" goda Rama.


Zapata ikut tertawa. "Tenang aja, kan cuma hampir. Tapi kalo gue dulu tahu Dinda itu yang mana, mau sih gue".


Rama dan Zapata sangat puas mengerjai Nanda. Apalagi tawa renyah Dinda dan Feza juga ikut terdengar di telinganya.


"Udahlah yank, aku ngantuk" ucap Nanda malas.

__ADS_1


"Ih ngambek. Gak ada kok yank, itu Zapata cuma ngomporin kamu doang"


Tbc kalo banyak yang like😥


__ADS_2